Showing posts with label Antennariidae. Show all posts
Showing posts with label Antennariidae. Show all posts

Sunday, March 26, 2017

Antennarius biocellatus

Antennariidae
Painted frogfish / Brackish frogfish
Antennarius biocellatus
Panjang maksimum : 14cm
Persebaran : Indonesia
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini beracun jika dikonsumsi
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Merupakan ikan antennariidae yang cukup unik, ikan ini mampu hidup di perairan payau maupun habitat yang tawar penuh. Kebanyakan spesimen diambil dari kedalaman 10m atau lebih dangkal.

Warna sangat bervariasi, mulai dari krem burik atau kekuningan hingga hitam keseluruhan dan bintik hitam berpinggiran putih khas pada dasar sirip dorsalnya.

Bertelur, telur terikat dalam bentuk pita atau masa telur berlendir.


Histrio histrio

Antennariidae
Sargassumfish
Histrio histrio
Panjang maksimum : 19cm
Persebaran : Direkam dari Maumere Bay dan Sangalakki Pulau; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatra
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil), Perikanan (penghidupan)
Status konservasi : (LC) Least Concern

Ditemukan dekat pesisiran dan kadang dekat rumput laut mengambang. Sering terdampar ke pesisir atau teluk saat badai. Spesies soliter dan bersfiat rakus. Ikan ini memangsa pada ikan lain dan udang yang bersembunyi pada rumput laut mengambang. Walaupun terutama soliter, ikan ini juga dapat ditemukan dalam jumlah cukup banyak pada habitatnya.

Kuning pucat hingga oranye dengan garis-garis coklat gelap tidak rata pada kepala, tubuh dan siripnya yang membaur pada lingkungan ganggang Sargassum.

Bertelur, Saat mencari pasangan, ikan jantan mengikuti ikan betina secara dekat dan berdua cepat-cepat berenang ke permukaan untuk kawin. Saat ini, telur terikat dalam bentuk pita atau masa telur berlendir, telur akan diinseminasi oleh ikan jantan. Telur tersebut melekat sampai mereka menetas.

Photo 1 : Photo courtesy Collin Lee
Photo 2 : Photo courtesy Kenny Wray


Lophiocharon trisignatus

Antennariidae
Spot-tail frogfish
Lophiocharon trisignatus
Panjang maksimum : 18cm
Persebaran : Direkam dari Pulau Bintan; dengan distribusi Indonesia dari Kalimantan ke Kepulauan Riau
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Sebuah spesies bersifat bentik yang menghuni perairan pantai dekat terumbu pada kedalaman 2 hingga 20m. Ikan jantan menggunakan kumpulan telur yang menempel pada sisi  tubuhnya sebagai mekanisme melindung anaknya atau untuk mengumpan ikan mangsa. Hidup soliter, biasa di bawah dermaga atau diantara puing.

Mottled greenish, brown or reddish brown with row of 2-4 dark-edged, large white spots on membrane between each pair of caudal fin rays. Kehijauan burik, coklat atau coklat-kemerahan dengan 2-4 baris

Bertelur, telur terikat dalam bentuk pita atau masa telur berlendir

Foto 1 : Photo courtesy Bill & Mark Bell
Foto 2 : Photo courtesy Ria Tan

Saturday, March 25, 2017

Lophiocharon lithinostomus

Antennariidae
Marble-mouthed frogfish 
Antennarius striatus
Panjang maksimum : 22cm
Persebaran : Borneo Utara. Juga ditemukan di Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : TIdak dievaluasi

Menghuni terumbu pesisiran pada kedalaman 1 hingga 10m, menyerupai batu berganggang.

Hijau burik dengan 2 hingga 4 baris bintik putih besar berpinggiran gelap pada selaput diantara setiap tulang sirip ekor, seringkali menyerupai batu dengan pertumbuhan ganggang.

Photo 1 : Photo courtesy Jason Isley
Photo 2 : Photo courtesy Jason Isley

Histiophryne psychedelica

Antennariidae
Psychedelic frogfish
Histiophryne psychedelica
Panjang maksimum : 11cm
Persebaran : Situs menyelam Laha Saya, dekat dermaga komersial di pelabuhan di Kota Ambon, Ambon Bay, Pulau Ambon, Provinsi Maluku, 6,5 m, ca. 20 m lepas pantai, dikumpulkan dalam 2 April 2008; dua paratypes lainnya UW 22.454 diambil di Bali, Lesser Sunda.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan 
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Spesies ini pernah ditemukan pada kedalaman 5 hingga 7m, dalam jarak 100m dari dermaga di pelabuhan Kota Ambon (Merupakan jenis lokalitas yang dulu terkenal oleh banyak penyelam sebagai "Zona Senja" karena keberadaan banyak organisme yang langka); arus bervariasi dari tidak ada sama sekali hingga kuat sekali; jarak penglihatan bervariasi dari 10 dan 30m; dasar laut pada lokasi ini melandai dengan pelan dekat pesisiran, namun lebih curam pada kedalaman lebih dari 10m, kedalaman cepat meningkat hingga 100m atau lebih; selain puing karang, dasar laut dipenuhi oleh sampah manusia dan dua individu ikan ini ditemukan tersembunyi diantara puing karang, seringkali dilapisi oleh sepon, ganggang dan organisme laut kecil lainnya.

