Tuesday, December 6, 2016

Acanthurus xanthopterus

Acanthuridae
Kuu Wadu
Yellowfin surgeonfish
Acanthurus xanthopterus
Panjang maksimum : 62cm
Persebaran : Diketahui dari Sumatera barat daya ke Laut Timor dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatra
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini berbisa.
Penggunaan komersil : Perikanan (komersil), Akuarium (komersil)
Status konservasi : (LC) Least Concern

Hidup di berbagai macam habitat terumbu, lereng berpasir dan laguna. Ikan muda hidup di perairan pesisiran dangkal keruh, sementara ikan dewasa lebih menyukai habitat daerah teluk dan laguna lebih dalam pada kedalaman 15m hingga 90m. Juga ditemukan di terumbu luar. Spesies beragregasi, memakan ganggang yang bertumbuh pada dasar pasir, hydroid dan daging ikan. Ia kemungkinan besar adalah satu-satunya spesies Acanthuridae yang siap mengambil umpan.

Tubuh dan kepala keabu-abuan-coklat dengan garis kuning melewati matanya hingga moncongnya, sepertiga sirip dadanya kuning dan seringkali dengan garis putih pada dekat sirip ekornya.

Foto 1 : Photo courtesy Valerie Hukalo
Foto 2 : Photo courtesy eunice khoo

Acanthurus triostegus

Acanthuridae
Botana Lorek
Convict Surgeonfish
Acanthurus triostegus
Panjang maksimum : 22cm
Persebaran : Diketahui dari Bali; juga dari Jawa dan Sumatera dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Teluk Maumere, Komodo, Pulau Seribu, Togean dan Kepulauan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatra.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini pernah dilaporkan mengalami kasus keracunan ciguareta.
Penggunaan komersil : Perikanan (komersil), digunakan sebagai ikan konsumsi dan penggunaan komersil dalam hobi akuarium.
Status konservasi : (LC) Least Concern

Ikan dewasa hidup di laguna dan terumbu menuju laut dengan dasar keras hingga kedalaman 5m. Ikan muda sering ditemukan kolam pasang surut. Sering ditemukan memakan ganggang pada batu dekat badan air tawar seperti muara. Kadang membentuk gerombolan besar; memakan ganggang berserabut.

Tubuh putih dengan 5 hingga 6 garis hitam pada kepala dan tubuhnya.

Saat bertelur, telur-telur dan sperma dimangsa oleh Myliobatidae (Semacam ikan pari), dimana mereka sering ada saat A.triostegus bertelur. Membentuk agregasi berkawin. Ikan bayi akan mengalami metamorfosis dari larva menjadi ikan muda saat berukuran 3.2cm.

Foto 1 : Foto 1 : Photo courtesy Ron Kacmarcik
Foto 2 : Photo courtesy LIVE Concept
Foto 3 : Photo courtesy Jean-Marie GRADOT

Acanthurus pyroferus

Acanthuridae
Botana Model
Mimic Surgeonfish
Acanthurus pyroferus
Panjang maksimum : 29cm
Persebaran : Diketahui dari Bali dan Flores. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Kalimantan.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya.
Penggunaan komersil : Perikanan (komersil) dan penggunaan komersil dalam hobi akuarium.
Status konservasi : (LC) Least Concern

Tubuh coklat kekuningan keseluruhan dengan bercak putih pada mulutnya, bercak hitam sekitar matanya, garis coklat atau hitam dari dagu hingga tepi atas tutup insangnya, bercak oranye di atas dasar sirip dadanya dan pinggiran sirip ekornya kuning.

Hidup di laguna dan terumbu menuju laut; menyukai daerah yang memiliki karang, batu dan pasir pada dasar terumbu atau tepian terumbu dari kedalaman 4 hingga 60m. Juga hidup di dasar berlumpur. Ditemukan soliter. ikan muda meniru spesies Centropyge vroliki dan C. flavissimus. Keberadaan kelenjar bisa tidak dapat dipastikan.

