Wednesday, September 13, 2017

Halichoeres claudia

Labridae
Claudia's wrasse 
Halichoeres claudia
Panjang maksimum : 15cm
Persebaran : Diketahui dari laut Flores dan Banda.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Least Concern (LC)

Found solitary usually on outer
Ditemuakn soliter biasa di atas lereng terumbu luar pada kedalaman 1 hingag 35m. Dulu diidentifikasi sebagai H. ornatissimus yang hanya terbatas di Kepulauan Hawai dan Pulau Johnston.

Ikan jantan kehijauan dengan garis-garis yang saling terkait, berwarna oranye hingga warna mawar, garis-garis tidak beraturan warna merah jambu, oranye dan hiojau pada kepalanya, bintik hitam di belakang matanya dan bintik hitam berpinggiran putih pada tengah sirip punggungnya. Ikan betina dengan garis-garis oranye pada sisinya dan terdapat bintik hitam tambahan pada posterior sirip punggung.

Foto 1 : Seekor ikan betina (Photo courtesy zsispeo)
Foto 2 : Photo courtesy Mark Rosenstein

Halichoeres cosmetus

Labridae
Adorned wrasse 
Halichoeres cosmetus
Panjang maksimum : 12cm
Persebaran : Tercatat dari Pulau Weh, Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (minor), Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Umum ditemukan pada terumbu berbatu dan karang pdari kedalaman 2 hingga 30m. Ditemukan soltier atau dalam kelokmpok kecil di daerah campuran karang dan bebatuan di lagun dan lereng luar.

Ikan jantan kehijauan dengan 6 hingga 7 garis oranye dan 3 hingga 4 garis hijau pucat pada posterior sisinya. Ikan betina dengan sepasang bintik-bintik hitam berpinggiran putih pada sirip punggungnya.

Foto 1 : Seekor Ikan jantan (Photo courtesy zsispeo)
Foto 2 : Juga seekor ikan jantan (Photo courtesy zsispeo)

Halichoeres biocellatus

Labridae
Red-lined wrasse / False-eyed wrasse 
Halichoeres biocellatus
Panjang maksimum : 12cm
Persebaran : Dikenal dari Flores. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Manado dan sekitarnya; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Bali dan Sulawesi.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ditemukan dalam kelompok kecil, di terumbu menuju ke arah laut hingga kedalaman 35m, baisa di daerah campuran karang dan batu terumbu dengan daerah-daerah berpasir. Juga ditemukan di puncak terumbu dan pada lereng berdasar batu, seringkali berganggang.

Ikan jantan terutama kehijauan-coklat dengan garis-garis coklat terang dan gelap membaur pada setengah posterior tubuhnya, garis oranye pada kepala dan anterior tubuh dan bintik hitam (pinggiran oranye) tepat di balakang matanya. Ikan betina mirip, namun biasa lebih gelap pada setengah posterior tubuh, dengan sepasang bintik hitam berpinggiran putih pada sirip punggung. Ikan muda dengan sepasang garis kemerahan pada sisinya, garis tengah tubuh putih, sepasang bintik hitam pada sirip punggung dan bintik hitam pada atas batang sirip ekornya.

Foto 1 : Seekor ikan betina (Photo courtesy zsispeo)
Foto 2 : Seekor ikan jantan (Photo courtesy Mark Rosenstein)

Anampses meleagrides

Labridae
Spotted wrasse / Keling mutiara 
Anampses meleagrides
Panjang maksimum : 21cm
Persebaran : Dikenal dari Bali dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Teluk Maumere, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Kepulauan Togean dan Banggai dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (minor), Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ikan dewasa ditemukan di daerah campuran karang, batu dan batu kapur terkonsolidasi, serta daerah berpasir pada terumbu menuju ke arah laut, juga pada karang lunak atau sepon pada kedalaman 4 hingga 60m.

