Tuesday, January 3, 2017

Ecsenius pictus

Blenniidae
White-lined comb-tooth / Pictus Coralblenny
Ecsenius pictus
Panjang maksimum : 5cm
Persebaran : Indo-Cina hingga Papua
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini berbisa dan memiliki gigi taring yang cukup tajam.
Penggunaan komersil : Akuarium
Status konservasi : Tidak ternilai

Tubuh coklat gelap dengan garis putih berpinggiran hitam di belakang matanya dan banyak garis-garis putih pada sisinya, dua baris bintik-bintik putih (satu pada sisi tengah dan satu di punggung atas), sirip ekor kekuningan.

Found among corals (Ref. 9710). Adults occur mainly along outer reef walls with rich coral and other invertebrate growth at moderate depths to about 25 m. Usually seen in pairs and often perched on large sponges (Ref. 48636). A deep-dwelling species of the genus. Oviparous. Eggs are demersal and adhesive (Ref. 205), and are attached to the substrate via a filamentous, adhesive pad or pedestal (Ref. 94114). Larvae are planktonic, often found in shallow, coastal waters (Ref. 94114). Minimum depth from Ref. 58018 Ditemukan pada daerah berkarang.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut.

Foto 1 : Photo courtesy eunice khoo
Foto 2 : Photo courtesy Paul Flandinette

Ecsenius ops

Blenniidae
Eye-spot blenny / Yellow-eye combtooth-blenny
Ecsenius ops
Panjang maksimum : 6.2cm
Persebaran : Teluk Tallabassi, Papua ke Bali, dan Flores
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium
Status konservasi : LC (Least Concern)

Ikan dewasa ditemukan pada perairan pesisiran jernih hingga terumbu luar pada kedalaman maksimum sekitar 20m. Sering ditemukan di atas karang hidup. Hidup soliter atau dalam kelompok kecil.

Kepala abu-abu-biru, tubuh coklat dan garis putih dibawah matanya. Terdapat variasi lain yang memiliki tampak kepala yang sama, namun coklat pada punggung dan kepala atas, coklat pucat hingga keputihan pada sisi bawahnya, warna dari kepala bergradasi menjadi pucat pada bagian bawah.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut.

Foto 1 : Photo courtesy danielguip
Foto 2 : Photo courtesy danielguip

Ecsenius oculus

Blenniidae
Ocular Blenny / Spectacled Coralblenny
Ecsenius oculus
Panjang maksimum : 6cm
Persebaran : Indonesia
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium
Status konservasi : LC (Least Concern)

Ditemukan pada laguna hingga kedalamn 15m. Sering berada sekitar terumbu karang. Ikan dewasa memiliki perbedaan geografis, tergantung daerah asalnya.

Coklat dengan garis-garis hitam bergelombang dan garis-garis membujur pucat, beberapa pasang bintik hitam besar berpinggiran putih pada bagian atas setengah tubuh.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut.

Foto 1 : Photo courtesy LemonTeaYK
Foto 2 : Photo courtesy LemonTeaYK

Ecsenius namiyei

Blenniidae
Black Comb-Tooth 
Ecsenius namiyei
Panjang maksimum : 10cm
Persebaran : Diketahui dari Bali. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Kalimantan. Juga diketahui dari Papua Barat
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium
Status konservasi : LC (Least Concern)

Ditemukan pada berbagai macam habitat, pada muara dan terumbu luar hingga kedalaman 20m, namun paling sering ditemukan pada dataran terumbu dangkal pada kedalaman 6m. Biasanya tersembunyi diantara karang atau sepon.

Tubuh coklat gelap hingga abu-abu arang dengan sirip ekor abu-abu pucat atau kuning.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut.

Foto 1 : Photo courtesy eunice khoo
Foto 2 : Photo courtesy DavidR.808
Foto 3 : Photo courtesy JonathanHsieh

Ecsenius melarchus

Blenniidae
Eye-Lined Coralblenny / Yellow-eyed comb-tooth / Java combtooth-blenny 
Ecsenius melarchus
Panjang maksimum : 6.2cm
Persebaran : Diketahui dari Flores. Juga mencatat dari Pulau Seribu, Laut Jawa. Dikenal dari Laut Jawa dan Kalimantan
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium
Status konservasi : LC (Least Concern)

Ikan dewasa menghuni terumbu pesisiran dan bukit karang pada laguna, mereka sering ditemukan pada kedalaman kurang dari 15m. Ditemukan dalam kelompok kecil pada kedalamn dangkal, di atas sepon atau karang otak.

Iris mata kuning terang dengan pinggiran oranye, kepala coklat-kekuningan, tubuh coklat gelap dan garis putih hingga abu-abu berpinggiran hitam yang melintasi bawah matanya hingga sirip dadanya dengan garis oranye tepat dibawahnya.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut.