Foto 1 : Photo courtesy Mark Whittaker
Foto 2 : Photo courtesy Benoit LALLEMENT

Acanthurus olivaceus

Acanthuridae
Botana Coklat
Orangeband Surgeonfish
Acanthurus olivaceus
Panjang maksimum : 35cm
Persebaran : Dari Selat Bali ke Laut Timor. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Manado dan sekitarnya, Sangalakki Island, Togean dan Kepulauan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Kalimantan.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya, kadang-kadang sekali ikan ini beracun saat dikonsumsi.
Penggunaan komersil : Perikanan (komersil).
Status konservasi : (LC) Least Concern

Menghuni terumbu menuju laut dan daerah berbatu terbuka atau daerah berpuing dan pasir, dari kedalaman 3 hingga 45m. Ikan muda menghuni teluk dan laguna terlindung, hidup sendiri atau dalam kelompok kecil minimum 3 ekor ikan. Ikan dewasa hidup sendiri atau dalam gerombolan dan memakan film permukaan detritus, diatom, dan ganggang halus berserabut menutupi pasir dan batu.

Abu-abu muda pada kepala dan setengah anterior tubuhnya, sisanya abu-abu gelap pada posterior, garis tebal oranye dengan pinggiran biru pada bagian atas tutup insangnya.

Foto 1 : Photo courtesy DavidR.808
Foto 2 : Photo courtesy ferlopez

Acanthurus lineatus

Acanthunidae
Botana Kasur
Blue Lined Surgeonfish
Acanthurus lineatus
Panjang maksimum : 25cm
Persebaran : Diketahui dari Selat Bali ke Laut Timor, juga dari Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatra.
Bahaya terhadap manusia : Tulang sirip ekor ikan ini berbisa dan dapat menyebabkan luka menyakitkan.
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil), perikanan (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ikan bersifat teritorial ini termasuk spesies umum pada daerah berarus pada terumbu menuju laut terbuka. Ikan jantan besar mengendalikan wilayah untuk memakan terhadap ikan lain, khususnya ikan herbivora dan harem terisi oleh ikan-ikan betina. Ikan dewasa membentuk agregasi besar dan sering ditemukan pada selokan dangkal. Ikan muda hidup sendiri pada habitat berbatu dangkal. Spesies ini termasuk ikan yang sangat aktif dan hampir selalu bergerak. Walaupun terutama herbivora, ia juga akan memangsa pada krustasea kecil.

Kuning pada kepala dan kebanyakan bagian tubuhnya, kecuali biru pada daerah ventralnya, pola garis menyolok warna biru berpinggiran hitam, sirip panggul kuning dan daerah sirip ekor biru terang.

Foto 1 : Photo courtesy Russell Gilbert
Foto 2 : Photo courtesy Paul Calger

Acanthurus nigrofuscus

Acanthuridae
Brown Surgeonfish
Acanthurus nigrofuscus
Panjang maksimum : 21cm
Persebaran : Diketahui dari Flores; juga dari Jawa dan Sumatera dan Kepulauan Mentawai . Juga mencatat dari Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai.
Bahaya terhadap manusia : Telah dilaporkan mengalami keracunan ciguareta.
Penggunaan komersil : Perikanan (komersil). akuarium (komersil). Dapat dikonsumsi mentah maupun dimasak.
Status konservasi : (LC) Least Concern

Ditemukan pada dasar berbatu pada laguna dangkal dan terumbu menuju laut dari daerah terkena arus dangkal hingga kedalaman 15m. Memakan ganggang serabut. Membentuk agregasi perkawinan. Ikan dewasa biasa ditemukan dalam kelompok kecil, akan membentuk gerombolan besar pada daerah samudra. Ikan muda sering terlihat bergabung gerombolan dengan ikan jenis lain. Spesies yang merupakan spesies yang terendah pada hierarki ikan Acanthuridae, karena itu mereka menggunakan strategi membentuk agregasi besar yang menindas pertahanan teritori ikan herbivora jenis lainnya. 

Tubuh coklat dengan banyak garis-garis horizontal biru (kelihatan kebiruan secara keseluruhan), bibir bagian atas kuning dan garis kuning melewati matanya yang memperpanjang ke tepi operkulum. Memiliki kemampuan untuk mengubah warna dari kecoklatan gelap hingga biru pucat.

