Saturday, October 21, 2017

Iniistius pavo

Labridae
Peacock wrasse
Ikan kucing
Iniistius pavo
Panjang maksimum : 35cm
Persebaran : Dikenal dari Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Teluk Maumere dan Manado dan sekitarnya; Dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil), Perikanan (komersil), Ikan target pemancing. Daging ikan sangat putih, enak dikonsumsi.
Status konservasi : Least Concern (LC)

Biasanya ditemukan soliter di laguna dan terujmbu menuju ke arah laut dengan dasar berpasir halus. Ikan muda kadang-kadang ditemukan pada muara dangkal. Ikan dewasa jarang ditemukan pada kedalaman kurang dari 20m. Bersifat bentik dan bentopelagis. Menguburkan dirinya untuk beristirahat pada malam hari atau untuk bersembunyi saat merasa terancam. Ikan muda sering menyerupai daun mati dengan cara menahan tanduk mereka ke arah depan.

Ikan dewasa dengan bintik hitam kecil di bawah anterior sirip dorsalnya, tiga garis gelap vertikal pada tubuhnya dengan intensitas warna yang bervariasi ( pucat atau tidak ada), bercak putih besar di belakang sirip dadanya. Ikan muda dengan warna bervariasi, seringkali keputihan dengan 3 hingga 4 garis coklat pada tubuh dan kepala, kadang keseluruhan coklat gelap atau gelap pada bagian belakang tubuhnya; beberapa individu muda lainnya memiliki "tanduk" berwarna coklat tinggi dengan tiga buah bintik hitam pada sirip dorsalnya.

Foto 1 : Ikan muda (Photo courtesy Benjamin Naden)
Foto 2 : Ikan muda (Photo courtesy Ülar Tikk)
Foto 3 : Seekor ikan dewasa pucat tanpa garis-garis (Photo courtesy Mark Rosenstein)

Choerodon jordani

Labridae
Jordan's tuskfish / Lamu-lamu kakanda 
Choerodon jordani
Panjang maksimum : 17cm
Persebaran : Direkam dari Teluk Maumere
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ikan dewasa biasa ditemukan pada dasar pasir, bebatuan atau daerah puncak karang-karang dekat terumbu. Bertelur; membentuk pasangan saat bertelur.

Sebuah bintik pucat besar terletak di posterior bawah dasar sirip dorsal, dipinggiri pada anterior oleh sebuah garis gelap melonjong pada daerah ventralnya terhadap arah dasar sirip dada. Sirip ekor ikan dewasa berpinggiran gelap.

Foto 1 : Seekor ikan muda (Photo courtesy Brian Mayes)
Foto 2 : Seekor ikan dewasa (Photo courtesy Mark Rosenstein)

Bodianus anthioides

Labridae
Lyretail hogfish / Hogfish ekor cogak 
Bodianus anthioides
Panjang maksimum : 21cm
Persebaran : Dikenal dari Bali dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Teluk Maumere, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Kepulauan Togean dan Banggai dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (minor), Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)


Ikan dewasa menghuni terumbu menuju ke arah laut. Ikan ini hidup di daerah terumbu kaya dengan invertebrata seperti cambuk laut gorgonian dan karang hitam. Umum ditemukan sepanjang lereng terumbu luar lebih dalam dari 25m di Mikronesia. Ikan muda berpose seperti ikan dokter. Dapat ditemukan soliter atau dalam pasangan.

Kepala ikan kecoklatan oranye hingga oranye merah dan bagian anterior tubuhnya, sisa bagian tubuhnya berwarna putih dengan bintikb-intik kemerahan atau coklat, bintik kehitaman pada anterior sirip dorsal dan sirip ekor putih dengan pinggiran atas dan bawah yang memanjang hingga posterior tubuhnya. Ikan muda mirip dengan ikan dewasa, namun sirip panggul dan sirip ekor lebih panjang.

