Showing posts with label Chaetodontidae. Show all posts
Showing posts with label Chaetodontidae. Show all posts

Sunday, July 23, 2017

Chaetodon falcula

Chaetodontidae
Kepe Falcula
Saddleback Butterflyfish
Chaetodon falcula
Panjang maksimum : 20cm
Persebaran : Sumatera dan Jawa Utara
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium
Status konservasi : Least Concern (LC)

Menghuni laguna dan terumbu menuju laut dari kedalaman 1 hingga 15m. Ditemukan pada daerah kaya dengan karang seperti tepi karang dan lereng tinggi dimana rawan terkena arus yang kuat. Ikan muda pemalu dan bersembunyi pada perlindungan karang bercabang. Biasa ditemukan berdua atau kelompok kecil. Memangsa terutama pada invertebrata kecil.

Putih, diujungi luas dengan kuning sirip dorsal dan posterior, garis-garis hitam sempit pada sisi tubuhnya, sepasang pola pelana hitam pada punggungnya, garis mata hitam dan garis hitam pada dasar sirip ekornya.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Bertelur.

Photo courtesy Benoit LALLEMENT
Photo courtesy el.guy08_11

Chaetodon lunulatus

Chaetodontidae
Redfin Butterflyfish
Chaetodon lunulatus
Panjang maksimum : 15cm
Reproduksi : Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Bertelur.
Persebaran : Indo Pasifik
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (Minor)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Menghuni daerah kaya dengan pertumbuhan karang dekat pesisiran hingga kedalaman 20m. Hanya akan memakan polip hidup karang. Ditemukan dalam pasangan monogamis.

Tubuh kemerahan yang bergradasi menjadi kuning pada kepala dan bagian bawah tubuh, garis-garis keunguan pada sisi tubuhnya, garis hitam berujung kuning melintasi matanya, dasar sirip dorsal dan analnya, serta tengah ekornya.

Foto 1 : Seekor individu dari  Papua Barat, Raja Ampat, Indonesia


Foto 1 : Photo courtesy Benjamin Naden
Foto 2 : Sepasang ditemukan pada daerah kaya dengan karang keras di Hawaii

Photo courtesy BarryFackler

Chaetodon citrinellus

Chaetodontidae
Speckled Butterflyfish
Chaetodon citrinellus
Panjang maksimum : 13cm
Persebaran : Indo Pasifik
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium
Status konservasi : Least Concern (LC)

 Ditemukan pada terumbu luar dan terumbu cetek terbuka dimana kaya dengan pertumbuhan karang, biasanya pada kedalaman 1 hingga 5m, kadang-kadang hingga 30m, namun jarang. Ditemukan sendirian atau dalam kelompok, biasanya berpasangan. Ikan muda akan sering membentuk agregasi dengan ikan kepe lainnya, khususnya C.kleinii. Makanan merupakan cacing laut, invertebrata bentik kecil, polip karang dan ganggang filamen,

Kuning pucat hingga putih dengan banyak baris bintik-bintik kebiruan pada sisinya, garis mata hitam dan ujung hitam pada sirip anal.


Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Bertelur



Foto 1 : Photo courtesy Klaus Stiefel
Foto 2 : Seekor individu berenang di samping bulu babi (Photo courtesy John Turnbull)

Chaetodon collare

Chaetodontidae
Cabeh
Collare Butterflyfish
Chaetodon collare
Panjang maksimum : 16cm
Persebaran : Jawa, Kalimantan dan Timur seterusnya
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium, sering diekspor untuk hobi akuarium namun jarang bertahan lama.
Status konservasi : Least Concern (LC)

Pesisiran berbatu dan terumbu luar kaya dengan karang dari kedalaman 1 hingga 20m. Ikan muda menghuni muara. Biasa ditemukan pada tubir atau lereng atas. Ditemukan dalam jumah berpasangan maupun kelompok besar.

Tubuh abu-abu gelap dengan sisik tengah pucat, garis tipis di belakang mulutnya dan sirip ekor berdasar merah.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Bertelur.


