Showing posts with label Holocentridae. Show all posts
Showing posts with label Holocentridae. Show all posts

Wednesday, March 22, 2017

Myripristis berndti

Holocentridae
Babakal
Blotcheye soldierfish
Myripristis berndti
Panjang maksimum : 22cm
Persebaran : Ditemukan dari Sumatera barat daya ke Laut Timor dan Lombok. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Manado dan sekitarnya dan Togean dan Kepulauan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatra.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil :  Perikanan (komerrsil), akuarium (komersil)
Status konservasi : (LC) Least Concern

Menghuni goa dan bersembunyi di bawah lereng dataran terumbu, kanal dan pinggiran lereng terumbu luar. Membentuk agregasi besar. Memangsa terutama pada plankton seperti larva kepiting. Hampir selalu ditangkap pada malam hari.

Keputihan hingga merah muda dengan pinggiran sisik lebih gelap pada sirip median dan sirip panggul, pinggiran tutup insang merah gelap.

Foto 1 : Photo courtesy Chuck Babbitt
Foto 2 : Photo courtesy BarryFackler

Myripristis kuntee

Holocentridae
Epaulet soldierfish
Myripristis kuntee
Panjang maksimum : 19cm
Persebaran : Ditemukan dari Selat Bali ke Laut Timor. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Manado dan sekitarnya, Togean dan Kepulauan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera. Anambas dan Natuna Kepulauan
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil :  Perikanan (minor), Akuarium (komersil)
Status konservasi : (LC) Least Concern

Hidup di dataran terumbu terkena arus, juga ditemukan di laguna dan terumbu menuju laut dibawah daerah terkena arus hingga kedalaman paling dangkal 26m. Seringkali ditemukan dalam agregasi besar pada siang hari di daerah kaya dengan karang yang lebat atau dekat goa. Memangsa pada plankton seperti larva kepiting. Ditangkap pada malam hari.

Tubuh oranye-merah dengan tengah sisik keperakan, sirip merah (kecuali sirip dada) dengan pinggiran sirip putih, tutup insang berpinggiran cokalt gelap.

Foto 1 : Photo courtesy Russell Gilbert
Foto 2 : Photo courtesy Bernard DUPONT

Myripristis murdjan

Holocentridae
Babakal batu
Blotcheye soldierfish
Myripristis murdjan
Panjang maksimum : 27cm
Persebaran : Banda. Diketahui dari Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Teluk Maumere, Manado dan sekitarnya, Sangalakki Island, Togean dan Kepulauan Banggai , dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil :  Perikanan (komersil), Akuarium (komersil)
Status konservasi : (LC) Least Concern

Menghuni laguna, kanal dan terumbu menuju laut agak terlindung yang kaya dengan karang. Cukup umum ditemukan dekat karang dari famili Acropora atau Porites rus. Memangsa pada plankton seperti larva kepiting.

Tubuh merah muda hingga putih keperakan dengan pinggiran sisik merah.

Foto 1 : Photo courtesy danielguip
Foto 2 : Photo courtesy jerome Lakomy

Myripristis vittata

Holocentridae
Babakal mira
White soldierfish
Myripristis vittata
Panjang maksimum : 20cm
Persebaran : Diketahui dari Flores. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Maluku ke Sumatra.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil :  Tidak diketahui
Status konservasi : (LC) Least Concern

Membentuk agregasi besar di goa dan pinggiran lereng terjal dari kedalaman 15 hingga 80m, seringkali pada kelompok kecil dan membentuk agregasi besar. Individu sering ditemukan berenang terbalik, bahkan saat berenang diantara ikan lain yang berenang secara biasa. Bersifat nokturnal dan memangsa pada plankton.

Tubuh oranye-merah terang dengan ujung putih pada sirip punggung, pinggiran sirip putih pada sirip lainnya dan pinggiran insang berwarna lebih gelap.