Foto 1 : Seekor ikan muda (Photo courtesy zsispeo)
Foto 2 : Seekor ikan remaja dalam transisi dari ikan muda menjadi ikan dewasa (Photo courtesy Rob)
Foto 3 : Seekor ikan dewasa (Photo courtesy Derek Keats)

Bodianus axillaris

Labridae
Axilspot hogfish / Hogfish podeng 
Bodianus axillaris
Panjang maksimum : 22cm
Persebaran : Direkam dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Teluk Maumere, Komodo dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (minor), Akuarium (komersil), Sebagai umpan (jarang)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ikan dewasa amenghunu laguna jernih dan terumbu menuju ke arah laut; umum ditemukan di perairan dangkal pada kedalaman 1 hingga 8m; individu besar kadang ditemukan pada kedalaman lebih dari 27m. Ikan muda hidup soliter di goa atau di bawah tepian terumbu dan bersifat sebagai permbersih ikan lebih besar dengan cara memangsa pada parasit yang menempel pada luar tubuh ikan (kadang ikan dewasa melakukan sifat ini, kedalaman dimana ikan ini ditemukan adalah dari 14-26m. Memangsa terutama pada invertebrata bentik, bercangkang keras, seperti moluska dan krustasea. Membentuk pasangan saat berkawin. Jarang dipasarkan, kadang ditemukan dalam perdagangan akuarium.

Ikan dewasa berwarna keunguan pada anterior, putih pada posteriror tubuh, bintik hitam besar pada dasar sirip dada dan bintik hitam menoyolok pada siirp anal dan dorsal. Ikan muda hitam keseluruhan dengan dua baris bintik-bintik putih dan moncong berujung putih.

Foto 1 : Seekor ikan muda (Photo courtesy Robert Koch)
Foto 2 : Seekor ikan dewasa (Photo courtesy zsispeo)

Saturday, October 7, 2017

Halichoeres hartzfeldii

Labridae
Hartzfeld's wrasse / Orange-line wrasse 
Halichoeres hartzfeldii
Panjang maksimum : 20cm
Persebaran : Dari Selat Bali sampai Laut Timor dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Manado dan sekitarnya, Kepulauan Togean dan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Komodo dan Sulawesi
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)


Menhguni terumbu menuju ker arah laut, lebih menyukai daerah terbuka terdiri dari pasir, puing dan bebatuan pada kedalaman kurang dari 11m. Hidup di kelompok bebas kecil terdiri dari seekor ikan jantan dengan beberapa ikan betina lebih kecil lainnya.

Ikan jantan dengan kombinasi kepala dan tubuh berwarna hijau, garis-garis ungu muda pada kepalanya dan garis biru-hitam di belakang sirip dadanya dan garis yang memanjang dari tengah tubuhnya bergradasi dari ungu muda hingga oranye. Ikan betina dan ikan muda berwarna merah muda dengan garis kuning/oranye tengah tubuh yang tebal berakhir pada bintik hitam pada pinggir sirip ekor.

Foto 1 : Photo courtesy zsispeo
Foto 2 : Photo courtesy zsispeo

Bodianus dictynna

Labridae
Bluelined wrasse / Blue-lined wrasse 
Bodianus dictynna
Panjang maksimum : 12cm
Persebaran : Diketahui dari pantai selatan Indonesia bagian timur
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Least Concern (LC)


Dilaporkan selalu berhidup dekat dengan karang terumbu yang hidup, ikan muda sering ditemukan dekat karang hitam dan kipas laut gorgonian dari kedalaman 9 hingga 35m. Ikan muda seringkali berlindung dekat karang hitam dan di bagian atas goa. Memangs aterutama pada invertebrata bentik seperti molska dan krustasea. Ikan muda seringkali memakan parasit dari ikan lainnya.

