Showing posts with label Haemulidae. Show all posts
Showing posts with label Haemulidae. Show all posts

Thursday, March 30, 2017

Diagramma pictum

Haemulidae
Gajih
Yelllowbanded sweetlips / Lined sweetlips
Diagramma pictum
Panjang maksimum : 50cm
Persebaran : Dari Sumatera barat daya ke Laut Timor. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Manado dan sekitarnya dan Togean dan Kepulauan Banggai.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia, namun telah dilaporkan keracunan ciguaretta di beberapa daerah.
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil). Perikanan (komersil), dijual di pasar dalam kondisi segar dan beku.
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Biasa ditemukan soliter atau dalam kelompok, seringkali di perairan keruh atau dasar berlumpur atau berpasir terbuka di teluk terlindung atau muara, sekitar singkapan berbatu, bangkai kapal dan debris di kedalaman 5 hingga 40m. Juga ditemukan di perairan pesisiran dangkal dan terumbu karang. Ikan muda ditemukan di daerah berumpur laut. Memangsa pada invertebrata bentik dan ikan. Lima bagian jenis ikan ini telah ditemukan di daerah Indo-Pasifik termasuk D. p. labiosum dan D. p. pictum.

Ikan dewasa abu-abu-keperakan polos. Ikan remaja abu-abu keperakan dengan bintik-bintik oranye hingga kecoklatan pada kepala, tubuh dan semua siripnya. Ikan remaja dengan kepala kekuningan dan rangkaian garis-garis hitam putih pada tubuh, sirip dorsal dan ekor. Ikan muda dengan sirip dorsal hitam besar, garis putih hingga kuning dari atas mata memangjang hingga bagian atas sirip ekornya, dan bagian bawah kepala dan perut berwarna putih hingga kuning.

Membentuk pasangan.

Foto 1 : Photo courtesy Brian Mayes
Foto 2 : Photo courtesy Optical Allusion
Foto 3 : Photo courtesy Philippe Pourtallier

- Allen, G R, Erdmannn, M V., 2012. Reef Fishes of the East Indies : Volume II. Singapore : Tropical Reef Research

Plectorhinchus albovittatus

Haemulidae
Kompele mas
Giant sweetlips
Plectorhinchus albovittatus
Panjang maksimum : 100cm
Persebaran : Direkam dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Teluk Maumere, Komodo, Pulau Seribu, Pulau Sangalakki dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Ditemukan di laguna jernih dan terumbu berarah ke laut pada kedalaman 2 hingga 50m. Ikan muda hidup di habitat berair payau atau perairan pesisiran keruh. Ikan dewasa biasa hidup soliter, kadang dalam pasangan; di terumbu dalam atau gunung laut. Di Palau, ikan ini beragregasi untuk berkawin sekitar sekali setahun saat bulan muda April atau Mei.

Ikan dewasa abu-abu keseluruhan dengan pola bintik-bintik putih, sirip dorsal kuning, sirip perut dan anal hitam, sirip punggung belakang hitam dengan dan bercak hitam kecil dan besar sepanjang deretan atas dan bawah sirip ekor. Ikan muda dengan sepasang garis hitam lebar pada bagian atas 2/3 tubuhnya dengan garis kuning lebih tipis diantara dua garis tersebut, daerah ventral keputihan hingga oranye, garis-garis hitam dan oranye/kuning pada sirip ekor.

Membentuk pasangan, bertelur.


Photo 1 : Photo courtesy Paul Kli
Photo 2 : Photo courtesy Benjamin Naden

Reference : - http://www.fishbase.org/summary/6362

- Allen, G R, Erdmannn, M V., 2012. Reef Fishes of the East Indies : Volume II. Singapore : Tropical Reef Research

Plectorhinchus flavomaculatus

Haemulidae
Yellow-spotted sweetlips
Plectorhinchus flavomaculatus
Panjang maksimum : 60cm
Persebaran : Dari Sumatera barat daya ke Laut Timor.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Perikanan (komersil), sering dijual di pasar secara segar.
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Menghuni perairan pesisiran dekat terumbu terlindung, laguna dan daerah yang memiliki rumput laut. Hidup soliter atau dalam kelompok. Ikan dewasa biasa hidup di terumbu berdasar terumbu pada kedalaman agak dalam, atau di kanal berarus dekat pantai dari kedalaman 2 hingga 25m; ikan muda memasuki muara dan dekat pelabuhan

Keabu-abuan dengan pola garis-garis oranye dan biru pada kepalanya, dan bitnik-bintik oranye kecil pada bagian atas tubuhnya, menyebar hingga sirip dorsal dan ekornya. 

Membentuk pasangan, bertelur.