Photo courtesy Michael McKnight
Photo courtesy Plongez-Pépère

Acanthurus nigricauda

Acanthuridae
Dodoh
Blackstreak Surgeonfish / Epaulette surgeonfish
Acanthurus nigricauda
Panjang maksimum : 40cm
Persebaran : Diketahui dari Bali; juga dari Jawa dan Sumatera dan dari Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Teluk Maumere, Kepulauan Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatra.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini diketahui kadang-kadang beracun saat dikonsumsi.
Penggunaan komersil : Perikanan (komersil), Akuarium (komersil)
Status konservasi : (LC) Least Concern

Hidup di laguna jernih dan terumbu menuju laut pada puncak karang terisolasi dari kedalaman 5 hingga 30m. Hidup soliter dan berkelompok. Menyukai dasar berpasir pada seperti teluk daripada terumbu karang seperti kebanyakan Acanthuridae lainnya. Sering terlihat memakan ganggang pada dasar berpasir dekat singkapan terumbu.

Tubuh coklat dengan garis hitam khas di belakang matanya, panjangnya hingga anterior tubuh dan garis hitam pada bagian posterior tubuh, hingga sebelum sirip ekornya; sering terdapat garis putih pada dasar sirip ekornya.

Foto 1 : Photo courtesy Plongez-Pépère
Foto 2 : Photo courtesy David Fry

Acanthurus nigricans

Acanthuridae
Botana Biru Palsu
Whitecheek surgeonfish
Acanthurus nigricans
Panjang maksimum : 21cm
Persebaran : Diketahui dari Flores; juga dari Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Kalimantan.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya.
Penggunaan komersil : Perikanan (komersil). Akuarium (komersil)
Status konservasi : (LC) Least Concern

Ikan dewasa menghuni dasar keras pada laguna jernih dan terumbu menuju laut dari daerah berarus hingga kedalaman 67m dan memakan ganggang berserabut. Hidup soliter atau berkelompok. Ikan muda bersifat pemalu dan jarang terlihat, menghabiskan kebanyakan waktunya bersembunyi diantara karang besar. Umum ditemukan sepanjang Micronesia dan hibridisasi dengan A. achilles yang jarang ditemukan. Ukuran larva bermetamorfosis menjadi ikan muda saat 5.5 hingga 6cm.

Warna kehitaman atau abu-abu gelap dengan bercak putih dibawah matanya, cincin putih di belakang mulutnya, daerah kuning pada dasar sirip dorsal dan sirip anal,  yang pelan-pelan melebar kepada ujung siripnya, tulang sirip ekor kuning, sirip ekor putih dengan garis kuning.

Foto 1 : Photo courtesy BarryFackler
Foto 2 : Photo courtesy Eunice khoo

Acanthurus mata

Acanthuridae
Buntana
Elongate surgeonfish / Yellow-Mask Surgeonfish
Acanthurus mata
Panjang maksimum : 40cm
Persebaran : Dari Selat Bali ke Laut Timor; termasuk Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Pulau Weh, Togean dan Kepulauan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatra.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini berbisa
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil), Perikanan (komersil). dijual di pasar ikan secara segar, jarang sekali dagingnya ikan ini beracun.
Status konservasi : (LC) Least Concern

Ikan dewasa menghuni lereng curam, sering ditemukan di perairan keruh, biasa dekat daerah terumbu karang atau dasar berbatu pada kedalaman 5 hingga 25m. Membentuk agregasi perkawinan. Ikan dewasa sering terlihat dalam gerombolan, memakan zooplankton tinggi di atas dasar pasir atau berbatu.

Warna coklat dengan banyak garis-garis biru horizontal (terlihat kebiruan), bibir atas kuning, garis kuning melewati matanya, mampu berganti warna dari kecoklatan gelap keseluruhan menjadi biru pucat.