Ikan dewasa ungu pada kepala, bergradasi menjadi kemerahan-coklat pada punggung bagian atas, kuning-krim pada sisinya dengan pinggiran sisik kemerahan-coklat, 4 hingga 5 barisan bintik putih sepanjang punggungnya, bintik-bintik hitam besar pada sirip panggul dan analnya, barisan horizontal bintik-bintik hitam pada posterior punggungnya dan bintik hitam kecil pada dasar sirip ekor. Ikan muda coklat dengan bintik-bintik putih tidak beraturan dan barisan horizontal garis-garis putih yang kelihatan patah-patah.

Foto 1 : Photo courtesy zsispeo
Foto 2 : Photo courtesy zsispeo

Bodianus mesothorax

Labridae
Splitlevel hogfish 
Hogfish biasa 
Bodianus mesothorax
Panjang maksimum : 20cm
Persebaran : Diketahui dari Flores dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Pulau Seribu, Pulau Sangalakki, Kepulauan Togean dan Banggai dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Persebarannya berjangkau hingga zona subtropis saat masih muda, disebabkan oleh arus berair cukup  hangat saat tahap pelagis pertumbuhannya. Ikan dewasa menghuni terumbu kaya dengan karang di lereng luar pada kedalaman 5 hingga 20m. Ikan muda biasa ditemukan di goa, sementara ikan dewasa hidup di daerah terbuka, namun biasanya ditemukan dekat dasar, seringkali berinteraksi dengan ikan berukuran lebih besar seperti membersihkan mereka. Bertelur.

Ikan keunguan pada anterior, putih hingga kekuningan pada bagian posterior, dengan garis coklat lebar yang memisah kedua bagian tersebut. Mirip dengan ikna jenis Bodianus axillaris, namun tidak memiliki bintik-bintik hitam pada posterior sirip dorsal dan anal. Ikan muda ungu dalam hingga hampir hitam keseluruhan dengan dua baris bintik-bintik kuning besar berpinggiran hitam.

Foto 1 : Photo courtesy zsispeo
Foto 2 : Photo courtesy zsispeo

Bodianus loxozonus

Labridae
Blackfin hogfish / Eclipse hogfish 
Bodianus loxozonus
Panjang maksimum : 40cm
Persebaran : Direkam dari Bali
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil), Perikanan (minor)
Status konservasi : Least Concern (LC)


Ikan dewasa hidup di laguna jernih dan terumbu menujuke arah laut, di lereng atau pada bagian atas daerah terjal dari kedalaman 4 hingga 40m. Terutama memangsa pada invertebrata bentik bercangkang keras seperti moluska dan krustasea.

Ikan dewasa dengan warna tubuh kombinasi keputihan-biru dan garis-garis oranye horizontal,  garis hitam diagonal sepanjang batang sirip ekorya, hitam pada ujung anterior sirip anal dan sirip panggul. Ikan muda berpenampilan mirip, namun memiliki daerah pigmentasi gelap pada posterior tubuh.

Foto 1 : Photo courtesy NOAA Photo Library
Foto 2 : Photo courtesy Mark Rosenstein

Friday, October 6, 2017

Anampses twistii

Labridae
Yellowbreasted wrasse / Twister wrasse 
Anampses twistii
Panjang maksimum : 18cm
Persebaran : Diketahui dari Flores dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera.
Penggunaan komersil : Perikanan (minor), Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ikan dewasa hidup di laguna bening dan terumbu menuju ke arah laut hingga daerah dalam berarus pada kedalaman hingga 30m. Biasa ditemukan di daerah campuran puing, karang atau batu dan pasir. Biasa ditemukan soliter diantara karang-karang besar. Ikan muda kecil berenang dengan kepalanya berarah ke bawah, dengan sirip punggung dan anal berdiri, yang membuatnya terlihat seperti muka ikan lebih besar saat terlihat oleh ikan lain dari sisinya. Bertelur, berpasangan saat berkawin. Kadang dilihat di pasar ikan dan hobi akuarium.

Ikan betina dan jantan berpenampilan mirip; keunguan coklat dengan barisan bintik-bintik putih pada sisi tubuhnya, kuning pada bagian dadanya dan kepala bagian bawah dan sepasang bintik hitam pada ujung sirip anal dan sirip punggungnya.

