Showing posts with label Ptereleotridae. Show all posts
Showing posts with label Ptereleotridae. Show all posts

Saturday, November 5, 2016

Ptereleotris heteroptera

Ptereleotridae
Spot-Tail Dartfish
Ptereleotris heteroptera
Panjang maksimum : 12cm
Persebaran : Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Manado (Pulau Sangalakki), Togean, Banggai Kepulauan dan Pulau Weh, dari Papua ke Sumatera, Banjarmasin, Kalimantan dan Flores
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)

Menghuni teluk, lereng terumbu luar yang berdasar pasir dan berbatu dekat terumbu pada kedalaman 7 hingga 46m. Ditemukan sendirian, berpasangan atau berkoloni dimana mereka berbagi liang terbuat di pasir, biasanya dibawah sebuah batu. Ikan dewasa memangsa pada zooplankton yang terbawa oleh arus setinggi 3 meter di atas liang mereka. Kelompok ikan akan tetap bersatu saat memakan zooplankton, hanya akan berjarak sekitar 1 - 2 m. Ikan muda dapat bergerombol hingga 500 ekor ikan.

Tubuh berwarna biru pucat hingga abu-abu-kebiruan dengan tanda-tanda warna-warni pada kepalanya. Sirip ekor ikan ini berwarna kekuningan dengan bintik hitam besar pada tengahnya.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy Mark Rosenstein
Foto 2 : Photo courtesy zsispeo

Ptereleotris microlepis

Ptereleotridae
Rocket-Asli-Apollo
Smallscale Dartfish
Ptereleotris microlepis
Panjang maksimum : 12cm
Persebaran : Lokalitas : Banda. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Teluk Maumere, Komodo, Pulau Seribu, Pulau Bintan, Pulau Sangalakki  dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)

Salah satu jenis ikan yang paling umum ditemukan dari genusnya. Menghuni laguna dan terumbu menuju laut pada dasar berpasir atau berbatu. Ditemukan di sungai menuju laut dan teluk kecil terumbu hingga kedalaman 10 meter, namun juga dapat ditemukan hingga kedalaman 25m. Ikan berpasangan akan hidup bersama di liang yang sama. Memangsa pada zooplankton.

Tubuh berwarna abu-abu-kebiruan hingga kehijauan pucat seragam, biasanya dengan beberapa garis biru warna-warni pada kepalanya dan garis hitam pada dasar sirip dadanya.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy Arne Kuilman
Foto 2 : Photo courtesy Ular Tikk

Ptereleotris monoptera

Ptereleotridae
Monofin Dartfish /  Lyretail Dart Goby
Ptereleotris monoptera
Panjang maksimum : 15.5cm
Persebaran : Bali, Teluk Maumere, Manado dan sekitarnya, Togean dan Kepulauan Banggai dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatra
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)

Menghuni terumbu karang dari kedalaman cetek dekat pesisiran hingga laguna terumbu luar dan lereng hingga kedalaman 50m. Namun biasanya hanya ditemukan pada kedalaman 6 hingga 15m. Menyukai dasar pasir atau berbatu, biasanya berpasangan dimana mereka berbagi liang pada pasir atau batu karang. Memangsa pada zooplankton. Sering membentuk agregasi besar.

Tubuh biru pucat hingga kekuningan pucat dengan warna biru tercuci pada perut bagian atas dengan garis hitam dibawah matanya.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy Richard Ling
Foto 2 : Photo courtesy John Turnbull

Ptereleotris zebra

Ptereleotridae
Roket Zebra
Zebra Dartfish
Ptereleotris zebra
Panjang maksimum : 11.4cm
Persebaran : Diketahui dari Flores. Juga dari Manado dan sekitarnya; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatra
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)

Biasa ditemukan dalam agregasi besar di atas dasar keras (seperti bebatuan) pada kedalaman yang cukup dangkal. Biasanya sekelompok mendiami tempat yang sama. Sering ditemukan pada daerah yang sering terkena arus pada kedalaman 2 hingga 10m, namun biasanya pada 2 - 4m. Memangsa pada zooplankton.

