Showing posts with label Pomacentridae. Show all posts
Showing posts with label Pomacentridae. Show all posts

Thursday, July 20, 2017

Chromis leucura

Pomacentridae
Whitetail chromis
Chromis leucura
Panjang maksimum : 5cm
Persebaran : Dikenal dari Papua Barat. Manokwari dan Waigeo di Kepulauan Raja Ampat, Halmahera, Selat Lembeh, Sulawesi, dan Maumere, Flores
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Ikan dewasa menghuni tepi terumbu terlindung, biasa di teluk pada kedalaman diantara 3 hingga 20m. Biasa ditemukan dalam agregasi kecil dan ditemukan dekat dimana ada formasi karang hidup, khususnya Acropora sp. dan Seriatoptora hystrix. Jenis ikan ini suka berada beberapa meter di atas dasar laut, kemungkinan sedang memangsa zooplankton.

Mirip dengan C. giti, C. hemicyanea dan C. parasema, namun sirip dada terutama kuning dan posterior tubuh langsung bertransisiwarna menjadi kuning di belakang garis memajang dari rusuk dorsal pertama dari belakang hingga ruusk tengah sirip anal.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut. Ikan jantan menjaga dan mengaerasi telur.


Sunday, April 30, 2017

Dascyllus aruanus

Pomacentridae
Sebra jakarta 
Whitetail dascyllus
Dascyllus aruanus
Panjang maksimum : 7.8cm
Persebaran : Diketahui dari daerah Manado, Sulawesi (Sulawesi), Teluk Maumere, Flores dan Pulau Weh.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil). Digunakan untuk pelajaran sifat, gampang berkembang biak di lingkungan akuarium.
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Bersifat teritorial, menghuni laguna dangkal dan dataran terumbu berpasang-surut. Membentuk agregasi besar di atas karang bercabang Acropora atau dalam kelompok lebih kecil di atas kepala karang terisolasi. Memangsa zooplankton, invertebrata bentik dan ganggang.

Putih dengan tiga garis hitam menyolok; mirip dengan D. melanurus, namun memiliki siirp ekor pucat dibandingkan hitam.

Ikan jantan mengajak ikan etina untuk berkawin di sarang mereka; melindungi telur sampai menetas dan menjadi sangat agresif terhadap ikan lain. Telur menetas setelah 3 hingga 5 hari; larva memangsa pada plankton. Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut. Ikan jantan menjaga dan mengaerasi telur.

Foto 1 : Photo courtesy zsispeo
Foto 2 : Photo courtesy Jean-Marie GRADOT

Chrysiptera parasema

Pomacentridae
Goldtail demoiselle  / Yellow-tail blue damselfish 
Chrysiptera parasema
Panjang maksimum : 5cm
Persebaran : Diketahui dari Flores. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Manado dan sekitarnya, Komodo, Pulau Sangalaki, Togean dan Kepulauan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Kalimantan.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Ikan dewasa menghuni laguna terlindung yang kaya dengan karang serta terumbu dekat pesisiran darikedalaman 3 hingga 15m. Hidup dalam kelompok kecil pada daerah dengan karang bercabang (Acropora sp.).

Dibedakan dari jenis lainnya oleh sirip analnya yang biru keseluruhan dan warna kuning hanya pada sirip ekor serta batangnya.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut. Ikan jantan menjaga dan mengaerasi telur.

Foto 1 : Photo courtesy Klaus Stiefel
Foto 2 : Photo courtesy Javier Baena

Saturday, April 29, 2017

Amblypomacentrus breviceps

Pomacentridae
Black-banded demoiselle 
Amblypomacentrus breviceps
Panjang maksimum : 8.5cm
Persebaran : Dikenal dari Flores. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo dan Kepulauan Togean dan Banggai; Dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Bali.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Ikan dewasa menghuni laguna dan daerah pesisiran. Ditemukan pada daerah berpasir atau berlumpur sekitar petak berbatu pada dasar pasir, lumpur, sepon atau batu. Ditemukan soliter atau dalam kelompok kecil. Ikan muda sering dengan anemon untuk perlindungan.

Pewarnaan tubuh putih-kecoklatan dengan tiga garis coklat gelap, pertama melewati mata, kedua melintasi dari anterior tubuh hingga sirip panggul, ketiga dari tengah siirp dorsal hingga sirip anal.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut. Ikan jantan menjaga dan mengaerasi telur. 