Foto 1 : Photo courtesy Joey jojo
Foto 2 : Photo courtesy zsispeo

Anampses caeruleopunctatus

Labridae
Bluespotted wrasse / Keling batik 
Anampses caeruleopunctatus
Panjang maksimum : 42cm
Persebaran : Dikenal dari Flores. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Manado dan sekitarnya, Kepulauan Togean dan Banggai dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (minor), Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ikan dewasa ditemukan di daerah berarus di daerah terumbu karang atau tepi pantai berbatu. Ikan ini hidup soliter atau dalam pasangan. Ikan muda berukuran kecil berenang dengan kepala berarah ke dasar dan pelan-pelan merombak tubuhnya, yang membuatnya terlihat seperti sebuah daun mati tergerak oleh arus. Ikan muda terutama memangsa pada krustasea kecil dan cacing laut, saat transisi menjadi ikan dewasa, ikan ini merubah makanannya menjadi krustasea besar dan moluska. Ikan ini menguburkan dirinya dalam pasir saat malam hari. Tidak umum ditemukan di pasar ikan.

Ikan jantan terutama kehijauan dengan garis biru vertikal pada setiap sisik pada sisinya dan garis kuning hingga hijau tepat di belakang kepalanya. Ikan betina dengan barisan bintik-bintik biru horizontal pada sisinya, garis-garis biru pada kepala dan pinggiran sirip ekor biru. Ikan muda

Foto 1 : Photo courtesy zsispeo
Foto 2 : Photo courtesy Dennis Polack

Anampses lineatus

Labridae
Lined wrasse / White-dashed wrasse 
Anampses lineatus
Panjang maksimum : 12cm
Persebaran : Direkam dari Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Bali ke Sumatera Barat.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Data Deficient (DD)

Ikan dewasa menghuni laguna dan terumbu menuju ke arah laut, biasa lebih dalam dari 20m hingga paling dalam 42m. Ikan muda hidup soliter dan ikan dewasa membentuk kelompok kecil, setiap ekor dengan beberapa ikan betina dan seekor ikan jantan dominan. Bertelur.

Ikan jantan oranye coklat dengan garis-garis putih pada sisi tubuhnya, bintik-bintik biru pada kepalanya, tanda hitam pada ujung operkulum dan bercak kuning di belakang sirip dadanya. Ikan betina kehitaman dengan bintik-bintik putih menutupi kepalanya, garis-garis putih pada sisinya dan sirip ekor hitam dengan garis puitih pada dasarnya.

Foto 1 : Photo courtesy Benoit LALLEMENT
Foto 2 : Photo courtesy Nikki van Veelen

Wednesday, September 13, 2017

Halichoeres claudia

Labridae
Claudia's wrasse 
Halichoeres claudia
Panjang maksimum : 15cm
Persebaran : Diketahui dari laut Flores dan Banda.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Least Concern (LC)

Found solitary usually on outer
Ditemuakn soliter biasa di atas lereng terumbu luar pada kedalaman 1 hingag 35m. Dulu diidentifikasi sebagai H. ornatissimus yang hanya terbatas di Kepulauan Hawai dan Pulau Johnston.

Ikan jantan kehijauan dengan garis-garis yang saling terkait, berwarna oranye hingga warna mawar, garis-garis tidak beraturan warna merah jambu, oranye dan hiojau pada kepalanya, bintik hitam di belakang matanya dan bintik hitam berpinggiran putih pada tengah sirip punggungnya. Ikan betina dengan garis-garis oranye pada sisinya dan terdapat bintik hitam tambahan pada posterior sirip punggung.