Photo courtesy danielguip
Photo courtesy Ular Tikk

Chaetodon ephippium

Chaetodontidae
Kepe Monalisa
Saddled Butterflyfish
Chaetodon ephippium
Panjang maksimum : 23cm
Persebaran : Indo Pasifik
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (Minor)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ditemukan pada daerah kaya dengan karang seperti laguna dan terumbu menuju laut yang bening dari kedalaman 1 hingga 30m. Ditemukan sendirian, berpasangan maupun bergerombolan (dewasa berpasangan, ikan muda bergerombolan atau sendirian). Makanan merupakan invertebrata kecil, ganggang, polip karang dan telur ikan.


Tubuh biru-abu-abu dengan bagian hitam besar berujung putih pada bagian atas posterior tubuhnya, garis biru pada bagian bawah sisa tubuhnya dan daerah oranye dari moncong hingga dada.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Bertelur.


Photo courtesy Bernard LALLEMENT
Photo courtesy Klaus Stiefel

Chaetodon interruptus

Chaetodontidae
Yellow Teardrop Butterflyfish
Chaetodon interruptus
Panjang maksimum : 20cm
Persebaran : Bagian Ujung Barat Sumatera
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Belum diketahui
Status konservasi : Least Concern (LC)

Menghuni laguna dan terumbu menuju laut di daerah yang kaya dengan pertumbuhan karang berkerangka keras dan karang lunak pada kedalaman 10 hingga 40m. Ikan dewasa berpasangan, sementara ikan muda sendirian atau berkelompok.

Tubuh kuning terang dengan corak berbentuk tetes air pada punggungnya dengan garis mata hitam.

Foto 1 : Photo courtesy zsispeo
Foto 2 : Photo courtesy Mauritius100

Monday, January 23, 2017

Chaetodon aureofasciatus

Chaetodontidae
Golden Butterflyfish
Chaetodon aureofasciatus
Panjang maksimum : 12.5cm
Persebaran : Papua Nugini Selatan
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium
Status konservasi : Tidak ternilai

Menghuni terumbu pesisiran dan terumbu dalam, ikan muda bersembunyi diantara karang bercabang. Hidup soliter atau berpasangan. Sering ditemukan pada terumbu berlumpur, seringkali dekat mulut muara pada kedalaman 5 hingga 15m.

Tubuh keabu-abuan dikelilingi oleh warna kuning terang, garis oranye melintasi matanya.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Hibridasi dengan Chaetodon rainfordi.

Photo courtesy Johannes Pfleiderer

Referensi : http://www.fishbase.org/Country/CountrySpeciesSummary.php?c_code=360&id=6513

Chaetodon andamanensis

Chaetodontidae
Andaman butterflyfish / Yellow butterflyfish 
Chaetodon andamanensis
Panjang maksimum : 15cm
Persebaran : Sumatera Utara
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Data Deficient (DD)

Hidup di terumbu berbatu atau karang dekat pesisiran atau lereng luar pada kedalaman 10 hingga 40m. Hidup sendiri atau lebih sering ditemukan berpasangan atau berkelompok. Memangsa terutama pada polip karang.

Tubuh kuning terang dengan banyak garis-garis pudar pada sisinya, bintik hitam pada dasar sirip ekornya, garis mata hitam. Mirip dengan C. plebeius, namun tidak memiliki pola biru pada sisi atasnya.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Mereka bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy _takau99
Foto 2 : Photo courtesy Benjamin Naden

Referensi : http://www.fishbase.org/Country/CountrySpeciesSummary.php?c_code=360&id=58164

Chaetodon auriga

Chaetodontidae
Kepe Auriga
Threadfin Butterflyfish
Chaetodon auriga
Panjang maksimum : 23cm
Persebaran : Diketahui dari Bali, juga di Lombok dan Sulawesi. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Teluk Maumere, Komodo, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai dan Pulau Weh
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium, Perikanan (minor)
Status konservasi : Tidak ternilai

Ditemukan pada berbagai macam habitat, dari terumbu pesisiran, terumbu luar, daerah berbatu, berumput atau terumbu murni dari kedalaman 1 hingga 40m. Dapat ditemukan soliter, berpasangan atau dalam gerombolan besar yang akan berkeliaran melintasi jarak yang jauh mencari makanan. Memangsa terutama pada cacing laut, anemon, polip karang dan ganggang dengan menyobeknya kecil-kecil. 