Photo courtesy Rickard Zerpe
Photo courtesy Benjamin Naden

Stegastes albifasciatus

Pomacentridae
Whitebar gregory / White-banded gregory
Stegastes albifasciatus
Panjang maksimum : 11cm
Persebaran : Dikenal dari Flores dan Kepulauan Raja Ampat. Diketahui terutama dari lapisan paling selatan kepulauan Papua Barat.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Ikan dewasa menghuni datarn terumbu, laguna dangkal dan pinggiran terumbu agak terlindung; umum ditemukan sekitar daerah dengan puing atau batu karang berpori yang dikelilingi karang hidup hingga 2m, khususnya pada daerah berarus kecil. Juga dapat ditemukan di daerah berarus keras dengan campuran karang dan ganggang bertumbuh pendek. Hidup dalam agregasi kecil. Memakan terutama ganggang berfilamen.

Abu-abu gelap hingga kecoklatan dengan bintik hitam diikuti oleh garis putih paad bagian ujung sirip dorsal, seringkali dengan garis putih pada posterior tubuh. Ikan jantan dalam konsidi siap kawin memiliki garis putih dari moncong hingga daerah sirip dada serta daerah putih lebar pada posterior sirip tubuh.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut. Ikan jantan menjaga dan mengaerasi telur.

Photo courtesy Patrick Randall

Chrysiptera arnazae

Pomacentridae
Amaz's Damselfish
Chrysiptera arnazae
Panjang maksimum : 5cm
Persebaran : Dikenal dari Papua Barat. Manokwari dan Waigeo di Kepulauan Raja Ampat, Halmahera, Selat Lembeh, Sulawesi, dan Maumere, Flores
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Ikan dewasa menghuni tepi terumbu terlindung, biasa di teluk pada kedalaman diantara 3 hingga 20m. Biasa ditemukan dalam agregasi kecil dan ditemukan dekat dimana ada formasi karang hidup, khususnya Acropora sp. dan Seriatoptora hystrix. Jenis ikan ini suka berada beberapa meter di atas dasar laut, kemungkinan sedang memangsa zooplankton.

Mirip dengan C. giti, C. hemicyanea dan C. parasema, namun sirip dada terutama kuning dan posterior tubuh langsung bertransisiwarna menjadi kuning di belakang garis memajang dari rusuk dorsal pertama dari belakang hingga ruusk tengah sirip anal.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut. Ikan jantan menjaga dan mengaerasi telur.

Photo courtesy clsingapore2

Stegastes nigricans

Pomacentridae
Dusky farmerfish / Dusky gregory
Stegastes nigricans
Panjang maksimum : 10m
Persebaran : Dikenal dari Flores. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Manado dan sekitarnya, Komodo, Kepulauan Togean dan Banggai dan Pulau Weh; Dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini dapat menyebabkan luka gigitan agak menyakitkan terhadap penyelam yang tak menduganya.
Penggunaan komersil :  Akuarium (Akuarium publik), Perikanan (komersil)

Sering ditemukan dekat koloni karang bercabang (Acropora) yang sudah mati. Memakan ganggang, gastropoda, sepon dan copapoda. Bersifat teritorial, menjaga daerahnya yang memiliki banyak ganggang berfilamen bertumbuh pada karang yang sudah mati hingga kedalaman 12m. Ikan ini akan menyerang pendatang manusia tanpa ragu-ragu, kadang menggigit yang dapat terasa cukup sakit. Lebih agresif saat sedang menjaga sarangnya.

Ikan ini terdapat dalam berbagai rona warna coklat dengan bercak pada bagian bawah rusuk sirip dorsal paling akhir. Ikan muda kekuningan hingga coklat muda dengan jidat coklat dan anterior sirip dorsal kehitaman.

Foto 1: Photo courtesy zsispeo
Foto 2 : Photo courtesy zsispeo

Chrysiptera bleekeri

Pomacentridae
Betok ekor merah ambon 
Bleeker's damsel 
Chrysiptera bleekeri
Panjang maksimum : 7.3cm
Persebaran : Diketahui dari Timor dan Flores. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Kepulauan Togean dan Banggai; Dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Kalimantan.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Ikan dewasa menghuni terumbu dekat pesisiran terlindung hingga lereng terumbu pesisiran dalam yang terkena arus kuat, biasa pada kedalaman 20m atau lebih. Ikan ini hidup soliter atau berpasangan, biasa ditemukan dekat dasar dimana ada liangnya.