Foto 1 : Photo courtesy Bonnie Wal
Foto 2 : Photo courtesy _takau99

Acanthurus leucosternon

Acanthuridae
Botana Biru
Powderblue Surgeonfish
Acanthurus leucosternon
Panjang maksimum : 23cm
Persebaran : Terjadi di barat daya Indonesia; juga Mentawai Islands dan Bali.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya.
Penggunaan komersil : Perikanan (komersil).
Status konservasi : (LC) Least Concern

Inhabits shallow, clear coastal and island coral reefs (Ref. 9710). Usually found on reef flats and along upper seaward slopes (Ref. 9710). May occur singly or in large feeding aggregations. Monogamous (Ref. 52884). Feeds on benthic algae; on small, sparsely scattered algae and small growths in crevices (Ref. 28026). Caught with nets (Ref. 30573). Marketed fresh.

Tubuh biru langit secara keseluruhan dengan kepala hitam, garis putih pada daerah bibirnya, daerah piutih pada dagu dan dadanya, sirip dorsal kuning, sirip perut dan sirip anal putih dan sirip ekor keputihan. 

Foto 1 : Photo courtesy LemonTEAYK
Foto 2 : Photo courtesy Jaegerfeld Kommunikation

Acanthurus japonicus

Acanthuridae
Botana Kacamata
Japanese Surgeonfish
Acanthurus japonicus
Panjang maksimum : 20cm
Persebaran : Sulawesi Utara dan Halmahera.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya.
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil).
Status konservasi : (LC) Least Concern

Hidup di laguna jernih dan terumbu menuju laut, biasa pada daerah dangkal yang terbuka pada kedalaman 2 hinga 12m. Ditemukan dalam agregasi kecil hingga besar. Kadang-kadang soliter.

Tampak fisik mirip dengan A. nigricans, namun tubuh terwarna lebih pucat dan bukannya memiliki garis putih di bawah matanya, pipinya hampir putih keseluruhan; bagian posterior tubuhnya warna kekuningan.

Foto 1 : Photo courtesy DavidR.808
Foto 2 : Photo courtesy Patrick Randall

Acanthurus guttatus

Acanthuridae
Botana Mutiara
White-Spotted Surgeonfish
Acanthurus guttatus
Panjang maksimum : 28cm
Persebaran : Ditemukan di Indonesia barat. Juga mencatat dari Manado dan sekitarnya dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatra.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya.
Penggunaan komersil : Perikanan (komersil). Akuarium (komersil)
Status konservasi : (LC) Least Concern

Hidup di daerah berarus pada terumbu menuju laut jernih dan tepi laut berbatu pada kedalaman 0 hingga 4m. Biasa hanya hidup pada daerah samudera dan bergerombolan pada kedalaman dangkal pada dataran terumbu yang terkena arus. Memakan ganggang. Biasa membentuk agregasi besar.

Garis putih di belakang matanya dan terdapat satu lagi pada belakang sirip dadanya, sisa posterior tubuhnya diselimuti oleh bintik-bintik putih atau garis-garis (memperpanjang hingga sirip dorsal dan anal), sirip dada kuning dan garis kuning pada tengah sirip ekornya.

Foto 1 : Photo courtesy Mauritius100
Foto 2 : Photo courtesy bouftang

Acanthurus dussumieri

Acanthuridae
Eyestripe Surgeonfish / Pencilled surgeon
Acanthurus dussumieri
Panjang maksimum : 54cm
Persebaran : Dari Sumatera daya ke Laut Timor.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya.
Penggunaan komersil : Perikanan (komersil). Akuarium (komersil).
Status konservasi : (LC) Least Concern

Spesies yang terutama bergerombol, biasa ditemukan pada terumbu menuju laut pada kedalaman lebih dari 9m. Ikan dewasa biasa pada lereng terumbu pesisiran dalam dan dinding terumbu luar, sering ditemukan di bangkai kapal. Ikan muda ditemukan pada terumbu berganggang, ditemukan sendirian dan bergerombolan. Memakan pada permukaan berganggang hijau atau ganggang hijau-biru, diatom dan detritus di permukaan pasir. Terutama aktif pada siang hari.

Biasa berwarna kebiruan hingga coklat-kekuningan, kepala kekuningan dengan bintik-bintik dan garis-garis biru, garis kuning diantara mata, daerah tutup insang dan tulang siripnya hitam.

