Thursday, September 6, 2018

Stonogobiops yasha

Gobiidae
Orange-Striped Shrimpgoby
Stonogobiops yasha
Panjang maksimum : 6cm
Persebaran : Direkam dari Kepulauan Raja Ampat dan Kepulauan Togean dan Banggai
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Tubuh putih dengan garis-garis oranye pada tubuh dan bintik-bintik oranye berbentuk oval pada kepala dan tengkuknya, sirip ekor, sirip punggung panjang berwarna putih dan bintik hitam besar pada posterior sirip punggung bawahnya.

Spesies gobi ini dapat ditemukan di dasar berpasir dan berbatu pada terumbu lebih dalam (15-40m)

Foto 1: Photo courtesy Okinawa Nature Photography
Foto 2 : Photo courtesy Okinawa Nature Photography

Stonogobiops xanthorhinica

Gobiidae
Yellownose Shrimpgoby
Stonogobiops xanthorhinica
Panjang maksimum : 6.4cm
Persebaran : Direkam dari Kepulauan Raja Ampat dan Kepulauan Togean dan Banggai
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Tubuh putih dengan tiga garis diagonal hitam pada sisinya, iris dan moncongnya berwarna kuning.

Menghuni dasar dengan batu dan pasir, sering terlihat berada mengambang 1 hingga 4cm di atas lubang liangnya, yang didirikan dengan dasar pasir dan batu. Biasa ditemukan berpasangan dengan udang Alpheid. Hidup di lereng pesisiran dalam dan dataran berpasir, biasa pada kedalaman lebih dari 20m.

Photo courtesy Doug Anderson
Photo courtesy Mark Rosenstein

Stonogobiops nematodes

Gobiidae
Threadfin Shrimpgoby
Stonogobiops nematodes
Panjang maksimum : 6cm
Persebaran : Direkam dari Kepulauan Raja Ampat dan Kepulauan Togean dan Banggai
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Tidak dievaluasi


Tubuh putih dengan tiga garis diagonal coklat gelap hingga hitam pada sisinya, serta garis dengan warna yang mirip pada batang sirip ekornya, iris dan moncongnya berwarna kuning. Memiliki sirip punggung panjang berwarna hitam.

Spesies gobi ikan hidup berpasangan yang hidup simbiosis dengan udang Alpheus randalli. Pasangan akan berada di atas lubang liang yang biasa berpasir hitam. Menghuni lereng terumbu dalam dan dataran pasir, biasa dalam kedalaman lebih dari 10m. Juga ditemukan di dasar berbatu-berpasir. Kedalaman gobi ini hidup adalah 3 hingga 45m.


Foto 1 : Photo courtesy Allen Lee
Foto 2 : Photo courtesy Erwin Poliakoff
Foto 3 : Photo courtesy Benjamin Naden

Tomiyamichthys oni

Gobiidae
Bella goby
Valenciennea bella
Panjang maksimum : 13cm
Persebaran : Diketahui dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Teluk Maumere, Manado dan sekitarnya dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatra. Juga ditemukan di Laut Andaman.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Ikan menghuni lereng pasir. Menghuni terumbu pesisiran and dangkal pada dataran berbatu dan lereng. Ditemukan dalam liang yang digali bersama udang spesies Alpheus bellulus, pada kedalaman 10 hingga 30m.

Foto 1 : Photo courtesy Klaus Stiefel
Foto 2 : Photo courtesy Klaus Stiefel

Trimma taylori

Gobiidae
Yellow cave goby
Trimma taylori
Panjang maksimum : 2.5cm
Persebaran : Diketahui dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Teluk Maumere, Manado dan sekitarnya, Kepulauan Togean dan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Flores ke Sulawesi Utara.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Tidak digunakan
Status konservasi : Tidak dievaluasi


Tubuh ikan ini semu transparan pada bagian atas tubuh, oranye-kemerah mudaan pada bawa dan bintik oranye kuning pada kepala dan sirip ekornya.

Ikan ini hidup di goa dan lereng terjal pada kedalaman paling kecil 25m hingga 50m. Membentuk kelompok besar dekat atas atau sisi goa di terumbu, akan mengaburkan diri ke dalam lubang atau celah jika didekati. Akan sering dilihat berada dengan spesies Trimma lainnya, memangsa pada copepoda

Foto 1 : Photo courtesy Klaus Stiefel
Foto 2 : Photo courtesy Klaus Stiefel.