Foto 1 : Seekor ikan betina (Photo courtesy zsispeo)
Foto 2 : Photo courtesy Mark Rosenstein

Halichoeres cosmetus

Labridae
Adorned wrasse 
Halichoeres cosmetus
Panjang maksimum : 12cm
Persebaran : Tercatat dari Pulau Weh, Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (minor), Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Umum ditemukan pada terumbu berbatu dan karang pdari kedalaman 2 hingga 30m. Ditemukan soltier atau dalam kelokmpok kecil di daerah campuran karang dan bebatuan di lagun dan lereng luar.

Ikan jantan kehijauan dengan 6 hingga 7 garis oranye dan 3 hingga 4 garis hijau pucat pada posterior sisinya. Ikan betina dengan sepasang bintik-bintik hitam berpinggiran putih pada sirip punggungnya.

Foto 1 : Seekor Ikan jantan (Photo courtesy zsispeo)
Foto 2 : Juga seekor ikan jantan (Photo courtesy zsispeo)

Halichoeres biocellatus

Labridae
Red-lined wrasse / False-eyed wrasse 
Halichoeres biocellatus
Panjang maksimum : 12cm
Persebaran : Dikenal dari Flores. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Manado dan sekitarnya; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Bali dan Sulawesi.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ditemukan dalam kelompok kecil, di terumbu menuju ke arah laut hingga kedalaman 35m, baisa di daerah campuran karang dan batu terumbu dengan daerah-daerah berpasir. Juga ditemukan di puncak terumbu dan pada lereng berdasar batu, seringkali berganggang.

Ikan jantan terutama kehijauan-coklat dengan garis-garis coklat terang dan gelap membaur pada setengah posterior tubuhnya, garis oranye pada kepala dan anterior tubuh dan bintik hitam (pinggiran oranye) tepat di balakang matanya. Ikan betina mirip, namun biasa lebih gelap pada setengah posterior tubuh, dengan sepasang bintik hitam berpinggiran putih pada sirip punggung. Ikan muda dengan sepasang garis kemerahan pada sisinya, garis tengah tubuh putih, sepasang bintik hitam pada sirip punggung dan bintik hitam pada atas batang sirip ekornya.

Foto 1 : Seekor ikan betina (Photo courtesy zsispeo)
Foto 2 : Seekor ikan jantan (Photo courtesy Mark Rosenstein)

Anampses meleagrides

Labridae
Spotted wrasse / Keling mutiara 
Anampses meleagrides
Panjang maksimum : 21cm
Persebaran : Dikenal dari Bali dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Teluk Maumere, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Kepulauan Togean dan Banggai dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (minor), Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ikan dewasa ditemukan di daerah campuran karang, batu dan batu kapur terkonsolidasi, serta daerah berpasir pada terumbu menuju ke arah laut, juga pada karang lunak atau sepon pada kedalaman 4 hingga 60m.

Ikan jantan coklat dengan garis-garis kebiruan pada kepala, garis-garis putih pada sisik sisi tubuhnya dan sirip ekor kekuningan hingga coklat dengan pinggiran putih. Ikan betina kehitaman dengan bintik-bintik putih menutupi kepala dan tubuhnya, sirip ekor kuning. Ikan muda dengan bintik biru berpinggiran kuning pada posterior, dorsal dan sirip anal.

Foto 1 : Seekor ikan betina (Photo courtesy Benjamin Naden)
Foto 2 : Seekor ikan betina (Photo courtesy zsispeo)

Sunday, September 10, 2017

Cheilinus fasciatus

Labridae
Redbreasted wrasse
Dean dean 
Cheilinus fasciatus
Panjang maksimum : 36cm
Persebaran : Dikenal dari Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Teluk Maumere, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Seribu, Pulau Bintan, Pulau Sangalakki, Kepulauan Togean dan Banggai dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (minor), Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ikan dewasa menghuni lagun dan terumbu menuju ke arah laut, biasa pada daerah yang memiliki campuran karang, pasir dan bebatuan. Memangsa terutama pada invertebrata bentik yang bercangkang keras, termasuk moluska, krustasea dan bulu babi. Ikan muda umum ditemukan di terumbu berlumpur, biasa sepanjang pinggiran dengan daerah yang memiliki bebatuan, ganggang dan pasir dari kedalaman 3 hingga 40m. Bertelur.