Foto 1 : Photo courtesy Ãœlar Tikk
Foto 2 : Photo courtesy Russell Gilbert

Acanthurus blochii

Acanthuridae
Ringtail Surgeonfish
Acanthurus blochii
Panjang maksimum : 42cm
Persebaran : Tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Teluk Maumere, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatra.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya.
Penggunaan komersil : Perikanan (komersil). Akuarium (komersil)
Status konservasi : (LC) Least Concern

Membentuk agregasi besar untuk memakan ganggang pada permukaan batu atau pasir. Ikan dewasa hidup di laguna luar dan terumbu menuju laut dari kedalaman 2 hingg 15m. Mereka terutama memakan film ganggang yang telah padat di atas permukaan pasir, dimana mereka ikut memakan pasir yang kemungkinan besar membantu pencernaan ganggang dalam perutnya yang berdinding tebal, juga memakan diatom dan dedritus. 

Tubuh coklat gelap dengan pinggiran biru pada sirip dorsal, anal dan ekornya dengan bintik oranye kecil di belakang matanyal sering dengan garis putih sekitar sirip dadanya.

Photo courtesy Kevin K Cheung
Photo courtesy agasifer

Acanthurus bariene

Acanthuridae
Eye-spot surgeon / Black-spot surgeonfish 
Yellowfin surgeonfish
Acanthurus bariene
Panjang maksimum : 42cm
Persebaran : Dari Sumatera daya ke Selat Bali. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Teluk Maumere dan Komodo; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatra.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya.
Penggunaan komersil : Perikanan (komersil). Akuarium (komersil)
Status konservasi : (LC) Least Concern

Ikan dewasa dan remaja sering ditemukan di lereng terumbu menuju laut dan dinding terumbu luar, biasa pada kedalaman lebih dari 30m. Biasa ditemukan soliter atau berpasangan. Memakan pada film ganggang yang tumbuh di batu. Ikan muda ditemukan pada terumbu dangkal terlindungi, biasa diantara karang lunak pada kedalaman 0.2 hingga 3m.

Biasa berwarna kecoklatan dengan banyak garis bergelombang yang tidak gampang terlihat pada jarak yang cukup jauh, pinggiran mata oranye, bintik hitam khas di belakang mata, garis oranye di belakang tutup insangnya, sirip dorsal oranye, pinggiran atas dan bawah sirip ekornya putih, seringkali dengan garis putih pada sebelum bagian ekornya.

Foto 1 : Photo courtesy eunice khoo
Foto 2 : Photo courtesy Alexandre Santos

Acanthurus auranticavus

Acanthuridae
Orange-socket surgeonfish
Acanthurus auranticavus
Panjang maksimum : 45cm
Persebaran : Diketahui dari Kepulauan Mentawai; barat dan bagian timur Indonesia. Juga mencatat dari Bali, Teluk Maumere, Togean dan Kepulauan Banggai.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya.
Penggunaan komersil : Perikanan (komersil).
Status konservasi : (LC) Least Concern

Ikan dewasa menghuni terumbu dangkal, di lagun atau terumbu luar dari kedalaman 1 hingga 20m. Sering terlihat bergerak dalam kelompok. Ikan muda sering dijumpai di antara karang lunak di laguna hingga kedalaman 2m. Ikan dewasa hidup dalam kelompok, seringkali bergabung dengan spesies Acanthuridae lainnya.

Kepala coklat, tubuh bergaris-garis biru-keunguan (hanya kelihatan saat dekat), titik warna oranye sekitar mata dan tulang ekornya, garis hitam diagonal di belakang mata, atas tutup insangnya; sering kali dengan garis putih pada batang ekornya.

Foto 1 : Photo courtesy Benjamin Naden
Foto 2 : Photo courtesy Benjamin Naden

Sunday, November 27, 2016

Chelonodon patoca

Add caption
Add caption
Keluarga : Tetraodontidae

Nama Lokal : Belum ada

Nama Inggris : Peter's Toby

Nama Latin : Canthigaster petersii

Panjang maksimum : 9cm

Ciri - ciri Fisik :  Berwarna coklat dengan banyak bintik-bintik putih pada moncong, sirip ekor dan sisi tubuhnya, garis-garis putih-kebiruan biasa di sekitar daerah mata dan punggungnya, bintik menonjol di bawah dasar sirip dorsalnya, bagian bawahnya putih.