Foto 1 : Photo courtesy nano cordovilla
Foto 2 : Photo courtesy nano cordovilla

Referensi : - Referensi : - Allen, G R, Erdmannn, M V., 2012. Reef Fishes of the East Indies : Volume II. Singapore : Tropical Reef Research

Ecsenius lubbocki

Blenniidae
Lubbock's Coralblenny
Ecsenius lubbocki
Panjang maksimum : 4cm
Persebaran : Direkam dari Bali dan Pulau Weh. Juga dikenal dari Sumatera utara-barat
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini berbisa dan memiliki gigi taring yang cukup tajam.
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : LC (Least Concern)

Ikan dewasa hidup soliter atau berpsangan pada terumbu karang berlapis ganggang dan terumbu datar dangkal bercampur puing dan karang dari kedalaman 3 hingga 12m, biasa ditemukan di atas karang berbentuk bulat.

Iris mata kuning terang, tutup insang memiliki daerah hitam, garis hitam melewati tengkuknya dan kombinasi garis-garis warna coklat dan tiga garis pada tubuhnya dengan sela-sela putih.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut.


Foto 1 : Photo courtesy Benjamin Naden

Ecsenius lineatus

Blenniidae
Linear blenny / Lined combtooth-blenny
Ecsenius lineatus
Panjang maksimum : 8.3cm
Persebaran : Bali, Teluk Maumere, Togean dan Kepulauan Banggai, Tulamben dan Flores
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium
Status konservasi : LC (Least Concern)

Ikan ini menghuni perairan dangkal dan jernih hingga puncak karang luar yang kaya dengan pertumbuhan karang hingga kedalaman 15m. Seringkali berkumpul pada kedalaman kurang dari 1m pada daerah persebaran paling utaranya, namun juga dapat ditemukan hingga 28m. Hidup soliter atau dalam kelompok kecil.

Abu-abu pada punggung atas, garis coklat gelap atau kehitaman melintasi dari mata hingga sirip ekor (kadang-kadang dengan segmen persegi panjang patah-patah) dengan garis kuning tipis tepat dibawahnya, tubuhnya, sisa tubuh bawahnya putih.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut.

Foto 1 : Photo courtesy Ülar Tikk
Foto 2 : Photo courtesy Ülar Tikk

Ecsenius bimaculatus

Blenniidae
Twinspot Coralblenny
Ecsenius bimaculatus
Panjang maksimum : 4cm
Persebaran : Borneo, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai; Sulawesi Utara , dan Kalimantan Utara Timur, Kepulauan Tukangbesi, hanya Sulawesi Timur Selatan
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium
Status konservasi : LC (Least Concern)

Ikan dewasa hidup pada puncak dan lereng terumbu yang kaya dengan pertumbuhan karang hingga kedalaman sekitar 15m. Seringkali hidup soliter pada daerah banyak espon. Ikan ini juga kadang-kadang dapat ditemukan dalam kelompok.

Biasanya coklat, bergaradasi hingga abu-abu muda atau keputihan pada bagian bawah kepala dan tubuhnya, garis hitam (dengan garis putih tepat dibawahnya) berada di belakang mata hingga daerah sirip dada dengan sepasang bintik oval hitam di atas abdomen.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut.

Foto 1 : Photo courtesy Joey Jojo
Foto 2 : Photo courtesy danielguip

Ecsenius bicolor

Blenniidae
Cabing Item
Bicolor Coralblenny
Ecsenius bicolor
Panjang maksimum : 10cm
Persebaran : Diketahui dari Bali dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Teluk Maumere, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatra
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium
Status konservasi : LC (Least Concern)

Ditemukan soliter pada lubang karang atau lubang cacing tak terhuni. Hidup pada laguna jernih dan terumbu menuju laut dengan terumbu campur dan batu terlapisi oleh ganggang pada kedalaman 1 hingga 25m.

Terdapat 4 variasi warna : bentuk pertama abu-abu gelap-coklat (kadang-kadang dengan kepala coklat / sawo matang, variasi pada Kepulauan Andaman memiliki daerah kuning pada sirip anal, bentuk kedua kehitaman hingga coklat pada bagian atas dan abu-abu dibawah pada setengah posteriornya, bentuk ketiga kepala atau anterior tubuh abu-abu dan posterior setengah kuning-oranye, bentuk keempat coklat pada setengah tubuhnya, ventral abu-abu pucat dan garis lateral tengah putih.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut.