Pola chevron terdiri dari garis-garis diagonal pada sisi tubuhnya, daerah kuning pada posterior tubuhnya dan bintik hitam pada pojokkan sirip dorsal. 

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Mereka bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy zsispeo
Foto 2 : Photo courtesy Jean-Marie GRADOT

Coradion melanopus

Chaetodontidae
Kepe strip empat
Twospot coralfish
Coradion melanopus
Panjang maksimum : 15cm
Persebaran : Maluku, Flores. Juga tercatat dari Teluk Maumere dan Komodo; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Komodo dan Sulawesi
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium 
Status konservasi : Least Concern (LC)

Hidup soliter atau berpasangan. Sering ditemukan bersembunyi di sepon berukuran besar, yang juga merupakan sumber makanan mereka. Terumbu pesisiran dan terumbu luar pada kedalaman 10 hingga 30m. Lebih sering ditemukan di sepanjang lereng dimana lebih dalam secara drastis. Merupakan jenis ikan yang sangat waspada dan bersifat pemalu.

Sepasang bintik hitam berpinggiran putih, satu pada sirip dorsal dan satu pada sirip analnya, garis mata hitam, sepasang garis coklat berjarak dekat tepat di belakang kepalanya, garis abu-abu berpinggiran oranye pada posterior tubuhnya. 

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy Klaus Stiefel
Foto 2 : Photo courtesy Benoit LALLEMENT

Coradion chrysozonus

Chaetodontidae
Kiper laut 
Goldengirdled coralfish / Orange Banded-Coralfish
Coradion chrysozonus
Panjang maksimum : 15cm
Persebaran :  Jawa. Dari Sumatera daya ke Laut Timor. Juga tercatat dari Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (minor), Perikanan (minor)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ditemukan dari terumbu pesisiran hingga terumbu luar yang berlereng curam dengan banyak pertumbuhan hewan invertebrata seperti sepon, kipas laut dan lainnya dari kedalaman 3 hingga 60m, ia lebih memilih daerah yang tidak memiliki banyak pertumbuhan karang. Memakan sepon. Merupakan ikan dari marganya yang paling umum ditemukan.

Tubuh putih dengan garis mata hitam, sepasang garis coklat berspasi dekat di belakang kepalanya dan garis coklat pada posterior tubuhnya. Mirip dengan C.altivelis, namun memiliki bintik pada sirip dorsalnya.

Forcipiger longirostris

Chaetodontidae
Kepe Moncong
Longnose butterflyfish 
Forcipiger longirostris
Panjang maksimum : 18cm
Persebaran : Diketahui dari Flores, dan Sulawesi. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai dan Pulau Weh
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium, Perikanan (minor)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Biasanya spesies yang agak jarang ditemukan, ikan ini khususnya terumbu menuju laut hingga kedalaman lebih dalam dari 60m. Memangsa terutama pada organisme kecil seperti krustasea kecil. Biasa ditemukan berpasangan. 

Tubuh dan sirip dada kuning, kepala hitam dengan bagian bawahnya keperakan-putih, bintik hitam pada sirip anal tepat dibawah sebelum mulai ekornya. Kadang individu akan berwarna hitam coklat gelap keseluruhan, hampir hitam. 