Ekologi : Biasa ditemukan sendirian atau berpasangan di dekat terumbu karang hingga kedalaman 50m. Ia juga ditemukan di atas dasar berlumpur, daerah campuran karang dan batu dan di dekat pesisiran pantai berpasir. Spesies ini memiliki dimorfisme seksual. Ia sepertinya ditiru oleh monacanthid Palaluteres arquat.

Reproduksi : Belum diketahui

Persebaran : Sumatra barat utara

Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya.

Penggunaan komersil : Tidak diketahui

Status konservasi : (LC) Least Concern

Canthigaster valentini

Tetraodontidae
Buntel Valentini
Valentin's sharpnose puffer
Canthigaster valentini
Panjang maksimum : 10cm
Persebaran : Diketahui dari Flores dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Seribu, Pulau Sangalakki, Pulau Weh, Togean dan Kepulauan Banggai.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini beracun untuk dikonsumsi.
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Staus konservasi : (LC) Least Concern

Ditemukan pada laguna terkena aktivitas arus dan terumbu menuju laut, pada sekitar karang dan bebatuan. Sering ditemukan pada terumbu pesiriran pada kedalaman bervariasi dari kedalaman 1 hingga 50m. Ikan ini meniru filefish, ikan jantan bersifat teritorial dan sering terlihat saling bertarung. Memakan terutama pada ganggang berserabut dan ganggang merah, sepon dan jumlah kecil dalam karang, bryozoa, ekinodermata dan moluska. Membentuk agregasi (dari 10 hingga 100) sering ditemukan bercampur gerombolan dengan ikan monacanthidae.

Tubuh biasa putih dan bintik-bintik coklat pucat dan 4 buah pola pelana coklat gelap hingga kehitaman, 2 yang di tengah memperpanjang ke tubuh bagian bawah.

Bersfiat teritorial dan bereproduksi dalam bentuk harem, ikan jantan berkembang biak dengan banyak betina lainnya setiap hari. Satu atau beberapa teritori milik mereka  dijaga oleh seekor betina dan seekor jantan menajganya. Semua ikan betina yang matang secara seksual besifat teritorial. Bertelur pada dekat dasar laut. 

Foto 1 : Photo courtesy Ãœlar Tikk
Foto 2 : Photo courtesy Giuseppe Suaria
Foto 3 : Photo courtesy Jeffrey Low

Canthigaster tyleri

Tetraodontidae
Tyler's Toby
Canthigaster tyleri
Panjang maksimum : 9cm
Persebaran : Maluku
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya.
Penggunaan komersil : Tidak diketahui
Status konservasi : (LC) Least Concern

Menghuni laguna jernih dan terumbu meunuju laut dari kedalaman 1 hingga 40m. Bersifat pemalu, berlindung pada lubang dan celah-celah. Memakan pada berbagai macam ganggang, sepon dan invertebrata.

Berwarna coklat dengan banyak bintik-bintik biru muda hingga kecklatan pada posterior dan setengah bagian bawah tubuhnya, punggungnya memiliki belang-belang, bawah tubuhnya putih.

Foto 1 : Photo courtesy divemecressi
Foto 2 : Photo courtesy Erica

Canthigaster solandri

Tetraodontidae
Spotted Sharpnose
Canthigaster solandri
Panjang maksimum : 11.5 cm
Persebaran : Flores, Pulau Weh dan Sumatra
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya.
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : (LC) Least Concern

Menghuni terumbu berbatu. Juga hidup di terumbu datar yang terkena pasang dan surut, laguna dan terumbu menuju laut. Sering ditemukan di atas dasar daerah tandus terbuka, diantara karang dan dibawah tepian. Sering ditemukan berpasangan, namun juga dapat ditemukan dalam kelompok. Memangsa pada moluska, echinodermata, cacing bersegmen, krustasea dan bryozoa. Umum ditemukan.

Bintik mata pada dasar sirip dorsal; garis-garis gelap memperpanjang dari matanya; sirip ekor coklat dengan bintik-bintik pucat, barisan luar kadang membentuk garis-garis bergelombang.