Photo 1 : Photo courtesy Richard Ling
Photo 2 : Photo courtesy Benjamin Naden

Referensi:
http://www.fishbase.org/summary/Plectorhinchus-flavomaculatus.html
Allen, G R, Erdmannn, M V., 2012. Reef Fishes of the East Indies : Volume II. Singapore : Tropical Reef Research 

Plectorhinchus lineatus

Haemulidae
Raja bau / Kaci-kaci
Yelllow banded sweetlips / Lined sweetlips
Plectorhinchus lineatus
Panjang maksimum : 50cm
Persebaran : Dari Selat Bali ke Laut Timor; termasuk Flores, Kepulauan Mentawai, Kepulauan Raja Ampat, Togean dan Kepulauan Banggai.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Perikanan (minor). Akuarium (komersil)
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Menghuni habitat terumbu dalam hingga terumbu luar. Hidup soliter atau dalam agregasi sepanjang lereng karang di laguna jernih dan terumbu menuju laut hingga 35m. Ikan muda soliter, hidup di terumbu dangkal terlindung, memangsa pada invertebrata bentik pada dasar berpasir terbuka dan padang rumput laut pada malam hari dan sering terlihat beristirahat saat siang hari. Di Palau, ikan ini beragregasi untuk berkawin saat bulan muda.

Putih dengan bibir kekuningan, garis-garis coklat, garis-garis pada kepala patah-patah, 4 hingga 5 garis-garis coklat pada setengah atas tubuhnya, bintik hitam pada atas dasar sirip dada. Ikan muda dengan garis putih di atas mata, bergabung dengan garis putih di sirip dorsalnya dan garis lateral lebar kehitaman memanjang hingga sirip ekornya.

Membentuk pasangan, bertelur.

Photo 1 : Photo courtesy elchnon
Photo 2 : Photo courtesy Mark Rosenstein
Photo 3 : Photo courtesy gero.dill

- Allen, G R, Erdmannn, M V., 2012. Reef Fishes of the East Indies : Volume II. Singapore : Tropical Reef Research 

Plectorhinchus vittatus

Haemulidae
Indian Ocean oriental sweetlips / Oriental sweetlips
Plectorhinchus vittatus
Panjang maksimum : 60cm
Persebaran : Direkam dari Kepulauan Raja Ampat, Selat Bali ke Laut Timor, Teluk Maumere, Komodo, Pulau Seribu, Togean dan Kepulauan Banggai dan Pulau Weh, Flores; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Menghuni terumbu karang dan pesisiran terumbu berbatu dari 2 hingga 25m. Biasa nokturnal, namun sering terlihat beristirahat pada siang hari. Ikan muda soliter, menghuni laguna dangkal jernih; ikan muda biasa soliter atau dalam agregasi.

Garis-garis hitam dan putih (garis hitam biasanya lebih lebar, biasa pada bagian atas tubuhnya), moncong dan jidat  kekuningan, sirip anal, dorsal dan ekor berbintik hitam. Ikan remaja mirip, namun warna kuning pada kepala lebih kuat dan memiliki garis-garis hitam padat dibandingkan bintik-bintik (pola ini pelan-pelan putus menjadi bintik-bintik saat ikan semakin tua) Ikan muda kepala kekuningan dan pola tidak rata terdiri dari garis coklat tebal pada sisi tubuhnya dan siripnya (sirip tidak memiliki warna kuning terang seperti ikan remaja atau dewasa)

Membentuk pasangan, bertelur.

Photo 1 : Photo courtesy Benjamin Naden
Photo 2 : Photo courtesy Ülar Tikk
Photo 3 : Photo courtesy Andy Holland

- Allen, G R, Erdmannn, M V., 2012. Reef Fishes of the East Indies : Volume II. Singapore : Tropical Reef Research 

Plectorhinchus picus

Haemulidae
Macanan
Spotted sweetlips
Plectorhinchus picus
Panjang maksimum : 60cm
Persebaran : Direkam dari Bali, Teluk Maumere dan Manado dan sekitarnya; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera, dari Selat Bali ke Laut Timor.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil). Perikanan (komersil), sering dijual di pasar secara segar.
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Sebuah spesies soliter, ditemukan di laguna dan terumbu menuju laut 5 hingga 50m. Ikan dewasa biasa dibawah kepala karang atau goa, sementara ikan muda ditemukan di laguna dangkal. Seringkali bersembunyi di bawah celah, tepi atau goa. Memangsa pada krustasea dan moluska.

Putih dengan banyak bintik-bintik hitam pada kepala, tubuh dan siripnya (kecuali siirp dada dan panggul) dan pinggiran hitam pada ujung atas oporkulum. Ikan muda hitam pada setengah bagian atas, bagian bawah tubuh dan ventral putih padat, dengan pola pelana pada daerah jidat, tengah sirip dorsal dan batang sirip ekor.

Membentuk pasangan, bertelur.