Ikan jantan coklat dengan garis-garis kebiruan pada kepala, garis-garis putih pada sisik sisi tubuhnya dan sirip ekor kekuningan hingga coklat dengan pinggiran putih. Ikan betina kehitaman dengan bintik-bintik putih menutupi kepala dan tubuhnya, sirip ekor kuning. Ikan muda dengan bintik biru berpinggiran kuning pada posterior, dorsal dan sirip anal.

Foto 1 : Seekor ikan betina (Photo courtesy Benjamin Naden)
Foto 2 : Seekor ikan betina (Photo courtesy zsispeo)

Sunday, September 10, 2017

Cheilinus fasciatus

Labridae
Redbreasted wrasse
Dean dean 
Cheilinus fasciatus
Panjang maksimum : 36cm
Persebaran : Dikenal dari Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Teluk Maumere, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Seribu, Pulau Bintan, Pulau Sangalakki, Kepulauan Togean dan Banggai dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (minor), Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ikan dewasa menghuni lagun dan terumbu menuju ke arah laut, biasa pada daerah yang memiliki campuran karang, pasir dan bebatuan. Memangsa terutama pada invertebrata bentik yang bercangkang keras, termasuk moluska, krustasea dan bulu babi. Ikan muda umum ditemukan di terumbu berlumpur, biasa sepanjang pinggiran dengan daerah yang memiliki bebatuan, ganggang dan pasir dari kedalaman 3 hingga 40m. Bertelur.

Ikan jantan dewasa dengan kepala keabu-abuan pada anterior, diikuti dengan daerah oranye-merah dan garis-garis semilih putih dan kehitaman atau abu-abu gelap pada sisinya. Ikan betina dan muda mirip dengan ikan dewasa.

Foto 1 : Photo courtesy Benjamin Naden
Foto 2 : Seekor individu dewasa (Photo courtesy Ignati)

Cheilinus oxycephalus

Labridae
Snooty wrasse 
Lama 
Cheilinus oxycephalus
Panjang maksimum : 30cm
Persebaran : Known from Bali and Mentawai Islands. Also recorded from Raja Ampat Islands, Maumere Bay, Manado and vicinity, ,Pulau Seribu, Togean and Banggai Islands and Pulau Weh; with an Indonesian distribution from Papua to Sumatra.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (minor)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ditemukan di daerah kaya dengan karang, terutama di lagun dan terumbu menuju ke arah laut pada kedalaman 1 hingga lebih dari 40m. Sebuah jenis ikan yang bersifat malu dan jarang sekali terlihat di daerah terbuka, jarang sekali akan berenang lebih dari beberapa sentimeter dari tempat berlindungnya. Ikan dewasa ditemukan dalam pasangan.

Ikan marga Cheilinus ini memiliki ukuran cukup kecil, memiliki warna yang bervarisi, dari kehijauan coklat hingga merah; bintik hitam di depan sirip dorsal dan seringkali tiga buah bintik hitam kecil pada batang sirip ekor.

Foto 1 : Seekor ikan muda (Photo courtesy eunice khoo)
Foto 2 : Seekor ikan dewasa (Photo courtesy Benoit LALLEMENT)

Cheilinus undulatus

Labridae
Humphead wrasse 
Napoleon 
Cheilinus undulatus
Panjang maksimum : 170cm
Persebaran : Diketahui dari Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Teluk Maumere, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Seribu, Pulau Sangalakki, Kepulauan Togean dan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (minor), Akuarium (komersil), Akuakultur (komersil). Termasuk salah satu ikan target pemancing.
Status konservasi : Endangered / Terancam (EN)


Menghuni lereng terumbu terjal luar, lereng kanal dan terumbu lagun. Hidup dekat dasar laut, biasa ditemukan pada kedalaman 2 hingga 60m. Ditemukan soliter namun juga dpat ditemukan dalam pasangan. Ikan muda juga ditemukan di daerah kaya dengan karang di terumbu lagun, dimana terdapat karang bercabang Acropora di sekitarnya, juga terdapat di terumbu berganggang atau berumput laut. Ikan dewasa berenang melewati terumbu pada siang hari dan beristirahat di goa terumbu atau di bawah lereng saat malam hari. Ikan ini memakan berbagai macam mangsa, terutama moluska, ikan, bulu babi, krustasea (udang) dan invertebrata lainnya. Beberapa mangsa unik yang beracun bagi ikan ini adalah cacing laut beracun (sea hares), ikan kotak dan bintang laut berduri. Ditemukan di pasar ikan Hong Kong, dijual secara hidup.