Ikan jantan dewasa dengan kepala keabu-abuan pada anterior, diikuti dengan daerah oranye-merah dan garis-garis semilih putih dan kehitaman atau abu-abu gelap pada sisinya. Ikan betina dan muda mirip dengan ikan dewasa.

Foto 1 : Photo courtesy Benjamin Naden
Foto 2 : Seekor individu dewasa (Photo courtesy Ignati)

Cheilinus oxycephalus

Labridae
Snooty wrasse 
Lama 
Cheilinus oxycephalus
Panjang maksimum : 30cm
Persebaran : Known from Bali and Mentawai Islands. Also recorded from Raja Ampat Islands, Maumere Bay, Manado and vicinity, ,Pulau Seribu, Togean and Banggai Islands and Pulau Weh; with an Indonesian distribution from Papua to Sumatra.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (minor)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ditemukan di daerah kaya dengan karang, terutama di lagun dan terumbu menuju ke arah laut pada kedalaman 1 hingga lebih dari 40m. Sebuah jenis ikan yang bersifat malu dan jarang sekali terlihat di daerah terbuka, jarang sekali akan berenang lebih dari beberapa sentimeter dari tempat berlindungnya. Ikan dewasa ditemukan dalam pasangan.

Ikan marga Cheilinus ini memiliki ukuran cukup kecil, memiliki warna yang bervarisi, dari kehijauan coklat hingga merah; bintik hitam di depan sirip dorsal dan seringkali tiga buah bintik hitam kecil pada batang sirip ekor.

Foto 1 : Seekor ikan muda (Photo courtesy eunice khoo)
Foto 2 : Seekor ikan dewasa (Photo courtesy Benoit LALLEMENT)

Cheilinus undulatus

Labridae
Humphead wrasse 
Napoleon 
Cheilinus undulatus
Panjang maksimum : 170cm
Persebaran : Diketahui dari Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Teluk Maumere, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Seribu, Pulau Sangalakki, Kepulauan Togean dan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (minor), Akuarium (komersil), Akuakultur (komersil). Termasuk salah satu ikan target pemancing.
Status konservasi : Endangered / Terancam (EN)


Menghuni lereng terumbu terjal luar, lereng kanal dan terumbu lagun. Hidup dekat dasar laut, biasa ditemukan pada kedalaman 2 hingga 60m. Ditemukan soliter namun juga dpat ditemukan dalam pasangan. Ikan muda juga ditemukan di daerah kaya dengan karang di terumbu lagun, dimana terdapat karang bercabang Acropora di sekitarnya, juga terdapat di terumbu berganggang atau berumput laut. Ikan dewasa berenang melewati terumbu pada siang hari dan beristirahat di goa terumbu atau di bawah lereng saat malam hari. Ikan ini memakan berbagai macam mangsa, terutama moluska, ikan, bulu babi, krustasea (udang) dan invertebrata lainnya. Beberapa mangsa unik yang beracun bagi ikan ini adalah cacing laut beracun (sea hares), ikan kotak dan bintang laut berduri. Ditemukan di pasar ikan Hong Kong, dijual secara hidup.

Ikan dewasa khas diidentifikasi oleh ukurannya yang sangat besar dan bentuk tubuh, namun juga kadang dapat disalahidentifikasi dengan beberapa jenis ikan kakaktua (dengan perbedaan pada struktur giginya). Ikan muda memiliki garis diagonal melewati matanya, bintik-bintik coklat memanjang membentuk barisan vertikal dan 4 hingga 5 garis putih tipis.

