Showing posts with label Pomacanthidae. Show all posts
Showing posts with label Pomacanthidae. Show all posts

Thursday, March 30, 2017

Apolemichthys trimaculatus

Pomacanthidae
Angel asli
Threespot angelfish
Apolemichthys trimaculatus
Panjang maksimum : 25cm
Persebaran : Diketahui dari Flores dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium, sering diekspor untuk kepentingan akuarium. Perikanan (minor)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Menghuni laguna dan terumbu berarah ke laut; ditemukan dekat karang. Memakan sepon dan tunicate. Ikan muda bersifat pemalu dan hidup pada kedalaman kurang dari 25m. Ikan dewasa hidup dalam kelompok kecil pada kedalaman 15 hingga 60m.

Kuning terang dengan bibir biru khas, bintik hitam pada jidat, bintik abu-abu tepat di belakang kepala, sirip dorsal berujung hitam.

Membentuk harem dalam jumlah 3 hingga 7 individu.

Foto 1 : Photo courtesy LemonTEAYK
Foto 2 : Photo courtesy Benoit LALLEMENT

Genicanthus bellus

Pomacanthidae
Ornate angelfish
Genicanthus bellus
Panjang maksimum : 18cm
Persebaran : Bali
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ikan ini bergerombolan sepanjang lereng terjal terkena arus dari kedalaman 45 hingga 97m. Memangsa plankton. Pada Teluk Cenderarwasih ditemukan pada kedalaman 20 hiingga 25m.

Ikan jantan abu-abu terang dengan garis oranye-emas pada bagian tengah tubuhnya dan pada dasar sirip dorsal. Ikan betina abu-abu hingga kebiruan dengan garis mata hitam, sirip dorsal hitam, garis diagonal hitam pada tubuh dan pinggiran sirip ekor hitam.

Membentuk harem dalam jumlah 3 hingga 7 individu.

Foto 1 : Photo courtesy LemonteaYK
Foto 2 : Photo courtesy LemonteaYK

Genicanthus melanospilos

Pomacanthidae
Blackspot angelfish
Genicanthus melanospilos
Panjang maksimum : 18cm
Persebaran : Diketahui dari Flores, Kepulauan Mentawai, dan Ambon. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Manado dan sekitarnya dan Pulau Sangalakki.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Biasa ditemukan dalam pasangan di lereng terjal, di goa, atau pada dasar bebatuan besar yang memiliki banyak pertumbuhan karang diselingi oleh pasir pada kedalaman 20 hingga 45m. Biasa hidup dalam kelompok kecil terdiri dari satu jantan dengan beberapa betina. Kadang memangsa plankton tinggi di atas dasar laut.

Ikan jantan memiliki banyak garis-garis hitam dan bintik hitam pada tengah dadanya. Ikan betina abu-abu muda pada kepala dan bagian bawah tubuhnya, kuning pada setengah atasnya dan pinggiran hitam pada sirip ekor.

Foto 1 : Photo courtesy cameron_tim
Foto 2 : Photo courtesy cameron_tim

Chaetodontoplus duboulayi

Pomacanthidae
Scribbled angelfish
Chaetodontoplus duboulayi
Panjang maksimum : 25cm
Persebaran : Kepulauan Aru
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium, kadang diekspor untuk kepentingan akuarium
Status konservasi : Least Concern (LC)

Menghuni terumbu dalam dan pesisiran berbatu dengan dasar lembut seperti lumpur atau pasir halus, atau dasar terbuka dengan batu, karang, sepon dan invertebrata lainnya. Dapat ditemukan dalam pasangan atau kelompok kecil. Memangsa sepon dan tunicate

Ikan jantan biru gelap dengan pola mosaic neon biru, moncong kuning, daerah belakang insang putih dan garis kuning lebar di belakang kepalanya dan porsi anterior tubuhnya, kuning pada sepanjang dasar sirip dorsal dan sirip ekor kuning. Ikan betina mirip, namun tidak memiliki pola mosaic pada tubuhnya.