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy Benoit LALLEMENT
Foto 2 : Photo courtesy Barryfackler

Referensi :
http://www.fishbase.org/Country/CountrySpeciesSummary.php?c_code=360&id=5585

Chelmon rostratus

Chaetodontidae
Bale tandjoing 
Copperband butterflyfish
Chelmon rostratus
Panjang maksimum : 20cm
Persebaran : Tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Teluk Maumere, Komodo, Pulau Seribu, Pulau Bintan, Togean dan Kepulauan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatra
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium, merupakan jenis ikan hias yang sering diperjualbelikan. Perikanan
Status konservasi : Least Concern (LC)

Tubuh keperakan-putih dengan tiga garis oranye berpinggiran hitam pada tubuhnya, bintik hitam pada ujung sirip dorsal, garis mata oranye berpinggiran hitam dan garis hitam pada dasar sirip ekor.

Termasuk ikan yang umum ditemukan, ia menghuni terumbu pesisiran dan dalam, seringkali pada perairan keruh, kadang ditemukan di muara hingga kedalaman 25m. Hidup soliter atau berpasangan sepanjang pesisiran berbatu. Termasuk jenis ikan kepe yang bersifat teritorial. 

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy Jaegerfeld Kommunikation
Foto 2 : Photo courtesy Bernard DUPONT

Parachaetodon ocellatus

Chaetodontidae
Kaha-kaha putih 
Sixspine butterflyfish / Ocellated Coralfish
Parachaetodon ocellatus
Panjang maksimum : 18cm
Persebaran : Dari Selat Bali ke Laut Timor. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (minor)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Menghuni dataran berdasar pasir atau lumpur pada terumbu pesisiran. Ikan dewasa bergerombolan dalam jumlah besar di atas daerah lumpur terbuka di perairan dalam dari 5 hingga 40m. Ikan muda kadang hidup di laguna besar dengan rumput laut pada kedalaman 5 meter atau lebih. 

Tubuh warna keperakan dengan 5 garis coklat hingga oranye melintasi kepala dan tubuhnya, termasuk garis pender pada dasar sirip ekornya dan bintik hitam pada tengah sirip dorsalnya.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy Oliver Cardona
Foto 2 : Photo courtesy The Hantu Blog

Heniochus varius

Chaetodontidae
Kambingan 
Horned bannerfish
Heniochus varius
Panjang maksimum : 19cm
Persebaran : Diketahui dari Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Teluk Maumere, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Seribu, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (minor)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Hidup di laguna dalam dan lereng terumbu curam campuran ganggang dan terumbu dari kedalaman 2 hingga 30m. Ikan ini hidup soliter atau dalam kelompok kecil, ikan dewasa cenderungan ditemukan berpasangan. Memangsa pada karang dan invertebrata kecil lain.

Memiliki sepasang tanduk pada kepalanya, tepat di atas matanya dan semacam benjol khas pada jidatnya. Coklat padat hingga daerah segitiga kehitaman diantara garis putih yang mengisi kebanyakan tubuhnya.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy Benoit LALLEMENT 
Foto 2 : Photo courtesy Bernard DUPONT 

Referensi : http://www.fishbase.org/summary/Heniochus-varius.html

Heniochus singularius

Chaetodontidae
Singular Bannerfish
Heniochus singulariu
Panjang maksimum : 23cm
Persebaran : Dari Selat Bali ke Laut Timor, Kepulauan Mentawai, Lombok dan Sulawesi. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Pulau Sangalakki, Togean dan Banggai Kepulauan
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (minor)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Sebuah spesies yang agak jarang ditemukan, ia merupakan penghuni khusus laguna dalam dan terumbu menuju laut dari kedalaman 2 hingga 250m. Ikan dewasa soliter atau dalam kelompok kecil dan menyukai habitat dengan banyak karang dan daerah curam, seringkali dekat bangkai kapal atau barang yang tenggelam pada dasar laut. Ikan muda hidup soliter, bersifat pemalu pada terumbu pesisiran. merupakan jenis ikan kambingan terbesar. Memangsa pada polip karang.