Ikan ini bersifat monogamis.

Foto 1 : Photo courtesy Russell Gilbert
Foto 2 : Photo courtesy pattfwi

Canthigaster smithae

Tetraodontidae
Bicolor Toby / Smith's Pufferfish
Canthigaster smithae
Panjang maksimum : 9cm
Persebaran : Pulau Weh and Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya.
Penggunaan komersil : Tidak diketahui
Status konservasi : (LC) Least Concern.

Menghuni lereng terumbu luar. Hidup sendirian. Ditemukan pada terumbu dalam jernih, sering pada lereng dekat dinding terumbu curang dengan dasar berpuing dan bebatuan pada kedalaman hingga 30m.

Punggung, kepala bagian atas coklat sedang hingga gelap dan putih pada bagian bawah dengan sepasang garis coklat hingga kekuningan (kadang-kadang sangat pucat) dari dagu hingga dasar bagian bawah sirip ekornya, pinggiran mata kuning, garis-garis biru memancar dari matanya dan pinggiran coklat pada sirip ekornya.

Foto 1 : Photo courtesy zsispeo
Foto 2 : Photo courtesy olivier

Canthigaster rivulata

Tetraodontidae
Brown-lined Puffer
Canthigaster rivulata
Panjang maksimum : 18cm
Persebaran : Bali
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini berbisa.
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : (LC) Least Concern

Menghuni terumbu karang dan terumbu berbatu. Spesies penghuni air dalam yang diketahui dari pukat, jarang dilihat saat menyelam dan kadang-kadang menghuni lereng berpasir dimana penaikan air laut terjadi (Upwelling).

Tubuh memiliki 2 garis gelap membujur yang bergabung dengan celah insang depan, garis bawah terlihat pucat atau tidak ada; bintik-bintik hitam kecil pada daerah ventral, sirip ekor dengan garis-garis hitam, bercak hitam pada dasar sirip ekor.

Foto 1 : Photo courtesy JonathanHsieh
Foto 2 : Photo courtesy Nemo's great uncle

Canthigaster petersii

Tetraodontidae
Peter's Toby
Canthigaster petersii
Panjang maksimum : 9cm
Persebaran : Sumatra barat utara
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya.
Penggunaan komersil : Tidak diketahui
Status konservasi : (LC) Least Concern

Biasa ditemukan sendirian atau berpasangan di dekat terumbu karang hingga kedalaman 50m. Ia juga ditemukan di atas dasar berlumpur, daerah campuran karang dan batu dan di dekat pesisiran pantai berpasir. Spesies ini memiliki dimorfisme seksual. Ia sepertinya ditiru oleh monacanthid Palaluteres arquat.

Berwarna coklat dengan banyak bintik-bintik putih pada moncong, sirip ekor dan sisi tubuhnya, garis-garis putih-kebiruan biasa di sekitar daerah mata dan punggungnya, bintik menonjol di bawah dasar sirip dorsalnya, bagian bawahnya putih.

Foto 1 : Photo courtesy zsispeo
Foto 2 : Photo courtesy Benjamin Naden

Canthigaster papua

Tetraodontidae
Papuan toby
Canthigaster papua
Panjang maksimum : 9cm
Persebaran : Bima, Sumbawa Kepulauan Sunda Kecil. Tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Teluk Maumere, Komodo, Manado dan sekitarnya, Togean dan Kepulauan Banggai dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya.
Penggunaan komersil : Tidak diketahui
Status konservasi : (LC) Least Concern

Hidup di terumbu pesisiran hingga terumbu luar dari lingkungan berlumpur hingga terumbu murni. Ditemukan pada perairan jernih, kaya dengan karang di laguna dan terumbu menuju laut. Ikan dewasa berpasangan sepanjang lereng dalam sementara ikan muda dapat ditemukan pada muara dangkal dari 1m hingga kedalaman 35m.

Kepala kemerahan-coklat dengan bintik-bintik putih-kebiruan, tubuh dan sirip ekornya, kisi mata biru, garis-garis biru pada kepala dan moncongnya.

Foto 1 : Photo courtesy prophead
Foto 2 : Photo courtesy Erwin Pollakoff