Mirip dengan chrysiptera flavipinnis, namun tidak memiliki sirip ekor dan anal kuning, biru dengan daerah kuning pada bagian atas kepala dan punggung; kedua spesies ikan tersebut memiliki persebaran pada beberapa daerah yang sama.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut. Ikan jantan menjaga dan mengaerasi telur.

Photo courtesy LemonTEAYK

Friday, April 28, 2017

Stegastes punctatus

Pomacentridae
Blunt snout gregory
Stegastes punctatus
Panjang maksimum : 15m
Persebaran : Direkam dari Kepulauan Ranca Ampat, Bali, Teluk Maumere, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Seribu, Kepulauan Togean dan Banggai dan Pulau Weh.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini dapat menyebabkan luka minor menggunakan giginya terhadap penyelam yang tidak menduganya.
Penggunaan komersil :  Perikanan (minor)
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Sebuah jenis ikan bersifat teritorial yang hidup di terumbu karang dengan banyak daerah karang bercabang mati hingga kedalaman 5m. Ikan dewasa memakan ganggang berfilamen yang bertumbuh pada karang mati. Sering mengejar penyelam yang mendekati daerahnya tanpa ragu-ragu, kadang dapat menggigit cukup sakit, menyebabkan luka kecil jika tidak terduga. Lebih agresif saat periode berkawin. Ikan ini dapat membuat suara klik pada saat pertemuan agresif. Bersifat agresif terhadap beberapa ikan lainnya, menjaga teritorinya untuk mempertahankan sumber makanannya. Kadang hidup dalam kelompok.

Coklat dengan pinggiran sisik gelap, memiliki bercak hitam besar atau bintik hitam berpinggiran putih pada posterior sirip dorsal.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut. Ikan jantan menjaga dan mengaerasi telur.

Foto 1 : Photo courtesy JEAN Marie GRADOT
Foto 2 : Photo courtesy zsispeo

Chromis fieldi

Pomacentridae
Two-tone Chromis 
Chromis fieldi
Panjang maksimum : 5.1cm
Persebaran : Dilaporkan dari Pulau Weh (lepas Sumatera bagian barat) dan Jawa barat, Kepulauan Mentawai
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Menghuni terumbu karang, baik laguna dan terumbu luar, namun bukan pada daerah yang terkena arus kuat, pada kedalaman 1 hingga 40m. Memangsa zooplankton, namun jarang menyaring zooplankton satu meter dari perlindungan terumbu.

Hitam dengan posterior tubuh putih dan beberapa daerah anterior sirip dorsalnya.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut. Ikan jantan menjaga dan mengaerasi telur.

Photo courtesy LemonTEAYK

Chromis cinerascens

Pomacentridae
Green puller
Chromis cinerascens
Panjang maksimum : 13cm
Persebaran : Direkam dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Pulau Seribu, Pulau Bintan dan Pulau Sangalakki; Dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatra.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Menghuni terumbu pesisiran dengan banyak tepian pada kedalaman sekitar 3 hingga 15m. Sering membentuk agregasi besar.

Biasa hijau-zaitun, seringkali dengan warna kuning, warna putih hingga kekuningan para sirip panggulnya. Sangat mirip dengan C.atripectoralis dan C.viridis, namun memiliki ukuran lebih besar dan biasa ditemukan pada terumbu dekat peisisran yang berair keruh dibandingkan daerah kaya dengan karang.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut. Ikan jantan menjaga dan mengaerasi telur.

Photo courtesy digidiverdeb

Premnas biaculeatus

Pomacentridae
Giro balong strip kuning 
Spinecheek anemonefish
Premnas biaculeatus
Panjang maksimum : 16m
Persebaran : Dikenal dari Flores. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Manado dan sekitarnya, Pulau Seribu, Pulau Bintan, Pulau Sangalakki, Kepulauan Togean dan Banggai; Dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil :  Akuarium (komersil)
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Ikan dewasa menghuni laguna dan terumbu menuju laut hingga 18m. Terutama ditemukan di perairan terlindung dan laguna. Biasanya ditemukan dalam pasangan. Memakan terutama pada zooplankton dan ganggang bentik. Berhubungan komensel dengan aanemon Entacmaea quadricolor.