Ikan dewasa khas diidentifikasi oleh ukurannya yang sangat besar dan bentuk tubuh, namun juga kadang dapat disalahidentifikasi dengan beberapa jenis ikan kakaktua (dengan perbedaan pada struktur giginya). Ikan muda memiliki garis diagonal melewati matanya, bintik-bintik coklat memanjang membentuk barisan vertikal dan 4 hingga 5 garis putih tipis.

Foto 1 : Ikan dewasa dengan pewarnaan pucat (Photo courtesy Rob)
Foto 2 : Ikan dewasa dengan pewarnaan hiaju gelap (Photo courtesy Benjamin Naden)

Referensi :
http://www.fishbase.org/Country/CountrySpeciesSummary.php?c_code=360&id=5604

Cheilio inermis

Labridae
Cigar wrasse / Lamboso 
Cheilio inermis
Panjang maksimum : 50cm
Persebaran : Dari Selat Bali sampai Laut Timor. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Kepulauan Togean dan Banggai.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (minor), Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Menghuni padang rumput laut dan dataran terselimuti oleh ganggang di lagun dan terumbu menuju ke arah laut hingga kedalaman 30m. Hidup di dekat dasar laut, soliter. Ikan muda bersifat pemalu dan jarang sekali terlihat, biasa bersembunyi diantara rumput laut tebal atau menempel pada ganggang Sargassum; ikan dewasa biasa dalam agregasi kecil, namun kadang-kadang membentuk gerombolan besar untuk berkawin.. Memangsa terutama pada krustasea, moluska, bulu babi dan mangsa bercangkang keras lainnya.

Ikan jantan keseluruhan hijau dengan pinggiran sisik-sisik gelap, sehingga membentuk semacam pola jaringan, bintik-bintik putih sepanjang punggungnya, bercak kehitaman di belakang sirip dada dan daerah tercuci warna kuning pada posterior tubuh hingga ekornya. Ikan betina tidak memiliki bintik putih pada punggung dan biasanya hijau polos, kecoklatan atau kuning; kadang dengan garis tengah hitam (juga ditemukan di ikan muda).

Foto 1 : Seekor individu dengan pewarnaan ikan muda (Photo courtesy Benoit LALLEMENT)
Foto 2 : Pewarnaan pada ikan jantan (Photo courtesy Jean-Marie GRADOT)

Choerodon zosterophorus

Labridae
Zoster wrasse / Black-blotch tuskfish 
Choerodon zosterophorus
Panjang maksimum : 25cm
Persebaran : Recorded from Raja Ampat Islands, Maumere Bay, Komodo, Togean and Banggai Islands; with an Indonesian distribution from Papua to Komodo and Sulawesi.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ditemukan pada daerah berpasir agak terbuka dekat dasar sepanjang terumbu, seringkali di kanal dalam hingga lagun yang rawan terkena arus kuat dan tempat dimana cambuk laut banyak bertumbuh dari kedalaman 10 hingga 40m (sebuah jenis invertebrata laut yang sering ditemukan di terumbu).

Keabu-abuan pada kepala bagian atas dan punggung dengan garis-garis diagonal putih dan oranye-kuning pada tubuh, serta garis hitam pada punggung, di bawah ujung posterior sirip punggung.

Foto 1 : Seekor individu muda (Photo courtesy Mark Rosenstein)
Foto 2 : Seekor individu dewasa (Photo courtesy jasdivr)

Cirrhilabrus cyanopleura

Labridae
Blueside wrasse / Blue-scaled wrasse 
Cirrhilabrus cyanopleura
Panjang maksimum : 11cm
Persebaran : Diketahui dari Flores dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Bali, Pulau Seribu dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Bali ke Sumatera Barat
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Data Deficient (DD)

Membentuk agregasi 1 hingga 2m di atas dasar berkarang atau berbatu sepanjang ujung lagun, kanal dan lereng terumbu luar. Memangsa pada zooplankton pada kolum air. Kadang membentuk agregasi besar.