Myripristis violacea

Holocentridae
Babakal
Lattice soldierfish
Myripristis violacea
Panjang maksimum : 22cm
Persebaran : Banda. Diketahui dari Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Teluk Maumere, Manado dan sekitarnya, Sangalakki Island, Togean dan Kepulauan Banggai , dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil :  Perikanan (minor)
Status konservasi : (LC) Least Concern

Menghuni laguna, kanal dan terumbu menuju laut agak terlindung yang kaya dengan karang. Cukup umum ditemukan dekat karang dari famili Acropora atau Porites rus. Memangsa pada plankton seperti larva kepiting.

Tubuh keperakan dengan pinggiran sisik coklat hingga kehitaman, sirip median merah dengan pinggiran putih dan garis merah kehitaman pada tutup insangnya.

Foto 1 : Photo courtesy Okitribe
Foto 2 : Photo courtesy Robert Koch

Neoniphon argenteus

Holocentridae
Kakaroe
Clearfin squirrelfish
Neoniphon argenteus
Panjang maksimum : 19cm
Persebaran : Nugini. Diketahui dari Flores dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Togean dan Kepulauan Banggai  dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatra.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil : Akuarium umum
Status konservasi : (LC) Least Concern

Ditemukan terutama pada samudera pulau. Ikan ini merupakan penghuni terumbu kurang yang agak jarang ditemukan pada dataran terumbu, laguuna dan terumbu agak terlindung dari kedalaman 3 hingga 20m. Hidup bersama N. sammara pada daerah kaya dengan karang bercabang seperti Acropora sp. Memangsa terutama pada invertebrata bentik.

Tubuh keperakan dengan garis-garis merah gelap hingga kehitaman dan sirip dorsal terang tanpa memiliki pola.

Foto 1 : Photo courtesy ilan Lubitz
Foto 2 : Photo courtesy Al dobbins

Neoniphon sammara

Holocentridae
Kakaroe
Spotfin squirrelfish
Neoniphon sammara
Panjang maksimum : 30cm
Persebaran : Diketahui dari Flores dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai  dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera. Anambas dan Kabupaten Natuna.
Bahaya terhadap manusia : Sirip pada tutup insang ikan ini berbisa.
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil), perikanan (minor), dijual di pasar dalam kondisi segar.
Status konservasi : (LC) Least Concern

Spesies bergerombolan ini menghuni padang rumput laut dan habitat berdasar keras atau berbatu dari dataran terumbu dari kedalaman 3 hingga 40m pada laguna dan terumbu menuju laur. Sering ditemukan pada daerah yang memiliki banyak karang bercabang Acropora sp. Ikan dari marga Neophion yang paling sering ditemukan pada daerah dangkal. Memangsa pada ikan kecil, kepiting kecil dan udang pada malam hari.

Garis-garis merah putih bolak balik, daerah putih memanjang pada bagian tengah dorsal punggung dan garis anal berpinggiran putih.

Foto 1 : Photo courtesy jome jome
Foto 2 : Photo courtesy eunice khoo

Neoniphon opercularis

Holocentridae
Kakaroe
Blackfin squirrelfish
Neoniphon opercularis
Panjang maksimum : 35cm
Persebaran : Dari Selat Bali ke Laut Timor. Juga mencatat dari Togean dan Kepulauan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Kepulauan Riau
Bahaya terhadap manusia : Sirip pada tutup insang ikan ini berbisa.
Penggunaan komersil : Perikanan (minor)
Status konservasi : (LC) Least Concern

Menghuni dataran terumbu terkena arus, laguna dan terumbu menuju laut hingga kedalaman paling dalam 25m. Ditemukan soliter atau dalam kelompok kecil pada daerah yang kaya dengan karang, paling sering ditemukan pada daerah yang terdapat banyak karang Acropora sp. Memangsa terutama pada kepiting bentik dan udang. Ia memiliki mekanisme defensif untuk memperlihatkan siirp dorsalnya kepada predator.