Merah-kecoklatan hingga merah menyolok dengan tiga garis abu-abu hingga putih. Ikan betina berwarna lebih kusam dan berukuran jauh lebih besar dibandingkan ikan jantan.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut. Ikan jantan menjaga dan mengaerasi telur. Pernah mereproduksi dalam lingkungan buatan.

Photo courtesy zsispeo
Photo courtesy Richard Ling

Pomacentrus littoralis

Pomacentridae
Smoky damsel / Tidal damsel
Pomacentrus littoralis
Panjang maksimum : 10.5cm
Persebaran : Direkam dari Kepulauan Raja Ampat, Komodo dan Pulau Bintan; Dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil :  Tidak dipergunakan.
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Ikan dewasa menghuni terumbu dekat pesisiran yang memiliki batu, puing atau karang hingga 5m. Sering mendatangi terumbu yang terendam oleh pasangnya laut. Ikan ini hidup dalam kelompok kecil atau soliter.

Berwarna abu-abu arang dengan pinggiran sisik lebih gelap dsan bintik kehijauan di atas belakang insangnya. Dibedakan dari ikan lainnya oleh daerah sisik pada sekitar matanya.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut. Ikan jantan menjaga dan mengaerasi telur.

Photo courtesy eunice khoo

Wednesday, April 26, 2017

Stegastes fasciolatus

Pomacentridae
Pacific gregory
Stegastes fasciolatus
Panjang maksimum : 16m
Persebaran : Direkam dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Manado dan sekitarnya, Kepulauan Togean dan Banggai dan Pulau Weh; Dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil :  Perikanan (komersil)
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Ikan dewasa menghuni terumbu berbatu dan berkarang terkena arus kecil hingga sedang. Hidup dekat pada dasar laut. Ikan ini hidup soliter diantara bebatuan besar. Bersifat teritorial di daerah yang memiliki banyak ganggang berfilamen menutupi karang dan bebatuan. Bersifat monogami.

Coklat dengan pinggiran sisik lebih gelap, garis agak hitam pada bibir bagian bawah, garis ungu di bawah mata, bintik-bintik ungu tersebar pada kepala dan sisi bawahnya, serta bintik hitam kecil pada tas dasar sirip dada.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut. Ikan jantan menjaga dan mengaerasi telur.

Photo courtesy 老鴨 Tse
Photo courtesy 老鴨 Tse

Pomacentrus tripunctatus

Pomacentridae
Threespot damselfish
Pomacentrus tripunctatus
Panjang maksimum : 9.2m
Persebaran : Diketahui dari Flores dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Seribu, Pulau Bintan, Kepulauan Togean dan Banggai; Dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil :  Perikanan (minor)
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Sebuah spesies yang menyukai perairan dangkal (kedalaman 0 hingga 3m), biasa kurang dari 1m. Hidup dalam kelompok, di dalam lubang bebatuan kecil pada dasar berpasir dan puing-puing karang. Ikan dewasa menghuni teluk dangkal, terumbu pesisiran berlumpur dan pelabuhan dengan pertumbuhan karang dan ganggang kecil. Memakan terutama pada ganggang.

Abu-abu gelap-coklat dengan bintik hitam atau tanda pelana pada anterior batang sirip ekor. Ikan muda mirip, namun dengan bintik hitam berpinggiran biru terang pada posterior sirip dorsal dan sebuah bintik pada batang sirip ekor.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut. Ikan jantan menjaga dan mengaerasi telur.

Photo courtesy Ria Tan
Photo courtesy Ria Tan

Pomacentrus stigma

Pomacentridae
Blackspot damsel
Pomacentrus stigma
Panjang maksimum : 12m
Persebaran : Direkam dari Pulau Sangalakki; Dengan distribusi Indonesia dari Kalimantan Utara
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil :  Tidak dipergunakan.
Status konservasi : Tidak dievaluasi

 Adults inhabit inshore reefs. They are found in small groups around coral outcrops. Ikan dewasa menghuni terumbu pesisiran. Ditemukan dalam kelompok kecil sekitar petak berkarang di habitat laguna, dekat pesisiran hingga terumbu luar dari kedalaman 2 hingga 15m.