Kepala bagian atas biru abu-abu dengan tubuh anterior bergradasi hingga coklat-oranye atau merah-muda pada punggung dan posterior tubuh, bintik-bintik biru pada anterior tubuh, pinggiran sisik ungu atau kebiruan, biasa membentuk semacam bercak di belakang sirip dada dan garis ungu melintasi mulainya sirip dada,Variasi dari Bali-Komodo memiliki kepala bagian atas kemerah mudaan. Ikan muda terutama kemerahan-ungu dengan bagian bawah tubuh putih, bintik hitam kecil pada bagian atas batang sirip ekor dan bintik putih pada ujung moncongnya.

Foto 1 : Seekor ikan jantan dewasa (Photo courtesy eunice khoo)
Foto 2 : Photo courtesy Rickard Zerpe

Cirrhilabrus lubbocki

Labridae
Lubbock's wrasse / Lubbock's wrasse 
Cirrhilabrus lubbocki
Panjang maksimum : 8cm
Persebaran : Direkam dari Celebes. Juga tercatat dari Bali, Teluk Maumere, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Kepulauan Togean dan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Flores ke Kalimantan.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Hidup di terumbu luar di atas dasar karang berbatu atau di kepala karang-karang bercabang kecil. Memangsa pada zooplankton. Biasa bergerak dalam kelompok cukup besar pada kedalaman 20 hingga 25m.

Memiliki dua variasi warna ikan jantan. Variasi pertama terdiri dari warna ungu hingga merah dengan punggung kuning, dengan warna kuning seringkali menyebar ke sirip punggung. Variasi lainnya dapat kemerah-mudaan atau lavender dengan barisan bintik-bintik ungu atau garis-garis pada tingkat atas tubuh dan tengah posterior, bagian bawah seringkali dengan garis-garis putih. Ikan betina terutama merah dengan bintik hitam kecil pada bagian atas mulai sirip ekor.

Foto 1 : Photo courtesy zsispeo
Foto 2 : Photo courtesy zsispeo

Cirrhilabrus exquisitus

Labridae
Exquisite wrasse / Exquisite wrasse 
Cirrhilabrus exquisitus
Panjang maksimum : 11cm
Persebaran : Dikenal dari Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Pulau Weh, Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Hidup di atas daerah rendah berbatu dimana terdapat arus; juga pada pinggiran terumbu pada kedalaman 5 hingga 30m. Seringkali ditemukan dalam kelompok yang cukup besar, dimana kelompok ikan ini akan mencari makanan bersama pada zooplankton beberapa meter di atas dasar laut. Ikan jantan seringkali memamerkan diri sendiri kepada sesama. Dilaporkan telah berasosiasi dengan fungi Heliofungia actiniformis.

Ikan ini memiliki pola dan warna tubuh yang bervariasi, pola rumit yang menyolok ditampilkan oleh ikan jantan yang terdiri dari sirip berwarna kekuningan terang hingga merah terang dan garis-garis neon biru pada kepala dan bagian tengah posterior tubuh. Ikan jantan yang sedang tidak mencari pasangan berwarna kehijauan, seringkali dengan bintik hitam pada dekat sirip ekornya. Ikan muda dan ikan betina terutama merah dengan bintik hitam pada dekat sirip ekor dan bintik putih pada ujung moncong.

Cirrhilabrus rubrimarginatus

Labridae
Red-margined wrasse / Pink-margin wrasse 
Cirrhilabrus rubrimarginatus
Panjang maksimum : 15cm
Persebaran : Tercatat dari Bali dan Teluk Maumere dari Papua sampai Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ditemukan di perairan dalam hingga terumbu luar pada lereng terumbu dari kedalaman. Biasa berada di atas dasar berbatu atau pasir dengan daerah-daerah petak kecil yang tidak terlalu padat. Ikan muda hidup soliter diantara bebatuan besar pada kedalaman 2 hingga 30m. Ikan dewasa membentuk agregasi kecil dalam kedalaman cukup dalam, biasa lebih dari 40m sekitar daerah terumbu.