Foto 1 : Photo courtesy LemonteaYK
Foto 2 : Photo courtesy LemonteaYK
Foto 3 : Photo courtesy Cesare Zordan

Pomacanthus sexstriatus

Pomacanthidae
Kambingan bluestone
Six-banded angelfish
Pomacanthus sexstriatus
Panjang maksimum : 46cm
Persebaran : Dari Selat Bali untuk Laut Timor. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai. Dilaporkan dari Kepulauan Mentawai
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil), hanya ikan muda yang dapat hidup dengan baik di lingkungan akuarium. Perikanan (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ikan muda memilih terumbu dalam terlindung, sementara ikan dewasa hidup di daerah yang kaya dengan pertumbuhan karang dan daerah berlereng di laguna dan terumbu berarah ke laut pada kedalaman 3 hingga 60m. Ikan dewasa hidup di habitat pesisiran berdasar agak berlumpur pada kedalaman hingga 50m, seringkali terlihat dalam pasangan. Hidup terutama soliter, ikan berpasangan jarang sekali terlihat. Dapat membuat suara dengor keras saat merasa terancam. 

Coklat matang dengan sisik tengah biru, enam garis-garis coklat pada sisinya, kepala biru gelap dengan garis putih di belakang matanya dan bintik-bintik biru pada sirip dorsal, anal dan dada berwarna kuning hingga coklat terang. Ikan muda kehitaman dengan garis-garis melengkung putih dan garis-garis biru lebih tipis; sirip ekor dan sirip dorsal memiliki pola yang sama, sirip dada terutama biru.

Foto 1 : Photo courtesy Marcel waldis
Foto 2 : Photo courtesy Richard Ling

Pomacanthus imperator

Pomacanthidae
Bluestone asli
Emperor angelfish
Pomacanthus imperator
Panjang maksimum : 38cm
Persebaran : Dari Selat Bali ke Laut Timor; juga Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil), Perikanan (minor)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ikan muda ditemukan di bawah pinggiran lereng terumbu, lubang pada daerah berkarang di laguna atau daerah terlindung pada kanal terbuka dan dataran terumbu. Ikan remaja pindah habitat ke depan terumbu berlubang untuk sembunyi dan kanal berarus. Ikan dewasa berukuran besar menghuni pinggiran terumbu dan goa di daerah kaya dengna eprtumbuhan karang pada laguna jernih, kanal dan terumbu berarah ke laut. Memakan sepon dan invertebrata lainnya yang menumbuh di batu atau karang. Membentuk pasangan. Ikan dewasa muda dapat membersihkan ikan lebih besar lainnya seperti ikan mola mola.

Garis-garis diagonal berwarna biru dan kuning, 'topeng' pada mukanya hitam dengan pinggiran biru, garis hitam berpinggiran biru di belakang insangnya, luar sirip dorsal dan sirip ekor kuning. Ikan muda biru gelap dengan garis-garis melengkung dan cincin biru dan putih, jumlah garis-garis menambah banyak saat ikan ini bertumbuh, namun akhirnya diganti oleh pola yang dimiliki ikan dewasa. Ikan muda dibedakan oleh sirip dorsal berpinggiran putih cukup tebal.

Foto 1 : Photo courtesy Brian Mayes
Foto 2 : Photo courtesy Brian Mayes

Wednesday, March 29, 2017

Pomacanthus navarchus

Pomacanthidae
Angel Piama
Blue-girdled angelfish
Pomacanthus navarchus
Panjang maksimum : 25cm
Persebaran :Diketahui dari Flores. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium, sering diekspor untuk kepentingan akuarium, ia merupakan salah satu jenis ikan yang sangat berharga dalam hopi akuarium.
Status konservasi : Least Concern (LC)

Hidup di daerah kaya dengan karang di perairan laguna jernih, kanal dan lereng terumbu terlindung dari kedalaman 3 hingga 40m. Perubahan pola pada tubuh saat ikan ini mencapai umur dewasa dramatis, dan fase warna diantara ikan muda dan dewasa jarang terlihat. Sering hidup sendiri. Agak jarang ditemukan. Memakan sepon dan tunicate.

Tubuh kuning-oranye dengan bintik-bintik biru pada sisinya, bibir biru, bagian dari moncong hingga dada berwarna oranye-kuning, daerah biru gelap pada ventral melonjong hingga bagian atas kepala dan anterior tubuhnya, sirip ekor oranye.

Foto 1 : Photo courtesy Benoit LALLEMENT
Foto 2 : Photo courtesy Karen Honeycutt

Pomacanthus semicirculatus

Pomacanthidae
Bluestone
Semicircle angelfish
Pomacanthus semicirculatus
Panjang maksimum : 35cm
Persebaran : Direkam dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Teluk Maumere, Komodo, Pulau Seribu, Pulau Sangalakki dan Pulau Weh, dari Sumatera barat daya ke Laut Timor; termasuk Kepulauan Mentawai.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil), Perikanan (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ikan muda menghuni perairan terlindung dangkal, sementara ikan dewasa memilih terumbu pesisir dengan pertumbuhan karang yang padat, memberikan ikan ini banyak tempat bersembunyi. Biasa hidup soliter atau berpasangan. Memakan sepon, ganggang dan tunicates. Ikan muda merupakan penghuni akuarium yang sangat cocok.