Tubuh keperakan dengan bintik merah gelap hingga hitam pada setiap sisik, membentuk barisan horizontal, sirip dorsal yang terutama hitam dengan ujung putih dan segitiga putih pada barisan dasar siirp punggung.

Foto 1 : Photo courtesy Jan (Arny) Messersmith 
Foto 2 : Photo courtesy Benoit LALLEMENT

Neoniphon aurolineatus

Holocentridae
Yellowstriped squirrelfish
Neoniphon aurolineatus
Panjang maksimum : 22cm
Persebaran : Ambon dan Sulawesi. Juga tercatat dari Bali; dengan distribusi Indonesia dari Maluku. Juga ditemukan di Nusa Penida.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbisa
Penggunaan komersil : Belum diketahui
Status konservasi : (LC) Least Concern

Ikan ini terbatas pada lereng terumbu luar. Jarang ditemukan pada kedalaman kurang dari 40m dimana terdapat banyak arus. Memangsa pada krustasea. Suka bersembunyi pada dekat celah atau goa pada kedalaman 30 hingga 188m. Hidup soliter atau kelompok kecil.

Tubuh putih keperakan hingga merah muda dengan garis kuning diantara setiap baris sisik pada sisinya, sirip dada berdasar kuning dan garis merah melintasi tengkuk dan tutup insang.

Foto 1 : Photo courtesy DavidR.808
Foto 2 : Photo courtesy Chuck Babbitt

Sargocentron diadema

Holocentridae
Crown squirrelfish
Sargocentron diadema
Panjang maksimum : 17cm
Persebaran : Belum diketahui
Bahaya terhadap manusia : Sirip pada tutup insang ikan ini berbisa.
Penggunaan komersil : Akuarium umum
Status konservasi : (LC) Least Concern

Sebuah spesies umum ditemukan yang menghuni terumbu karang dangkal, laguna dan terumbu menuju laut hingga 40m atau lebih. Hidup dibawah tepian terumbu, celah dan daerah gelap terlindung pada saing hari, memangsa pada isopoda, pada malam hari ia mulai beraktivitas di atas dasar pasir terbuka dan daerah terumbu yang tidak banyak karang untuk memangsa pada cacing laut dan kepiting kecil. Isi perut pernah ditemukan gastropoda, cacing, kerang kecil, moluska lunak, isopoda dan krustasea lainnya. Biasa ditemukan pada agregasi besar, namun juga dapat ditemukan soliter.

Garis-garis merah putih berbolak-balik pada sisinya, sirip ekor berdasar keperakan dan sirip punggung terutama hitam dengan ujung sirip tulang putih.

Foto 1 : Photo courtesy Jean-Marie GRADOT
Foto 2 : Photo courtesy BarryFackler

Sunday, March 19, 2017

Sargocentron microstoma

Holocentridae
Smallmouth squirrelfish
Sargocentron microstoma
Panjang maksimum : 19cm
Persebaran : Direkam dari Komodo, Manado dan sekitarnya dan Pulau Sangalakki; dengan distribusi Indonesia dari Maluku ke Kalimantan.
Bahaya terhadap manusia : Sirip pada tutup insang ikan ini berbisa.
Penggunaan komersil : Akuarium umum
Status konservasi : (LC) Least Concern

Menghuni berbagai macam daerah terumbu karang. Bersifat bentopelagik di atau dekat celah dan lubang. Umum ditemukan pada kumpulan karang Acropora sp. atau pada kepala karang Pocillopora besar. Memangsa pada krustasea kecil, cacing dan ikan pada malam hari.

Garis-garis merah putih bolak balik, daerah putih memanjang pada bagian tengah dorsal punggung dan garis anal berpinggiran putih.