Tubuh ikan jantan lavender-pink dengan garis-garis kuning pada kepala dan sepanjang punggungnya, bercak kuning pada atas moncong atau jidatnya, bintik-bintik kemerahan pada sisinya dan garis merah lebar pada pinggiran sirip ekor.  Ikan betina mirip namun tidak memiliki pinggiran sirip ekor berwarna merah.

Foto 1 : Seekor ikan jantan (Photo courtesy Ron DeCloux)
Foto 2 : Seekor ikan jantan (Photo courtesy Mark Rosenstein)

Saturday, September 9, 2017

Coris aygula

Labridae
Clown coris / Clown wrasse 
Coris aygula
Panjang maksimum : 60cm
Persebaran : Direkam dari Bali; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (minor), Akuarium (komersil), termasuk ikan yang ditarget oleh para pemancing
Status konservasi : Least Concern (LC)

Hidup di daerah berpasir atau daerah berbatu pada terumbu datar terbuka dan lagun terumbu, seringkali pada daerah berarus yang agak terbuka. Ikan dewasa bersfiat soliter. Ikan muda seringkali ditemukan pada kolam kecil terkena arus yang dangkal. Memangsa terutama pada invertebrata bercangkang keras, ternasuk krustasea, moluska dan bulu babi.

Ikan jantan hijau gelap, hampir kelihatan hitam keseluruhan di bawah air, seringkali dengan garis putih di belakang sirip dada dan sebuah garis atau lebih berwarna pucat pada tengah sisinya yang tampak tidak terlalu kelihatan. Ikan betina abu-abu muda pada kepala dan bintik-bintik hitam dan abu-abu gelap pada posterior tubuh, kedua daerah tersebut terpisah oleh garis putih. Ikan muda keputihan dengan bintik-bintik hitam pada kepala dan anterior tubuh dengan sepasang bintik hitam berpinggiran putih pada sirip punggung dan bintik oranye di bawahnya.

Foto 1 : Seekor ikan muda dengan pewarnaan menyolok (Photo courtesy zsispeo)
Foto 2 : Seekor ikan betina dengan pewarnaan agak pucat (Photo courtesy zsispeo)
Foto 3 : Seekor ikan jantan dewasa berukuran besar dengan jidat menonjol (Photo courtesy zsispeo)

Coris batuensis

Labridae
Batu coris / Batu rainbow-wrasse 
Coris batuensis
Panjang maksimum : 15cm
Persebaran : Dikenal dari Bali dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Teluk Maumere, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Seribu, Pulau Sangalakki, Kepulauan Togean dan Banggai dan Pulau Weh.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (minor), Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Menghuni lagun jernih dan terumbu menuju ke laut hingga kedalaman 15m dan dekat daerah berdasar pasir dan batu pada kedalaman 2 hingga 30m, dalam kelompok kecil. Memangsa pada kepiting dan gastropoda kecil.

Ikan dewasa keputihan hingga kehijauan pucat dnegan beberapa garis coklat hingga hitam pada bagian atas sisi tubuh, bintik hitam berpinggiran putih pada tengah sirip dorsal. Ikan muda putih pada anterior bergradasi hingga kehijauan dengan banyak bintik-bintik kemerahan kecil.

Foto 1 : Seekor ikan dewasa dengan pewaranan standar (Photo courtesy Rickard Zerpe)
Foto 2 : Seekor ikan dewasa dengan variasi warna lebih pucat (Photo courtesy zsispeo)

Coris dorsomacula

Labridae
Pale-barred coris / Pink-lined wrasse 
Coris dorsomacula
Panjang maksimum : 38cm
Persebaran : Direkam dari Bali, Teluk Maumere, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Kepulauan Togean dan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Flores ke Kalimantan.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Menghuni terumbu pesisiran hingga terumbu luar hingga celah-celah dalam atau sepanjang pinggiran terumbu. Menghuni terumbu berbatu dan berkarang pada daerah dengan batu, rumput laut dan pasir dari kedalaman 5 hingga 40m.