Kehijauan-coklat, tengah tubuhnya oranye-coklat dengan bintik-bintik biru, bibir kekuningan pucat, pinggiran biru tutup insang, semua sirip kecuali sirip dadanya. Ikan muda mirip dengan P.imperator, namun tidak memiliki pola cincin putih pada posterior tubuh.

Foto 1 : Photo courtesy Benjamin Naden
Foto 2 : Photo courtesy zsispeo

Pomacanthus xanthometopon

Pomacanthidae
Yellow-Mask Angelfish
Pomacanthus xanthometopon
Panjang maksimum : 38cm
Persebaran : Diketahui dari Bali. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Teluk Maumere, Komodo, Manado dan sekitarnya, Sangalakki Island, Togean dan Banggai Kepulauan
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium, kadang diekspor untuk kepentingan akuarium. Ikan berukuran kurang dari 20cm paling cocok hidup di lingkungan akuarium.
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ditemukan pada daerah kaya dengan karang di laguna, kanal, lereng terumbu. Sering dekat goa atau celah besar. Ikan muda hidup dekat perairan pantai dekat goa kecil dengan pertumbuhan ganggang. Hidup soliter. Memakan sepon dan tunicates

Kepala biru dengan 'topeng' kuning sekitar matanya, sisik tubuh biru dengan pinggiran kuning memberi tampak pola bersambung, sirip dorsal dan ekor kuning, bintik hitam besar pada ujung siirp dorsalnya.

Photo courtesy Benoit LALLEMENT
Photo courtesy Ular Tikk

Pomacanthus annularis

Pomacanthidae
Blue-ringed angelfish
Pomacanthus annularis
Panjang maksimum : 45cm
Persebaran : Dari Sumatera barat daya ke Laut Timor; termasuk Kepulauan Mentawai.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium, sering diekspor untuk kepentingan akuarium, khususnya dari Sri Lanka.
Status konservasi : Least Concern (LC)

Menghuni terumbu pesisiran hingga paling dangkal 30m. Ikan dewasa sering ditemukan dalam pasangan di dalam goa. Ikan muda hidup di perairan pantai sangat dangkal dengan pertumbuhan ganggang berserabut pendek yang tumbuh pada batu atau karang yang sudah mati. Memakan sepon dan tunicates. Mengalami perubahan warna dari saat masih muda menjadi ikan dewasa. 

Coklat dengan kepala kebiruan, garis-garis biru diagonal pada sisinya, garis-garis biru tersebut melewati dan dibawah matanya.

Foto 1 : Photo courtesy LemonteaYK
Foto 2 : Photo courtesy LemonteaYK
Foto 3 : Photo courtesy Brian Mayes

Paracentropyge multifasciata

Pomacanthidae
Multi-barred angelfish
Paracentropyge multifasciata
Panjang maksimum : 10cm
Persebaran : Indonesia
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium, sering diekspor untuk kepentingan akuarium. Seringkali kondisi ikan ini akan memburuk dan kurang nutrisi jika dipelihara di akuarium.
Status konservasi : Least Concern (LC)

Menghuni pinggiran lereng, goa dan celah pada lereng terumbu terjal; kadang ditemukan di terumbu laguna berair jernih dari kedalaman 20 hingga 70m. Ikan ini bersifat pemalu dan jarang keluar lebih dari beberapa sentimeter dari lubang bersembunyinya. Membentuk pasangan atau kelompok kecil. Sering terlihat berenang terbalik.

Tubuh putih dengan sekitar 8 garis-garis hitam, bintik hitam berpinggiran putih pada ujung sirip dorsalnya dan sirip dada dan anal kuning.

Foto 1 : Photo courtesy LemonteaYK
Foto 2 : Photo courtesy BENOIT LALLEMENT

Chaetodontoplus melanosoma

Pomacanthidae
Black-velvet angelfish
Chaetodontoplus melanosoma
Panjang maksimum : 20cm
Persebaran : Dari Selat Bali ke Laut Timor. Juga diketahui dari Bali, Komodo, dan Flores, dari Jawa Barat
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium, sering diekspor untuk kepentingan akuarium.
Status konservasi : Least Concern (LC)

Sebuah jenis cukup jarang ditemukan yang hidup di terumbu pesisiran dan lereng terjal terkena arus kuat pada kedalaman 15 hingga 40m. Ikan muda pada lereng berbatu dengan banyak pertumbuhan sepon dan invertebrata lainnya. Memangsa pada sepon dan tunicates. Hidup soliter atau dalam pasangan.