Krem-kekuningan hingga kemerahan dengan pola kompleks terdiri dari garis putih memancar dari mata, melanjut ke tubuhnya hingga ujung sirip ekor.

Foto 1 : Photo courtesy Karen Honeycutt
Foto 2 : Photo courtesy Polpich komson

Antennarius hispidus

Antennariidae
Shaggy anglerfish
Antennarius hispidus
Panjang maksimum : 22cm
Reproduksi : Bertelur, telur terikat dalam bentuk pita atau masa telur berlendir.
Persebaran : Dari Selat Bali ke Laut Timor
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Menghuni habitat berlumpur yang jarang berarus / memiliki pergerakan air yang termasuk perairan dalam, lepas pantai atau berbatu dangkal dan terumbu karang dari kedalaman 1 hingga 69m. Hidup soliter dan sering ditemukan sekitar debris berdaun.

Tubuh putih atau kuning hingga krem-coklat dengan garis tipis memanjang hitam pada kepala, tubuh dan dari matanya.

Foto 1 : Photo courtesy John Turnbull
Foto 2 : Photo courtesy Frank Spies

Friday, March 24, 2017

Antennarius commerson

Antennariidae
Commerson's frogfish
Antennarius commerson
Panjang maksimum : 45cm
Persebaran : Dari Selat Bali ke Laut Timor. Juga mencatat dari Manado dan sekitarnya; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Bali.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : (LC) Least Concern

Ditemukan di laguna dan terumbu menuju laut, seringkali pada tiang dermaga. Memangsa pada ikan dan udang kecil. Hidup soliter dan seringkali berada di sekitar sepon pada kedalaman 1 hingga 50m, biasa kurang dari 20m.

Warna sangat bervariasi tergantung pada lingkungan sekitar, seringkali oranye kuning atau hitam, kadang berbintik tebal dengan bercak.

Bertelur, telur terikat dalam bentuk pita atau masa telur berlendir

Foto 1 : Photo courtesy Jovic Santos
Foto 2 : Photo courtesy Brian Gratwicke

Antennarius randalli

Antennariidae
Randall's frogfish
Antennarius randalli
Panjang maksimum : 4.6cm
Persebaran : Maluku dan Bali
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Menghuni terumbu luar dan terumbu menuju laut dari kedalaman 8 hingga 31m.

Merah gelap atau merah muda hingga berbintik coklat dan krem hingga bintik-bintik putih melapisi.

Bertelur, telur terikat dalam bentuk pita atau masa telur berlendir.

Foto 2 : Photo courtesy Valerie Chai

Antennarius striatus

Antennariidae
Striated frogfish
Antennarius striatus
Panjang maksimum : 22cm
Persebaran : Maluku dan Sulawesi
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : (LC) Least Concern

Menghuni terumbu berbatu dan berkarang, di atas batu, pasir atau lumpur pada kedalaman dibawah 30m. Hidup di perairan air laut penuh atau payau. Di Atlantik, ikan ini ditemukan pada kedalaman rata-rata 40m. Telah terlihat mengembangkan tubuh sendiri seperti ikan buntel.

Warna bervariasi, mulai dari putih hingga hitam, seringkali coklat muda dengan garis-garis parallel kasar dan garis-garis pendek. Ikan jantan memiliki warna lebih terang dan lekatan lebih panjang dibandingkan ikan betina.

Bertelur, telur terikat dalam bentuk pita atau masa telur berlendir

Foto 1 : Photo courtesy Steve Childs
Foto 2 : Photo courtesy prophead

Sunday, March 5, 2017

Antennarius pictus

Antennariidae
Painted frogfish / Brackish frogfish
Antennarius pictus
Panjang maksimum : 21cm
Persebaran : Dari Selat Bali ke Laut Timor. Juga tercatat dari Manado dan sekitarnya; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Bali. Dalam lingkup. Juga tercatat dari Halmahera, Kepulauan Maluku dan Kepulauan Sunda.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Menghuni terumbu terlindung dari kedalaman 0-75m Ikan dewasa biasa hidup sekitar sepon; ikan muda hidup pada daerah terbuka pada pasir atau terumbu, meniru sepon kecil atau cacing rata.

Warna sangat bervariasi termasuk putih-kuning, oranye, merah, coklat, abu-abu atau hitam, seringkali dengan bercak dan bintik ukuran bervariasi, seringkali dengan 3 bintik hitam pada sirip ekor.

Bertelur, telur terikat dalam bentuk pita atau masa telur berlendir

Foto 1 : Photo courtesy Alex Varani
Foto 2 : Photo courtesy Francesco De Marchi
Foto 3 :Photo courtesy Steve Childs