Keseluruhan abu-abu pucat hingga sedikit kekuningan pada posterior dengan bercak hitam pada tengah psoterior sirip anal.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut. Ikan jantan menjaga dan mengaerasi telur.



Photo courtesy Benjamin Naden
Photo courtesy Benjamin Naden

Pomacentrus vaiuli

Pomacentridae
Ocellate damselfish  / Princess damsel
Pomacentrus vaiuli
Panjang maksimum : 10m
Persebaran : Dikenal dari Flores. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Kepulauan Togean dan Banggai; Dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Kalimantan. Di Blai di lereng pantai yang dalam, biasanya dalam kedalaman 10-30 m, namun di Flores terutama di dataran karang sekitar kedalaman 6 m.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil :  Akuarium (komersil)
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Ikan dewasa ditemukan di daerah campuran batu dan karang di laguna dan teurmbu menuju laut dari daerah berarus rendah hingga kedalaman 40m. Hidup soliter atau dalam kelompok. Memakan ganggang dan invertebrata kecil.

Biru dengan daerah kuning-oranye pada kepala dan bagian atas tubuhnya, bintik hitam khas pada ujung belakang sirip dorsal. Ikan muda mirip dengan P. bankanensis, namun tidak memiliki garis biru tepat pada bagian tengah atas kepalanya (dibandingkan sepasang garis pada bagian tersebut). Terdiri dari beberapa bentuk warna atau variasi karena letak geografis.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut. Ikan jantan menjaga dan mengaerasi telur.

Foto 1 : Photo courtesy Benoit LALLEMENT
Foto 2 : Photo courtesy zsispeo

Pomacentrus philippinus

Pomacentridae
Reid's damsel / Grey damsel
Pomacentrus philippinus
Panjang maksimum : 11m
Persebaran : Diketahui dari Flores dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Manado dan sekitarnya, Komodo, Pulau Seribu, Pulau Bintan, Kepulauan Togean dan Banggai dan Pulau Weh; Dengan distribusi Indonesia dari Maluku ke Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil :  Akuarium (komersil)
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Ikan dewasa hidup di laguna, kanal bersisi curam dan terumbu menuju laut dari kedalaman 2 hingga lebih dari 12m. Bisa ditemukan dalam kelompok pada sisi lereng terjal dan tepian lereng terumbu

Abu-abu gelap hingga keunguan dengan pinggiran sisik hitam, bintik hitam pada dasar sirip dada, dan jumlah warna kuning-oranye pada sirip ekor bervariasi dalam intensitas.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut. Ikan jantan menjaga dan mengaerasi telur.

Photo courtesy Ular Tikk

Pomacentrus reidi

Pomacentridae
Reid's damsel / Grey damsel
Pomacentrus reidi
Panjang maksimum : 12m
Persebaran : Diketahui dari Flores, Sulawesi, dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Kepulauan Togean dan Banggai; Dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Kalimantan.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil :  Tidak dipergunakan.
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Ikan dewasa hidup di lereng terumbu terjal dan laguna dalam hingga kedalaman cukup dalam (12 hingga 70m). Biasa hidup soliter di antara bebatuan besar atau dasar karang besar.

Abu-abu pucat dengan bintik-bintik dan garis-garis biru pada pipi dan operkulum, garis biru pucat pada setiap sisi tubuh dan bintik hitam kecil pada atas sirip dada.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut. Ikan jantan menjaga dan mengaerasi telur.

Photo courtesy Mark rosenstein
Photo courtesy Tropicalfavorites

Pomacentrus similis

Pomacentridae
Similar Damsel
Pomacentrus similis
Panjang maksimum : 6.7cm
Persebaran : irekam dari Pulau Weh; Dengan distribusi Indonesia dari Sumatera Utara.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia
Penggunaan komersil : Tidak ada
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Terumbu berdasar puing, pasir atau lumpur pada kedalaman 3 hingg 15m. Hidup soliter atau berkelompok sekitar petak batu atau puing.

Biru terang dengan sirip ekor kuning pucat dan sirip panggul abu-abu pucat.

Bertelur, telur melekat ke dasar pasir dengan semacam serabut. Ikan jantan menjaga dan mengaerasi telur.

Photo courtesy Benjamin Naden
Photo courtesy Benjamin Naden