Ikan jantan dengan kepala abu-abu-kebiruan dan bagian setengah atas tubuhnya, sisa bagian tubuhnya kehitaman dengan bintik-bintik biru kecil pada anterior, sirip dorsal dan anal berpinggiran putih hingga kebiruan, sirip ekor hitam berpinggiran kuning tebal. Ikan betina berkepala dan tengkuk coklat kusam, tubuh biru gelap diselimuti dengan bintik-bintik biru kecil, pinggiran sirip dorsal dan anal putih hingga kebiruan, sirip ekor kuning.

Foto 1 : Photo courtesy zsispeo
Foto 2 : Photo courtesy BENOIT LALLEMENT

Chaetodontoplus mesoleucus

Pomacanthidae
Vermiculated angelfish
Chaetodontoplus mesoleucus
Panjang maksimum : 18cm
Persebaran : Diketahui dari Flores dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium, sering diekspor untuk kepentingan akuarium, ia merupakan salah satu jenis ikan yang cukup terkenal dalam hobi
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ikan jenis pemalu yang jarang berpergi jauh dari tempat bersembunyinya, ditemukan pada laguna dan lereng terumbu menuju laut pada daerah yang kaya dengan pertumbuhan karang pada kedalaman 5 hingga 45m. Ditemukan soliter atau dalam agregasi. Memakan ganggang yang bertumbuh pada bebatuan dan karang.

Keunguan-abu-abu dengan pola peristaltik pada sisi tubuhnya, ujung moncong kuning, garis mata hitam dan bercak berbentuk segitiga putih atau kekuningan di belakang kepala. Beda dari C.poliourus dengan memiliki sirip ekor kuning dibandingkan abu-abu.

Membentuk harem dalam jumlah 3 hingga 7 individu.

Foto 1 : Photo courtesy zsispeo
Foto 2 : Photo courtesy Benjamin naden

Genicanthus caudovittatus

Pomacanthidae
Lyretail angelfish /  Zebra angelfish
Genicanthus caudovittatus
Panjang maksimum : 20cm
Persebaran : Direkam dari Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Sumatera. Utara. Diketahui dari Nusa Penida, dekat Bali
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Menghuni terumbu luar pada kedalaman 15 hingga 70m. Sering ditemukan pada lereng terjal dalam. Memangsa pada plankton beberapa meter di atas dasar.

Ikan jantan putih dengan garis-garis hitam pada sisinya, bintik hitam pada tengah dadanya, daerah kehitaman pada bagian tengah sirip dorsalnya. Ikan betina abu-abu dengan garis hitam di atas matanya dan pinggiran hitam pada sirip ekornya. Ujung sirip ekor sangat panjang.

Seekor jantan biasa ditemukan berkelompok dengan beberapa betina lainnya.

Foto 1 : Photo courtesy Plongez-Pépère
Foto 2 : Photo courtesy Joey jojo

Centropyge colini

Pomacanthidae
Colin's pygmy angelfish
Centropyge colini
Panjang maksimum : 9cm
Persebaran : Distribusi Indonesia dari Kepulauan Lucipara.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium, hampir tidak pernah diekspor untuk kepentingan akuarium.
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ikan jarang ditemukan ini bersifat pemalu, menghuni celah, goa dan pinggiran lereng terumbu terjal pada kedalaman 25 hingga 75m. Makanan di habitat alami tidak diketahui.

Kuning keseluruhan, kecuali bercak biru luas pada bagian atas tubuhnya, yang memanjang dari jidat kepalanya hingga anterior sirip dorsalnya.

Membentuk harem dalam jumlah 3 hingga 7 individu.

Foto 1 : Photo courtesy LemonTeaYK
Foto 2 : Photo courtesy LemonTeaYK

Centropyge eibli

Pomacanthidae
Eibl's angelfish
Centropyge eibli
Panjang maksimum : 11cm
Persebaran : Diketahui dari Bali dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Teluk Maumere, Pulau Seribu dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Flores ke Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium, sering diekspor untuk kepentingan akuarium.
Status konservasi : Least Concern (LC)

Menghuni daerah berbatu pada terumbu menuju laut dan daerah yang kaya dengan pertumbuhan karang. Memakan ganggang. Menghuni daerah berbatu pada terumbu menuju laut dan daerah kaya dengan karang. Memakan ganggang. Berhibridasi dengan Centropyge vrolikii pada daerah dimana 2 spesies tersebut hidup berdampingan, juga berhibridasi dengan C.flavissima yang telah direkam dari Samudera Hindia Timur. Ditiru oleh individu muda berasal dari keluarga Acanthuridae (Acanthurus tristis).