Foto 1 : Ikan dewasa dengan pewarnaan pucat (Photo courtesy Rob)
Foto 2 : Ikan dewasa dengan pewarnaan hiaju gelap (Photo courtesy Benjamin Naden)

Referensi :
http://www.fishbase.org/Country/CountrySpeciesSummary.php?c_code=360&id=5604

Cheilio inermis

Labridae
Cigar wrasse / Lamboso 
Cheilio inermis
Panjang maksimum : 50cm
Persebaran : Dari Selat Bali sampai Laut Timor. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Kepulauan Togean dan Banggai.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (minor), Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Menghuni padang rumput laut dan dataran terselimuti oleh ganggang di lagun dan terumbu menuju ke arah laut hingga kedalaman 30m. Hidup di dekat dasar laut, soliter. Ikan muda bersifat pemalu dan jarang sekali terlihat, biasa bersembunyi diantara rumput laut tebal atau menempel pada ganggang Sargassum; ikan dewasa biasa dalam agregasi kecil, namun kadang-kadang membentuk gerombolan besar untuk berkawin.. Memangsa terutama pada krustasea, moluska, bulu babi dan mangsa bercangkang keras lainnya.

Ikan jantan keseluruhan hijau dengan pinggiran sisik-sisik gelap, sehingga membentuk semacam pola jaringan, bintik-bintik putih sepanjang punggungnya, bercak kehitaman di belakang sirip dada dan daerah tercuci warna kuning pada posterior tubuh hingga ekornya. Ikan betina tidak memiliki bintik putih pada punggung dan biasanya hijau polos, kecoklatan atau kuning; kadang dengan garis tengah hitam (juga ditemukan di ikan muda).

Foto 1 : Seekor individu dengan pewarnaan ikan muda (Photo courtesy Benoit LALLEMENT)
Foto 2 : Pewarnaan pada ikan jantan (Photo courtesy Jean-Marie GRADOT)

Choerodon zosterophorus

Labridae
Zoster wrasse / Black-blotch tuskfish 
Choerodon zosterophorus
Panjang maksimum : 25cm
Persebaran : Recorded from Raja Ampat Islands, Maumere Bay, Komodo, Togean and Banggai Islands; with an Indonesian distribution from Papua to Komodo and Sulawesi.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ditemukan pada daerah berpasir agak terbuka dekat dasar sepanjang terumbu, seringkali di kanal dalam hingga lagun yang rawan terkena arus kuat dan tempat dimana cambuk laut banyak bertumbuh dari kedalaman 10 hingga 40m (sebuah jenis invertebrata laut yang sering ditemukan di terumbu).

Keabu-abuan pada kepala bagian atas dan punggung dengan garis-garis diagonal putih dan oranye-kuning pada tubuh, serta garis hitam pada punggung, di bawah ujung posterior sirip punggung.

Foto 1 : Seekor individu muda (Photo courtesy Mark Rosenstein)
Foto 2 : Seekor individu dewasa (Photo courtesy jasdivr)

Cirrhilabrus cyanopleura

Labridae
Blueside wrasse / Blue-scaled wrasse 
Cirrhilabrus cyanopleura
Panjang maksimum : 11cm
Persebaran : Diketahui dari Flores dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Bali, Pulau Seribu dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Bali ke Sumatera Barat
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Data Deficient (DD)

Membentuk agregasi 1 hingga 2m di atas dasar berkarang atau berbatu sepanjang ujung lagun, kanal dan lereng terumbu luar. Memangsa pada zooplankton pada kolum air. Kadang membentuk agregasi besar.

Kepala bagian atas biru abu-abu dengan tubuh anterior bergradasi hingga coklat-oranye atau merah-muda pada punggung dan posterior tubuh, bintik-bintik biru pada anterior tubuh, pinggiran sisik ungu atau kebiruan, biasa membentuk semacam bercak di belakang sirip dada dan garis ungu melintasi mulainya sirip dada,Variasi dari Bali-Komodo memiliki kepala bagian atas kemerah mudaan. Ikan muda terutama kemerahan-ungu dengan bagian bawah tubuh putih, bintik hitam kecil pada bagian atas batang sirip ekor dan bintik putih pada ujung moncongnya.