Friday, May 25, 2018

Scolopsis taenioptera

Keluarga : Nemipteridae

Nama Lokal : Krisi

Nama Inggris : Three-Striped Whiptail

Nama Latin :   Scolopsis  taenioptera

Panjang maksimum : 25cm

Ciri - ciri Fisik : Tubuh abu-abu dengan sisik-sisik gelap pada dekat sirip dan bawah tubuhnya dan garis midlateral coklat gelap hingga kehitaman lebih lebar atau selebar ukuran matanya dari sisi atas sirip ekor.

Ekologi : fisOccurs on sand or mud bottoms in offshore waters. Also found in inner bays (Ref. 559). Swims in small groups. Feeds on small crustaceans, mollusks and fishes. Most abundant species of Scolopsis seen in Singapore, Malaysia and Thailand. Highly rated as a food fish. Ditemukan pada dasar lumpur atau pasir lepas pantai. Juga ditemukan pada teluk dalam. Berenang dalam kelompok. Memangsa pada krustasea kecil, molsuka dan ikan.

Reproduksi : Belum diketahui

Persebaran : Papua, Sulawesi, Bali dan seterusnya

Bahaya terhadap manusia : Tidak Berbahaya

Penggunaan komersil : Perikanan, konsumsi (minor)

Status konservasi : Tidak ternilai

Foto : Photo courtesy Benoit LALLEMENT

Monday, May 14, 2018

Pseudojuloides mesostigma

Labridae
Threadfin wrasse
Cirrhilabrus temminckii
Panjang maksimum : 10cm
Persebaran : Dikenal dari Bali. Juga direkam dari Pulau Sangalakki; dengan distribusi Indonesia dari Bali dan Kalimantan. Juga dikenal dari Sulawesi Utara, Komodo, dan Nusa Penida
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Least concern (LC)

Ikan jantan kehijauan-hitam dengan berack besar pada sisi tengahnya, memanjang hingga sirip punggungnya yang putih pucat, sirip ekor hitam (kecuali garis putih pada pinggirnya) dan sirip perut kuning pucat. Ikan jantan yang siap berkawin mampu mewarnai dirinya dengan garis-garis biru neon menyolok pada kepalanya. Ikan terutama kemerahan, bergradasi hingga putih pada bagian bawah kepala dan tubuhnya.

Ditemukan di perairan dalam, daerah berbatu dan berkarang pada kedalaman 25 hingga 45m. Ditemukan dalam harem dan memakan material pada dasar berpasir.

Foto 1 : Photo courtesy LemonTeaYK
Foto 2 : Photo courtesy LemonTeaYK

Halichoeres ornatissimus

Labridae
Ornamented wrasse
Halichoeres ornatissimus
Panjang maksimum : 18cm
Persebaran : Dari Selat Bali sampai Laut Timor. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Kepulauan Togean dan Banggai; Dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Kegunaan : Akuarium (komersil), Perikanan (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Menghuni laguna dan terumbu menuju laut, daerah kaya dengan karang dengan beberapa daerah berpasir. Memangsa terutam pada krustasea dan moluska kecil yang menghuni dekat dasar laut.

Diidentifikasi oleh pola bergaris merah dan dua bintik hitam pada sirip ekornya di ikan muda dan betina. Sebuah spesies mirip dari Jepang memiliki ekor bertotol dan tidak memiliki bercak-bercak putih sepanjang punggungnya. Ikan muda lebih dekat menyerupai H. biocellatus. Namun memiliki kemilau metalik lebih terang.

Foto 1 : Photo courtesy BarryFackler
Foto 2 : Photo courtesy Chuck Babbitt

Pseudojuloides severnsi

Labridae
Severns' wrasse
Pseudojuloides severnsi
Panjang maksimum : 12cm
Persebaran : Dikenal dari Flores, Bali dan Papua Barat
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ikan jantan dengan kepala kehijauan dan punggung belakang, bercak hita besar pada belakang sirip dadanya, garis kekuningan lebar pada tengah tubuh posterior, berpinggiran di bawah dan atas oleh garis neon biru, garis biru dari moncong hingga atas matanya dan garis biru-hitam pada setiap ujung sirip ekornya. Ikan betina terutama kemerahan muda dan terlihat sangat mirip dengan P.mesostigma.