Foto 1 : Photo courtesy zsispeo
Foto 2 : Photo courtesy Richard Mayston

Saturday, March 18, 2017

Sargocentron punctatissimum

Holocentridae
Peppered squirrelfish
Sargocentron punctatissimum
Panjang maksimum : 13cm
Persebaran : Dari Selat Bali ke Laut Timor; dengan distribusi Indonesia dari Maluku ke Sulawesi, Kepulauan Natuna.
Bahaya terhadap manusia : Sirip pada tutup insang ikan ini berbisa.
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : (LC) Least Concern

Menghuni daerah terkena arus seperti goa dan celah-celah pinggiran terumbu dan depan terumbu. Jarang ditemukan pada kedalaman lebih dari 30m, namun pernah dilihat pada kedalaman 101 hingga 183m pada kepulauan Hawaii, kebanyakan individu yang ditemukan dari kedalaman kurang dari 3m, seringkali di kolam batu. Pada malam hari mereka berpencar ke dataran terumbu pada dasar terbuka untuk memangsa pada krustasea kecil, larvanya dan cacing laut.

Tubuh berwarna merah muda, bergradasi hingga putih keperakan pada bagian bawah dengan bintik-bintik merah menutupi tubuhnya, sirip punggung dengan pinggiran merah berujung putih.

Foto 1 : Photo courtesy Wisnu Purwanto\
Foto 2 : Photo courtesy Patrick Randall

Sargocentron rubrum

Holocentridae
Redcoat squirrelfish
Sargocentron rubrum
Panjang maksimum : 27cm
Persebaran : Ditemukan dari Selat Bali ke Laut Timor. Juga mencatat dari Togean dan Banggai Kepulauan; dengan distribusi Indonesia dari Maluku ke Sumatera. Anambas dan Natuna Kepulauan.
Bahaya terhadap manusia : Sirip pada tutup insang ikan ini berbisa.
Penggunaan komersil : Akuarium umum, perikanan (minor)
Status konservasi : (LC) Least Concern

Ditemukan pada terumbu pesisiran, terumbu berlumpur atau sekitar bangkaian kapal di laguna, teluk dan pelabuhan, dapat ditemukan dalam agregasi; juga ditemukan tersembunyi pada goa dan celah-celah diantara batu pada siang hari, biasa ditemukan di daerah yang terkena arus yang kuat. Juga pernah ditemukan pada kolam batu yang terkena arus. Memangsa terutama pada kepiting bentik dan udang, juga memangsa pada ikan kecil. Hidup soliter atau berkelompok.

Garis-garis kemerahan dan putih berbolak-balik dengan garis hitam pada dasar sirip ekordan beberapa garis mirip pada dasar sirip punggung dan anal.

Telur dan larva besifat pelagis.

Foto 1 : Photo courtesy 老鴨 Tse
Foto 2 : Photo courtesy zsispeo

Tuesday, March 14, 2017

Sargocentron caudimaculatum

Holocentridae
Lambe
Sabre squirrelfish
Sargocentron spiniferum
Panjang maksimum : 45cm
Persebaran : Selat Bali ke Laut Timor dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai .
Bahaya terhadap manusia : Sirip pada tutup insang ikan ini berbisa.
Penggunaan komersil : Akuarium umum, perikanan (minor)
Status konservasi : (LC) Least Concern

One of the most common of the squirrelfishes that occurs in outer reef areas, also encountered in lagoons and drop-offs from less than 2 to 40 m; either solitary or in groups (Ref. 27370). Nocturnal, feeds mainly on benthic crabs and shrimps.

Keseluruhan merah tanpa garis pada sisinya, seringkali bergradasi pada sisi bawahnya, sirip dorsal merah rata dan seringkali memiliki sirip anal dan panggul berwarna kekuningan.

Foto 1 : Photo courtesy Plongez-Pépère
Foto 2 : Photo courtesy Benoit LALLEMENT

Sargocentron tiere

Holocentridae
Blue lined squirrelfish
Sargocentron tiere
Panjang maksimum : 45cm
Persebaran : Tercatat dari Kepulauan Raja Ampat dan Togean dan Kepulauan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sulawesi.
Bahaya terhadap manusia : Sirip pada tutup insang ikan ini berbisa.
Penggunaan komersil : Akuarium umum, perikanan (minor)
Status konservasi : (LC) Least Concern

Menghuni pinggiran terumbu dan lereng terumbu luar. Pernah dilihat hingga kedalaman 183m di Hawaii. Bersifat bentopelagis. Bersifat pemalu, berlindung dalam goa atau celah pada   aliran arus saat siang hari. Memangsa saat malam hari pada krustasea, larva krustasea, cacing laut dan ikan kecil.