Ikan jantan terutama kehijauan dengan serangkaian garis putih tipis pada sisinya, bagian bawah kepala dan tubuh berwarna putih, garis  oranye dari moncong hingga baagian atas sisi tubuhnya dan sirip ekor hijau dengan garis-garis merah yang bergabung. Ikan betina terutama merah dengan garis-garis vertikal merah pucat, bintik hitam berujung kuning pada belakang tutup insangnya dan bintik hitam pada posterior siirp punggung. Ikan muda terutama putih dengan garis lebar pada sisi atas yang berwarna antara warna coklat hingga merah.

Foto 1 : Seekor ikan muda (Photo courtesy Mark Rosenstein)
Foto 2 : Seekor ikan jantan (Photo courtesy Richard Ling)

Coris cuvieri

Labridae
African Coris
Coris cuvieri
Panjang maksimum : 38cm
Persebaran : Direkam dari Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Jawa ke Sumatera Barat. Dikenal dari Pulau Weh dan Nusa Penida.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Hidup di terumbu datar terbuka, lagun dan terumbu menuju ke arah laut pada daerah campuran pasir, karang dan bebatuan. Ikan muda hidup di kolam terkena arus yang kecil, terumbu datar dengan batu-batu berganggang. Biasa hidup soliter. Memangsa terutama pada mangsa bercangkang keras, termasuk krustasea, moluska dan bulu babi. Membalikan batu untuk mencari mangsa yang bersembunyi dibawahnya.


Ikan jantan hijau gelap hingga kemerahan-coklat dengan sepasang garis bergelombang berwarna magenta atau oranye-merah pada sisi kepalanya, seringkali dengan garis putih pucat di belakang sirip dadanya. Ikan betina memiliki kepala yang lebih pucat dibandingkan seluruh tubuhnya dan tubuhnya diselimuti bintik-bintik biru kecil. Ikan muda tampak sangat berbeda, tubuh merah dengan tiga garis putih berbentuk polana sepanjang punggungnya dan sirip ekor putih.

Foto 1 : Seekor ikan muda sedang mencari makanan (Photo courtesy jorge assunção)
Foto 2 : Foto dekat seekor ikan muda (Photo courtesy Plongez-Pépère)
Foto 3 : Seekor ikan jantan dewassa (Photo courtesy danielguip)

Diproctacanthus xanthurus

Labridae
Yellowtail tubelip / Yellow-tail wrasse 
Diproctacanthus xanthurus
Panjang maksimum : 10cm
Persebaran : Diketahui dari Jawa, Flores, dan New Guinea. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Bintan, Pulau Sangalakki, Kepulauan Togean dan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Sebuah jenis ikan soliter, hidup di daerah kaya dengan karang di laguna dan terumbu menuju ke arah laut yang terlindung. Ikan dewasa biasa memangsa pada polip karang sementara ikan muda memakan parasit dari ikan kecil yang bersifat teritorial. IKan dewasa biasa hidup dalam kelompok kecil. Biasa hanya ikan muda berukuran kecil yang akan membersihkan ikan lain.

Tubuh ikan ini memiliki bentuk yang mirip dengan ikan dokter (Labroides). Biasanya putih hingga kekuningan dengan sepasang garis coklat gelap luas pada bagian atas tubuhnya, garis putih tipis pada dasar sirip punggung dan sirip ekor kuning.