Biasa ditemukan di daerah terbuka tertutup oleh bebatuan, juga dapat ditemukan di daerah berbatu dan daerah berkarang. Ditemukan dalam harem kecil dan memakan pada material dasar lantai laut. dari kedalaman 20 hingga 40m.

Foto 1 : Photo courtesy LemonTeaYK
Foto 2 : Photo courtesy LemonTeaYK

Stethojulis balteata

Labridae
Belted wrasse / Es lilin 
Stethojulis balteata
Panjang maksimum : 11cm
Persebaran : Dikenal dari Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Teluk Maumere dan Manado dan sekitarnya; Dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)


Menghuni dataran terumbu, lagun jernih , serta terumbu menuju laut. Memangsa terutama pada kerang, cacing laut, gastropoda dan berbagai macam krustasea kecil.

Foto 1 : Foto dekat kepala seekor individu dari  Hawaii (Photo courtesy Peter Liu Photography)
Foto 2 : Difoto di Hawaii (Photo courtesy DavidR.808)

Cirrhilabrus temminckii

Labridae
Threadfin wrasse
Cirrhilabrus temminckii
Panjang maksimum : 10cm
Persebaran : Dikenal dari Bali. Juga direkam dari Pulau Sangalakki; dengan distribusi Indonesia dari Bali dan Kalimantan. Juga dikenal dari Sulawesi Utara, Komodo, dan Nusa Penida
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Data deficient (DD)

Ikan jantan merah muda hingga warna abu-abu coklat, putih pada bagian perut dengan sepasang garis biru muda hingga keperakan pada sisinya, garis bawah kadang akan hanya kelihatan pada setengah posterior tubuhnya. Ikan muda terutama kemerahan hingga merah-coklat dengan bintik putih pada ujung moncongnya dan bintik hitam pada dasar sirip dadanya.

Hidup di daerah campuran bebatuan dan daerah berkarang pada daerah menuju terumbu pada kedalaman 6 hingga 25m.

Foto 1 : Photo courtesy LemonTeaYK
Foto 2 : Photo courtesy LemonTeaYK

Cirrhilabrus naokoae

Labridae
Medan Fairy-Wrasse
Cirrhilabrus naokoae
Panjang maksimum : 7cm
Persebaran : Medan di pantai barat laut Sumatera
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Ikan jantan dengan sirip punggung kehitaman, siirp perut berukuran besar berwarna hitam. Ikan jantan merah pada bagian atas kepala dan sisi, putih pada bagian bawah, garis kuning tengah tubuh lebar dari batang sirip ekor hingga sirip dadanya. Pewarnaan pada individu betina tidak diketahui.

Sifat di lingkungan alaminya kurang diketahui. Informasi didapatkan dari tiga individu dari lingkungan akuarium.

Foto 1 : Photo courtesy LemonTeaYK
Foto 2 : Photo courtesy LemonTeaYK

Cirrhilabrus joanallenae

Labridae
Joan's Fairy Wrasse
Cirrhilabrus joanallenae
Panjang maksimum : 6cm
Persebaran : Hanya diketahui dari jenis wilayahnya Rubiah Islet, 5 ° 52.83 S, 95 ° 15.43'E, Pulau Weh, Provinsi Aceh., Sumatra
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Data deficient (DD)

Ikan jantan merah pada 2/3 bagian atas tubuh dan kepalanya, diselimuti dengan kecoklatan pada setengah posteriornya, putih pada daerah ventral, sirip ekor berbentuk bundar, berwarna biru. Ikan betina merah pada 2/3 bagian atas tubuhnya dengan garis-garis putih kecil atau barisan bintik-bintik putih pada sisi tubuhnya.

Hidup soliter atau dalam kelompok kecil. Dasar berbatu dari kedalaman 12 hingga 25m. Sekelompok 10 - 15 ekor individu terlihat pada dasar berbatu pada lereng yang agak terjal. Terlihat dua kali saat siang-siang telat, dimana ikan jantan diobservasi mengejar ikan betina dan berpasangan.

Sebuah jenis ikan ang tidak terlalu dikenal oleh sains.

Foto 1 : Photo courtesy LemonTeaYK
Foto 2 : Photo courtesy LemonTeaYK