Photo 1 : Photo courtesy Richard Ling
Photo 2 : Photo courtesy Bertrand Malet

Reference : Allen, G R, Erdmannn, M V., 2012. Reef Fishes of the East Indies : Volume II. Singapore : Tropical Reef Research

Plectorhinchus polytaenia

Haemulidae
Ribbon Sweetlips / Yellow-ribbon sweetlips 
Plectorhinchus polytaenia
Panjang maksimum : 40cm
Persebaran : Dari Selat Bali untuk Laut Timor. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat dan Togean dan Kepulauan Banggai .
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Belum dievaluasi

Menghuni terumbu pesisiran dan terumbu berarah ke laut. Ikan dewasa hidup di lereng dalam, rawan arus dengan banyak pertumbuhan invertebrata; ikan muda menghuni terumbu terlindung sekitar. Ditemukan soliter, dalam kelompok kecil di bawah pinggiran terumbu atau agregasi besar beristirahat saat siang hari, mencari mangsa saat malam hari, yang terutama invertebrata kecil. Tidak umum ditemukan. Ikan ini sering ditombak.

Kuning terang pada semua siripnya, dengan pola menyolok bergaris-garis kebiruan-putih berpinggiran hitam. Ikan muda coklat dengan garis-garis cokelat gelap dan putih, jumlah garis menambah saat bertambah umur.

Berpasangan dan bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy Benjamin Naden
Foto 2 : Photo courtesy Benjamin Naden

Referensi :
http://www.fishbase.org/summary/8316

Plectorhinchus chrysotaenia

Haemulidae
Goldlined swetlips
Plectorhinchus chrysotaenia
Panjang maksimum : 51cm
Persebaran : Direkam dari Kepulauan Raja Ampat, Bali dan Teluk Maumere; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Flores, dari Selat Bali ke Laut Timor.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Menghuni daerah kaya dengan karang pada lereng terumbu pesisiran, terumbu dalam dan laguna dalam pada kedalaman 6 hingga 70m. Hidup soliter atau dalam agregasi besar yang tidak aktif.

Keperakan-biru muda dengan garis-garis kuning dan sirip ekor kuning terang

Membentuk pasangan, bertelur.


Foto 1 : Photo courtesy Jeffrey Low
Foto 2 : Photo courtesy Benjamin Naden

Plectorhinchus lessonii

Haemulidae
Kabulu / Luppe
Striped swetlips
Plectorhinchus lessonii
Panjang maksimum : 40cm
Persebaran : Direkam dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Teluk Maumere, Komodo, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Kalimantan.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Menghuni terumbu luar dan dalam di laguna, seringkali di goa sepanjang lereng terjal. Ikan muda di laguna atau  dangkal atau terumbu dangkal terlindung hingga 35m. Saat siang hari, ikan ini berada di bawah pinggiran terumbu pada kanal dan lereng terumbu luar. Hidup soliter.

Putih dengan bibir kekuningan, garis-garis coklat dan garis patah-patah pada kepala, 4 hingga 5 garis coklat pada setengah bagian atas tubuhnya, bintik hitam pada bagian atas dasar sirip dada dan bintik-bintik coklat besar pada sirip dorsal, anal dan ekor. Ikan muda dengan garis putih di atas mengikuti daerah putih pada warna di sirip dorsalnya, garis kehitaman lebar pada bagian lateral memanjang hingga sirip ekor.

Membentuk pasangan, bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy Bernard DUPONT
Foto 2 : Photo courtesy JonathanHsieh
Foto 3 : Photo courtesy Bernard DUPONT

Friday, January 13, 2017

Plectorhinchus chaetodonoides

Haemulidae
Kawang /  Kaci macan
Harlequin sweetlips
Plectorhinchus chaetodonoides
Panjang maksimum : 50cm 
Persebaran : Dari Sumatera barat daya ke Selat Bali; juga dikenal dari Flores dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Bintan, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai dan Pulau Weh.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Perikanan (komersil). Akuarium (komersil) ikan muda digunakan di industri akuarium.
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Menghuni daerah kaya dengan karang di laguna jernih dan terumbu menuju laut. Ikan dewasa soliter, dekat atau di bawah pinggiran teri,bi pada goa saat siang hari. Ikan muda ditemukan diantara karang. Memangsa pada krustasea, moluska dan ikan pada malam hari. Ikan muda dapat meniru cacing gepeng beracun. 

Ikan dewasa diselimuti oleh bintik-bintik coklat pada tubuh dan semua siripnya, perut pucat. Ikan muda coklat dengan bintik-bintik putih besar pada kepala dan tubuhnya. Ikan remaja berpola kombinasi dari bintik-bintik putih besar dan bintik-bintik coklat dari ikan dewasa, namun bintik berukuran jauh lebih besar

Membentuk pasangan, bertelur.

Photo 1 : Photo courtesy Marcel Wardis
Photo 2 : Photo courtesy Richard Ling
Photo 3 : Photo courtesy Bernard DUPONT

Reference :
- Allen, G R, Erdmannn, M V., 2012. Reef Fishes of the East Indies : Volume II. Singapore : Tropical Reef Research