Foto 1 : Seekor ikan jantan dewasa (Photo courtesy eunice khoo)
Foto 2 : Photo courtesy Rickard Zerpe

Cirrhilabrus lubbocki

Labridae
Lubbock's wrasse / Lubbock's wrasse 
Cirrhilabrus lubbocki
Panjang maksimum : 8cm
Persebaran : Direkam dari Celebes. Juga tercatat dari Bali, Teluk Maumere, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Kepulauan Togean dan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Flores ke Kalimantan.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Hidup di terumbu luar di atas dasar karang berbatu atau di kepala karang-karang bercabang kecil. Memangsa pada zooplankton. Biasa bergerak dalam kelompok cukup besar pada kedalaman 20 hingga 25m.

Memiliki dua variasi warna ikan jantan. Variasi pertama terdiri dari warna ungu hingga merah dengan punggung kuning, dengan warna kuning seringkali menyebar ke sirip punggung. Variasi lainnya dapat kemerah-mudaan atau lavender dengan barisan bintik-bintik ungu atau garis-garis pada tingkat atas tubuh dan tengah posterior, bagian bawah seringkali dengan garis-garis putih. Ikan betina terutama merah dengan bintik hitam kecil pada bagian atas mulai sirip ekor.

Foto 1 : Photo courtesy zsispeo
Foto 2 : Photo courtesy zsispeo

Cirrhilabrus exquisitus

Labridae
Exquisite wrasse / Exquisite wrasse 
Cirrhilabrus exquisitus
Panjang maksimum : 11cm
Persebaran : Dikenal dari Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Pulau Weh, Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Hidup di atas daerah rendah berbatu dimana terdapat arus; juga pada pinggiran terumbu pada kedalaman 5 hingga 30m. Seringkali ditemukan dalam kelompok yang cukup besar, dimana kelompok ikan ini akan mencari makanan bersama pada zooplankton beberapa meter di atas dasar laut. Ikan jantan seringkali memamerkan diri sendiri kepada sesama. Dilaporkan telah berasosiasi dengan fungi Heliofungia actiniformis.

Ikan ini memiliki pola dan warna tubuh yang bervariasi, pola rumit yang menyolok ditampilkan oleh ikan jantan yang terdiri dari sirip berwarna kekuningan terang hingga merah terang dan garis-garis neon biru pada kepala dan bagian tengah posterior tubuh. Ikan jantan yang sedang tidak mencari pasangan berwarna kehijauan, seringkali dengan bintik hitam pada dekat sirip ekornya. Ikan muda dan ikan betina terutama merah dengan bintik hitam pada dekat sirip ekor dan bintik putih pada ujung moncong.

Cirrhilabrus rubrimarginatus

Labridae
Red-margined wrasse / Pink-margin wrasse 
Cirrhilabrus rubrimarginatus
Panjang maksimum : 15cm
Persebaran : Tercatat dari Bali dan Teluk Maumere dari Papua sampai Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ditemukan di perairan dalam hingga terumbu luar pada lereng terumbu dari kedalaman. Biasa berada di atas dasar berbatu atau pasir dengan daerah-daerah petak kecil yang tidak terlalu padat. Ikan muda hidup soliter diantara bebatuan besar pada kedalaman 2 hingga 30m. Ikan dewasa membentuk agregasi kecil dalam kedalaman cukup dalam, biasa lebih dari 40m sekitar daerah terumbu.

Tubuh ikan jantan lavender-pink dengan garis-garis kuning pada kepala dan sepanjang punggungnya, bercak kuning pada atas moncong atau jidatnya, bintik-bintik kemerahan pada sisinya dan garis merah lebar pada pinggiran sirip ekor.  Ikan betina mirip namun tidak memiliki pinggiran sirip ekor berwarna merah.

Foto 1 : Seekor ikan jantan (Photo courtesy Ron DeCloux)
Foto 2 : Seekor ikan jantan (Photo courtesy Mark Rosenstein)