Foto 1 : Photo courtesy Ülar Tikk
Foto 2 : Photo courtesy Ülar Tikk

Referensi : - Allen, G R, Erdmannn, M V., 2012. Reef Fishes of the East Indies : Volume II. Singapore : Tropical Reef Research

Ecsenius bathi

Blenniidae
Bath's coralblenny / Bath's comb-tooth 
Ecsenius bathi
Panjang maksimum : 4.4cm
Persebaran : Diketahui dari Bali, Toko Toko Rock and Sulawesi Utara. Flores dan Kepulauan Banggai. Diketahui dari Lesser Sunda Islands, Kepulauan Maluku, Sulawesi, Halmahera, dan Papua Barat
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium
Status konservasi : LC (Least Concern)

Ditemukan pada kedalaman 3 hingga 25m, hidup soliter atau dalam kelompok kecil sekitar sepon pada daerah berkarang dan puncak terumbu dengan karang bulat besar dan sepon berlapisan. Ikan betina sering terlihat dan terlihat lebih banyak dari populasi ikan jantan. Larva ikan ditemukan pada perairan dangkal dekat pesisiran.

Dua garis pada tubuhnya menunjukkan perbedaan antara ikan jantan dan betina, ikan jantan memiliki garis merah sementara ikan betina memiliki garis hitam dan kepala kekuningan.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut.

Foto 1 : Photo courtesy Benoit LALLEMENT
Foto 2 : Photo courtesy Benoit LALLEMENT

Ecsenius bandanus

Blenniidae
Banda Coralblenny
Ecsenius bandanus
Panjang maksimum : 4.1cm
Persebaran : Laut Banda, Karimudjawa, Kabaena, Ambon, Seram. Saparua. Juga dicatat dari Ambon, Biak dan Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Juga diketahui dari Papua Barat dan Kepulauan Maluku
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium
Status konservasi : LC (Least Concern)

Ikan dewasa hidup soliter atau dalam kelompok kecil pada lereng terumbu dan sekitar daerah pesisiran dari kedalaman 2 hingga 15m. Ikan ini hidup pada batu dan karang. Ditemukan dalam kelompok kecil pada daerah kaya dengan karang, khususnya pada karang berbentuk bulat.

Tubuh biasanya coklat, bergragasi hingga abu-abu terang atau keputihan pada bawah kepalanya, kebiruan pada abdomen dan garis hitam antara mata dan di belakang matanya, dipinggiri oleh garis kuning tipis.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut.

Foto 1 : Photo courtesy Eunice Khoo

Ecsenius axelrodi

Blenniidae
Axelrod's clown blenny / Axelrod's combtooth-blenny
Ecsenius axelrodi
Panjang maksimum : 10cm
Persebaran : Manado dan sekitarnya; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sulawesi
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : LC (Least Concern)

Ikan dewasa hidup  soliter atau membentuk kelompok kecil singkapan karang. Ditemukan pada perairan jernih, kaya dengan pertumbuhan karang seperti terumbu pesisiran hingga lereng terumbu luar dari kedalaman 8-30m. Mereka hidup di atas karang atau batu pada lereng yang curam.

Garis-garis perak melintasi matanya, tubuh terutama oranye dengan bintik hitam pada tepi belakang tutup insang, garis-garis atau bintik-bintik hitam pada sisi tubuhnya dan sepasang garis putih pada bagian atas tubuhnya, terdapat variasi yang umum ditemukan yaitu terutama abu-abu pucat dengan warna kuning pucat pada kepala, garis-garis kuning melewati mata, garis oranye pada sekitar sirip dada, bintik hitam tepat belakang kepalanya dan tiga garis hitam pada sisinya.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut.

Foto 1 : Photo courtesy divemecressi
Foto 2 : Photo courtesy Eunice khoo

Cirripectes stigmaticus

Blenniidae
Reticulated Blenny / Red-Streaked Blenny
Cirripectes stigmaticus
Panjang maksimum : 12cm
Persebaran : Tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Manado dan sekitarnya dan Bali; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera. Diketahui dari Sulawesi dan Papua Barat
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium
Status konservasi : LC (Least Concern)

Ikan ini hidup soliter atau membentuk kelompok kecil di pinggiran atas terumbu menuju laut, biasa pada kedalaman kurang dari 10m, namun juga dapat ditemukan hingga 20m. Ikan dewasa menghuni dataran terumbu pesisiran yang kaya dengan pertumbuhan karang dan habitat berganggang, juga pada daerah berbatu, diantara karang Acropora sp. dan Pocillopora di pinggiran terkena arus.

Tubuh coklat gelap dengan retikulum merah pada kepala  atau tubuh anteriornya, membentuk bintik-bintik dan garis-garis vertikal pada sisi posteriornya.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut.

Foto 1 : Photo courtesy Brian Mayes
Foto 2 : Photo courtesy Mark Rosenstein