Abu-abu pucat dengan garis tipis coklat hingga oranye pada sisinya, lingkaran oranye pada sekitar matanya.

Membentuk harem dalam jumlah 3 hingga 7 individu. Membentuk hibridasi dengan C.vrolikii di daerah dimana 2 spesies hidup berdampingan

Foto 1 : Centropyge flavissima x C. eibli (Photo courtesy LemonTeaYK)
Foto 2 : Individu asli Centropyge eibli (Photo courtesy LemonteaYK)

Centropyge argi

Pomacanthidae
Cherubfish
Centropyge argi
Panjang maksimum : 8cm
Reproduksi : Berpasangan dan bertelur.
Persebaran : Indonesia
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium (koemrsil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Menghuni daerah berpuing pada kedalaman 5 hingga 80m. Makanannya merupakan berbagai macam ganggang. Segera bersembunyi ke lubang saat merasa terancam.

Biru gelap, hampir keunguan, kepala dan dada oranye-kuning, lingkaran biru sekitar matanya, pola noda biru gelap tepat di belakang mulutnya; sirip dada kekuningan pucat; sirip lainnya biru gelap dengan pinggiran biru muda.

Foto 1 : Photo courtesy Patrick Masse
Foto 2 : Photo courtesy Johannes Pfleiderer

Centropyge vrolikii

Pomacanthidae
Angel abu polos
Pearl-scaled angelfish
Centropyge vrolikii
Panjang maksimum : 12cm
Persebaran : Diketahui dari Flores. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai ; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Kalimantan.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium, sering diekspor untuk kepentingan akuarium.
Status konservasi : Least Concern (LC)

Menghuni laguna dan terumbu menuju laut pada kedalaman 1 hingga 25m, terutama pada daerah kaya dengan karang. Memakan ganggang. Hidup soliter atau dalam kelompok kecil.

Abu-abu pucat pada kepala dan anterior tubuhnya, bergradasi hingga kehitaman pada posterior tubuh dan sirip perutnya, sirip ekor hitam dengan pinggiran biru dan pinggiran tutup insang warna oranye.

Bertelur dan bersifat monogamis. Berhibridasi dengan Centropyge eibli dan Centropyge flavissima pada daerah simpatrik. Ditiru oleh ikan muda Acanthuridae (Acanthurus pyroferus).

Foto 1 : Photo courtesy Benoit LALLEMENT
Foto 2 : Photo courtesy Benoit LALLEMENT

Centropyge tibicen

Pomacanthidae
Keyhole angelfish
Centropyge tibicen
Panjang maksimum : 18cm
Persebaran : Direkam dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Teluk Maumere, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai ; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Kalimantan.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium, sering diekspor untuk kepentingan akuarium.
Status konservasi : Least Concern (LC)

Jenis ikan yang agak jarang ditemukan di daerah campuran bebatuan dan karang di laguna dan terumbu menuju laut pada kedalaman 4 hingga 35m. Ikan ini adalah anggota terbesar dari marganya. Memakan ganggang.

Biru gelap, hampir hitam keseluruhan, bercak putih oval pada sisinya berposisi vertikal dan pinggiran sirip anal kuning.

Membentuk harem dalam jumlah 3 hingga 7 individu.

Foto 1 : Photo courtesy zsispeo
Foto 2 : Photo courtesy cameron_tim

Centropyge multispinis

Pomacanthidae
Many-spined angelfish / Dusky angelfish
Centropyge multispinis
Panjang maksimum : 9cm
Persebaran : Indonesia
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium, sering diekspor untuk kepentingan akuarium, ia merupakan salah satu jenis ikan yang cukup terkenal dalam hobi
Status konservasi : Least Concern (LC)

Jenis ikan pomacanthidae yang paling berlimpah di Samudera Hindia. Menghuni daerah berbatu kaya dengan karang pada laguna dan terumbu menuju laut pada kedalaman 1 hingga 30m.

Coklat gelap dengan garis-garis tipis hitam pada sisi tubuhnya, bercak hitam besar pada atas belakang insangnya, sirip median kehitaman dan sirip perut hitam dengan pinggiran biru muda.

Foto 1 : Photo courtesy Aquarista Marinho
Foto 2 : Photo courtesy flickr