Fisik mirip dengan H.monoceros, tetapi tidak memiliki kuning pada sirip anal, garis hitam tengah melintasi filamen sirip dorsal depan.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy ilan Lubitz 
Foto 2 : Photo courtesy Daniel Sasse

Referensi : http://www.fishbase.org/summary/Heniochus-singularius.html

Heniochus chrysostomus

Chaetodontidae
Kambingan Asli
Threeband pennantfish
Heniochus chrysostomus
Panjang maksimum : 18cm
Persebaran : Dari Selat Bali ke Laut Timor. Termasuk Sulawesi. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Teluk Maumere, Komodo, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Kalimantan
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (minor). Perikinan
Status konservasi : Least Concern (LC)

Umum ditemukan di daerah kaya dengan karang pada dataran terumbu terkena arus dan terumbu menuju laut pada kedalaman 3 hingga 45m. Ikan muda soliter dan biasa ditemukan pada muara dan laguna, ikan dewasa biasa berpasangan. Ikan ini memakan terutama pada polip karang.

Tubuh putih dengan garis coklat hingga hitam lebar, garis diagonal coklat atau hitam melintasi bagian tengah sisinya dan satu lagi garis pada bagian  belakang tubuhnya.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy Benoit LALLEMENT
Foto 2 : Photo courtesy eunice khoo

Sunday, January 22, 2017

Heniochus diphreutes

Chaetodontidae
False moorish idol / Schooling bannerfish
Heniochus diphreutes
Panjang maksimum : 18cm
Persebaran : 
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (minor)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ditemukan terutama pada lereng terumbu luar, pada kanal berarus. Ikan muda membentuk agregasi sekitar bagian terumbu kecil yang terisolasi, ikan dewasa dalam gerombolan besar, mereka berenang beberapa meter di atas dasar laut. Di Indonesia, ikan dewasa paling sering ditemukan dari kedalaman 40 hingga 50m, dilaporkan hingga 200m. Memangsa pada plankton. Ikan muda dapat berfungsi sebagai pembersih (pemakan parasit) bagi ikan berukuran lebih besar. 

Putih dengan sepasang garis hitam diagonal. Mirip dengan H. acuminatus, namun moncong lebih pendek, dada lebih bundar dan garis hitam diagonal kedua berakhir pada pojokkan sirip anal.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy Benjamin Naden
Foto 2 : Photo courtesy Benjamin Naden

Heniochus acuminatus

Chaetodontidae
Bale tjongri 
Pennant coralfish
Cheniochus acuminatus
Panjang maksimum : 25cm
Persebaran : Dari Sumatera daya ke Laut Timor; termasuk Kepulauan Mentawai dan Bali. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Teluk Maumere, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Bintan, Togean dan Banggai Kepulauan dan Pulau Weh
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (minor), perikanan (minor)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Menghuni perairan dalam, laguna terlindung dan kanal, serta lereng terumbu luar dari kedalaman 2 hingga 75m. Ikan muda seringkali hidup soliter sementara ikan dewasa hidup berpasangan atau bergerombol. Memangsa pada berbagai jenis plankton yang hidup di jangkauan beberapa meter dekat terumbu. Ikan muda kadang akan memakan parasit kecil pada kulit ikan besar lainnya.

Tubuh putih dengan sepasang garis hitam diagonal. Mirip dengan H. diphreutes, tetapi memiliki moncong lebih lancip dan garis hitam kedua berakhir dibelakang pojok sirip anal.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy Liquid Lense @ Scubafish
Foto 2 : Photo courtesy Waterdragon92

Hemitaurichthys polylepis

Chaetodontidae
Pyramid Butterflyfish
Chaetodon speculum
Panjang maksimum : 18cm
Persebaran : Ambon Diketahui dari Kepulauan Mentawai, Bali dan Sulawesi. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Teluk Maumere, Komodo, Pulau Sangalakki, Togean dan Banggai Kepulauan.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (minor)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Menghuni bagian atas lereng terumbu luar yang terkena arus dari kedalaman 3 hingga 60m. Umum ditemukan, biasa dalam gerombolan besar dimana mereka memangsa zooplankton. 

Tubuh putih membentuk semacam pola piramid diantara dua daerah kuning dengan kepala coklat, sirip dorsal dan anal kuning terang. 

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy Barryfackler
Foto 2 : Photo courtesy Barryfackler