Foto 1 : Seekor ikan muda dengan pewarnaan hitam-putih menyolok (Photo courtesy Benoit LALLEMENT)
Foto 2 : Seekor ikan dewasa (Photo courtesy Benoit LALLEMENT)

Epibulus insidiator

Labridae
Sling-jaw wrasse 
Kenari kuning 
Epibulus insidiator
Panjang maksimum : 30cm
Persebaran : Dari Selat Bali ke Laut Timor; termasuk Flores dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Kepulauan Togean dan Banggai.
Bahaya terhadap manusia : Pernah terlibat dalam kasus keracunan ciguareta
Penggunaan komersil : Perikanan (minor), Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)


Menghuni daerah kaya dengan karang pada lagun dan terumbu menuju ke arah laut. Biasanya ditemukan soliter. Memangsa pada invertebrata dan ikan yang menghuni terumbu pada kedalaman 2 hingga 42. Mampu melakukan migrasi diantara daun-daun mengambang di laut. Ikan dewasa biasanya sepanjang lereng dalam atau lereng terjal. Kadang ikan ini akan mengunjungi stasiun pembersih dengan mulut mereka terbuka luas untuk dibersihkan oleh ikan dokter.

Ikan jantan keabu-abuan coklat dengan pinggiran sisik warna hitam, punggung anterior oranye, kepala abu-abu pucat, garis hitam melewati matanya dan garis kuning vertikal pada tengah sisinya. Ikan betina antara warna coklat gelap atau kuning terang keseluruhan/ Ikan muda yang jarang dijumpai dengan garis-garis putih memancar dari matanya dan empat garis putih tipis pada sisinya.

Foto 1 : Seekor ikan betina dengan pewarnaan lebih gelap dari biasa (Photo courtesy Benoit LALLEMENT)
Foto 2 : Seekor ikan jantan dewasa (Photo courtesy zsispeo)

Cymolutes torquatus

Labridae
Finescale razorfish / Razor wrasse 
Cymolutes torquatus
Panjang maksimum : 20cm
Persebaran : Direkam dari Bali, Teluk Maumere dan Manado dan sekitarnya; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan 
Status konservasi : Least Concern (LC)

Seekor spesies ikan yang soliter, umum ditemukan di daerah terbuka pada terumbu datar dan daerah lagun berpasir hingga kedalaman 15m. Juga dapat ditemukan di muara. Memangsa pada invertebrata bentik. Biasa ditemukan pada daerah berarus seperti kanal berarus. Ikan muda sering ditemukan pada singkapan batu dan ganggang atau sekitar pinggiran rumput laut berjumlah kecil. Ikan jenis ini dapat menyelam ke dalam pasir saat merasa takut / terkejut.

Ikan jantan hijau pucat dengan moncong dan punggung keabu-abuan, garis-garis bergelombang pada sisinya, garis-garis miring gelap tepat di belakang kepalanya dan garis oranye-coklat pada tepi belakang tutup insangnya. Ikan betina coklat terang hingga keputihan dengan garis coklat dari mata hingga dasar sirip dadanya dan banyak garis-garis coklat vertikal pada bawah garis coklatnya.

Foto 1 : Seekor ikan muda (Photo courtesy eunice khoo)
Foto 2 : Seekor ikan betina pada habitat berdasar pasir terbuka (Photo courtesy Benjamin Naden)
Foto 3 : Seekor ikan dewasa, jenis kelamin tidak diketahui (Photo courtesy Benjamin Naden)

Wednesday, September 6, 2017

Halichoeres argus

Labridae
Argus wrasse / Peacock wrasse 
Halichoeres argus
Panjang maksimum : 11cm
Persebaran : Dikenal dari Bali dan Flores; juga Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Manado dan sekitarnya, Pulau Seribu, Pulau Bintan, Kepulauan Togean dan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera Timur.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (minor), Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Biasa ditemukan dalam kelompok di terumbu dekat pesisiran dan terumbu datar yang dipenuhi rumput laut, juga dalam terumbu datar berbatu dipenuhi ganggang dan lagun pada kedalaman hingga 5m.

Ikan jantan kemerahan dengan bintik-bintik hijau terang pada setiap sisik pada sisinya, memiliki pola rumit terdiri dari garis-garis merah muda, merah atau oranye pada kepala, seringkali dengan pinggiran hitam pada sirip ekor. Ikan betina memiliki 5 hingga 6 bintik-bintik putih sepanjang punggungnya.