Tubuh merah dengan garis-garis keperakan dilapisi oleh kilau biru, daerah tulang pada sirip dorsalnya merah dengan sirip tulang berpinggiran putih dan corak hitam pada tengah setiap selaputnya.

Photo courtesy Barryfackler
Photo courtesy DavidR.808

Sargocentron spiniferum

Holocentridae
Lambe
Sabre squirrelfish
Sargocentron spiniferum
Panjang maksimum : 45cm
Persebaran : Dari Sumatera daya ke Laut Timor. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakkidan Togean dan Kepulauan Banggai ; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatra
Bahaya terhadap manusia : Sirip pada tutup insang ikan ini berbisa.
Penggunaan komersil : Akuarium umum, perikanan (minor)
Status konservasi : (LC) Least Concern

Sebuah spesies soliter yang menghuni berbagai macam zona terumbu dari dataran terumbu hingga laguna dan terumbu menuju laut pada kedalaman paling dalam 122m dan cukup umum ditemukan di daerah yang tidak terjadi penombakan ikan. Ditemukan di bawah tepian pada siang hari. Bersifat bentopelagik. Merupakan anggota terbesar dari keluarga Holocentridae dan tinggi badan paling tinggi. Ikan muda menghuni terumbu dangkal terlindung. Sebuah spesies nokturnal yang memangsa pada kepiting, udang dan ikan kecil.

Keseluruhan merah tanpa garis pada sisinya, seringkali bergradasi pada sisi bawahnya, sirip dorsal merah rata dan seringkali memiliki sirip anal dan panggul berwarna kekuningan.

Monday, March 6, 2017

Myripristis adusta

Holocentridae
Babakal silah
Shadowfin soldierfish
Myripristis adusta
Panjang maksimum : 32cm
Persebaran : Diketahui dari Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Teluk Maumere, Komodo, Sangalakki Island dan Togean dan Kepulauan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Kalimantan.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil :  Perikanan (minor)
Status konservasi : (LC) Least Concern

Tubuh merah sangat muda secara keseluruhan dengan pinggiran sisik gelap pada sirip dorsal, anal dan ekornya. Bintik hitam pada bagian belakang tutup insangnya.

Biasa menghuni daerah kaya dengan karang pada lereng terjal dari efek arus hingga kedalaman 25m. Hidup soliter atau dalam kelompok kecil, kadang dengan spesies lainnya. Sebuah spesies nokturnal yang bersembunyi di celah-celah atau dibawah lereng pada siang hari, memangsa larva kepiting pada malam hari.

Photo 1 : Photo courtesy eunice khoo
Photo 2 : Photo courtesy jome jome

Friday, January 13, 2017

Myripristis amaena

Keluarga : Holocentridae
Nama Inggris : Brick soldierfish
Nama Latin : Myripristis amaena
Panjang maksimum : 26.5cm
Persebaran : Teluk Maumere
Bahaya terhadap manusia : Sirip pada tutup insang ikan ini berbisa.
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : (LC) Least Concern

Menghuni dataran terumbu dan terumbu menuju laut hingga kedalaman lebih dari 52m dimana ia ditemukan dalam kelompok di goa dan dibawah pinggiran lereng. Memangsa terutama pada cacing dan kepiting megalops, larva kunang-kunang dan larva udang alpeid. Membentuk agregasi besar pada daerah samudera.

Sirip berwarna merah rata dan tidak memiliki pinggiran putih atau ujung berwarna lebih gelap.

Foto 1 : Seekor individu dari Maui
Foto 2 : Individu berasal dari Pulau Komodo