Tubuh kehijauan-abu-abu dengan sekitar 20 garis oranye hingga pink sempit diujungi dengan biru pada sisinya, garis hitam tersebar dibawah matanya dan garis oranye-merah melintasi dasar sirip dadanya.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy NOAA Photo Library
Foto 2 : Photo courtesy eunice khoo

Ptereleotris hanae

Ptereleotridae
Threadfin Dartfish
Ptereleotris hanae
Panjang maksimum : 12cm
Persebaran : Diketahui dari Bali. Juga tercatat Dari Kepulauan Raja Ampat, Teluk Maumere, Manado dan Sekitarnya dan Pulau Bintan;  Distribusi Dari Papua Kalimantan ke Indonesia.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)



Ikan ini menghuni lereng terumbu pesisiran dari kedalaman 6 hingga 30m. Biasa ditemukan sendirian atau berpasangan dimana mereka berlindung dibawah batu atau liang pada dasar pasir atau bebatuan. Ikan berpasangan akan bersembunyi di liang yang sama. Ia menggunakan liang yang digali oleh udang yang hidup berpasangan dengan ikan gobi dari genus Amblyeotris, namun tidak berinteraksi dengan udangnya. Memangsa pada zooplankton.

Tubuh kebiruan-abu-abu hingga kebiruan-hijau dengan daerah bawah tubuhnya yang berwarna biru gelap.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy JonathanHsieh
Foto 2 : Photo courtesy Mark Rosenstein

Ptereoletris grammica

Ptereleotridae
Lined Dartfish
Ptereoletris grammica
Panjang maksimum : 10cm
Persebaran : Halmahera hingga Bali
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)

Ditemukan soliter atau berpasangan

Warna kebiruan yang memucat menjadi putih pada abdomennya, garis-garis oranye hingga pink pada kepala dan tubuhnya, termasuk garis khas dari dasar sirip dada hingga dasar sirip ekornya dan sepasang garis oranye pada ujung sirip ekor yang bergabung dengan margin posterior siripnya.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy K-you 1015
Foto 2 : Photo courtesy PROTEIA

Friday, November 4, 2016

Ptereleotris evides

Ptereleotridae
Rocket Antene
Twotone Dartfish
Ptereleotris evides
Panjang maksimum : 13.8cm
Persebaran : Flores, Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Manado Dan Sekitarnya, Pulau Seribu, Sangalakki Island, Togean dan Banggai Kepulauan dan Pulau Weh, Papua hingga Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)

Ditemukan pada laguna dan lereng terumbu luar pada kedalaman 2 hingga 15m. Ditemukan berpasangan saat dewasa dimana mereka sering berbagi satu liang dan pada kelompok kecil saat masih muda. Bersifat monogami. Memangsa pada zooplankton saat berada 2m di atas dasar laut. Akan menjauh dari bahaya dibandingkan langsung mengaburkan diri ke dalam liangnya.

Tubuh anterior abu-abu kebiruan pucat yang menggelap menjadi hitam pada sisa setengah tubuhnya, sirip ekor pucat dengan margin gelap dan bagian kebiruan-warna-warni pada tutup insangnya.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy Plongez-Pépère
Foto 2 : Photo courtesy Mark Rosenstein

Nemateleotris magnifica

Nemateleotris decora

Ptereleotridae
Exocet
Elegant Dartfish
Nemateleotris decora
Panjang maksimum : 8.5cm
Persebaran : Indo Pasifik
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)

Ikan berasal dari Kepulauan Andaman memiliki ungu yang lebih kuat dan bagian merah lebih pucat. Menghuni daerah reruntuhan yang berpasir pada dasar terumbu karang di kedalaman 28 hingga 68m. Hidup sendiri atau berpasangan, ikan ini bersembunyi pada liang berpasir yang ia gali sendiri. Bersifat monogami. Memangsa pada zooplankton, khususnya copapoda dan larva krustasea. Akan segera masuki liang / lubang apabila merasa terancam.

Sirip dorsal pertama ditinggikan, namun tidak dapat sepanjang bagian anterior 1 / 3 dari sirip dorsal keduanya. Moncong berwarna ungu dan garis ungu pada bagian atas tubuhnya. Anterior tubuh berwarna abu-abu pucat yang bergradasi hingga hitam-keunguan pada sisa setengah posterior tubuhnya, terdapat lobus merah cukup lebar pada sirip ekornya dengan bagian tengah kebiruan.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy Erwin Poliakoff
Foto 2 : Lokalitas Papua Nugini (Photo courtesy Ülar Tikk)