Foto 1 : Seekor ikan muda (Photo courtesy zsispeo)
Foto 2 : Seekor ikan jantan dengan pewarnaan yang menyolok (Photo courtesy zsispeo)

Halichoeres hortulanus

Labridae
Checkerboard wrasse 
Badar 
Halichoeres hortulanus
Panjang maksimum : 27cm
Persebaran : Dikenal dari Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Teluk Maumere, Manado dan sekitarnya, Pulau Seribu, Pulau Bintan, Pulau Sangalakki, Kepulauan Togean dan Banggai dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatra.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (minor), Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Menghuni daerah pasir di lagun dan terumbu menuju ke arah laut hingga kedalaman 30m, juga pada lereng hingga kedalaman cukup dalam sepanjang lereng. Ikan muda umum ditemukan pada dasar kanal arus. Memangsa terutama pada hewan bercangkang, termasuk moluska, krustasea dan bulu babi.

Ikan jantan keseluruhan hijau hingga kebiruan dengan garis atau bintik biru pada setiap sisik pada sisinya, garis-garis merah muda hingga oranye pada kepala hijaunya, bintiik kuning di bawah sirip dorsal depannya dan bintik kuning lebih kecil di bawah tengah sirip punggungnya. Ikan betina keseluruhan kemerah mudahan hingga hijau pucat dengan kepala hijau muda dengan garis-garis oranye atau merah muda. Ikan muda putih dengan garis hitam besar pada tengah tubuhnya yang memanjang hingga sirip punggung (ditandai oleh bintik hitam besar berpinggiran kuning.

Foto 1 : Photo courtesy Jeffrey Low
Foto 2 : Photo courtesy Arne Kuilman

Halichoeres leucoxanthus

Labridae
Canarytop wrass / Lemon meringue wrasse 
Halichoeres leucoxanthus
Panjang maksimum : 11cm
Persebaran : Direkam dari Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Jawa ke Sumatera bagian barat. Juga dikenal dari Bali.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ditemukan sepanjang tepi terumbu, di daerah pasir dan bebatuan pada kedalaman 20 hingga 40m. Biasa dalam kelompok kecil.

Mirip dengan kerabatnya Halichoeres chrysus, namun setengah bawah bagian bawah putih dibandingkan keseluruhan kuning. Ikan betina mirip dengan jantan, namun memiliki tiga bintik-bintik hitam pada sirip punggung.

Foto 1 : Photo courtesy Ülar Tikk
Foto 2 : Photo courtesy Benjamin Naden

Halichoeres marginatus

Labridae
Dusky wrasse / Bayeman 
Halichoeres marginatus
Panjang maksimum : 12cm
Persebaran : Dikenal dari Flores dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Seribu, Pulau Bintan, Pulau Sangalakki, Kepulauan Togean dan Banggai dan Pulau Weh.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (minor), Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Menghuni lagun dan terumbu menuju ke arah sepanjang pada tepi atas lereng yang kaya dengan karang dari kedalaman 1 hingga 30m. Mungkin ditemukan soliter atau dalam kelompoik kecil. Ikan muda biasa ditemukan pada terumbu datar luar. Memangsa pada bervariasi invertebrata kecil seperti telur ikan.

Ikan jantan biasanya hijau hingga kecoklatan dengan garis-garis biru atau barisan bintik-bintik biru horizontal pada sisinya, bintik-bintik kebiruan dan bercak kuning pada sirip dada dan pola bentuk sabit warna biru pada sirip ekor. Ikan betina coklat dengan garis-garis coklat gelap pada sisi, garis-garis hijau pada kepala dan bintik hitam berpinggiran putih di sirip punggung. Ikan muda terutama kehitaman dengan garis-garis putih tipis, bercak putih pada punggung dan bintik hitam berpinggiran putih pada tengah sirip punggung

Foto 1 : Photo courtesy Patrick Randall
Foto 2 : Photo courtesy Mauritius100