Sunday, January 29, 2017

Scolopsis margaritifera

Nemipteridae
Sero Malam
Pearly Monocle Bream
Scolopsis margaritifera
Panjang maksimum : 25cm
Persebaran : Diketahui dari Flores dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Seribu, Pulau Bintan, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera. Dari Selat Bali ke Laut Timor. Sumatra
Bahaya terhadap manusia : Tidak Berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan, konsumsi
Status konservasi : Tidak ternilai

Tubuh putih-keperakan dengan pola dibentuk oleh sisik-sisik gelap, dengan sepasang garis putih dibawah sirip dorsalnya, sirip dada kekuningan, seringkali dengan 2 hingga 3 barisan bintik-bintik berbujur pada sisi bawahnya. Ikan muda abu-abu dengan garis putih lebar diantara sepasang garis hitam lebih tipis dan kuning pada bagian bawah, meniru ikan blenniidae Meiacanthus grammistes dan M. vittatus.

Ditemukan pada dasar berpasir dekat terumbu. Ditemukan pada dasar berpasir dekat terumbu dan laguna pada kedalaman 2 hingga 25m. Memangsa pada krustasea, cacing, moluska dan ikan kecil. Hidup soliter atau dalam kelompok.

Foto 1 : Photo courtesy Paul Asman
Foto 2 : Photo courtesy Bernard DUPONT

Referensi : http://www.fishbase.org/summary/5878

Wednesday, January 25, 2017

Scolopsis vosmeri

Nemipteridae
Pasir pasir
Whitecheek monocle bream
Scolopsis vosmeri
Panjang maksimum : 28cm
Persebaran : Tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali dan Pulau Bintan; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera, dari Sumatera barat daya ke Laut Timor. Juga diketahui dari Bali
Bahaya terhadap manusia : Tidak Berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan, konsumsi (minor) dijual di pasar segar, digarami, diasap atau 
Status konservasi : Tidak ternilai

Menghuni  terumbu berumput, seringkali pada air keruh, biasanya pada dasar pasir atau lumpur dari kedalaman 2 hingga 20m. Hidup soliter namun juga dapat bergerombol pada kedalaman dalam. Memangsa pada organisme bentik.

Tubuh keunguan-coklat dengan tanda hitam pada setiap sisik membentuk baris miring, terutama berwarna pucat (abu-abu muda hingga keputihan) batang ekor dan siirp ekornya, garis putih dari tengkuk hingga ujung bawah insang, moncong dan bibir abu-abu pucat. Ikan muda abu-abu-keperakan dengan garis putih lebar dari bagian atas matanya hingga ujung sirip dorsalnya, garis tersebut diantara 2 garis hitam berukuran sama.

Foto 1 : Photo courtesy Benjamin Naden

Pentapodus caninus

Nemipteridae
Gurisi 
Small-toothed whiptail
Pentapodus caninus
Panjang maksimum : 25cm
Persebaran : Tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Manado dan sekitarnya dan Teluk Maumere; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera, dari Selat Bali ke Laut Timor. Juga diketahui dari Flores dan Kepulauan Mentawai
Bahaya terhadap manusia : Tidak Berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan, konsumsi (minor)
Status konservasi : Tidak ternilai

Biasa ditemukan dekat dasar pada daerah berkarang seperti laguna dan terumbu pesisiran dari kedalaman 2 hingga 35m. Memangsa pada ikan kecil dan zooplankton besar dan organisme yang hidup di dekat dasar laut. Hidup soliter atau dalam kelompok kecil.

Tubuh abu-abu kebiruan pada punggung, bergradasi menjadi biru pucat atau keputihan pada bagian bawah tubuh dengan garis kuning lebar melintasi tengah tubuhnya dan satu garis kuning lebih tipis pada punggungnya. Ikan muda biru gelap dengan sepasang garis kuning.

Foto : Photo courtesy Benoit LALLEMENT

Scolopsis monogramma

Nemipteridae
Pasir-pasir 
Monogrammed monocle bream
Scolopsis monogramma
Panjang maksimum : 38cm
Persebaran : Java. Dari Sumatera daya ke Laut Timor. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Pulau Sangalakki dan Togean dan Kepulauan Banggai 
Bahaya terhadap manusia : Tidak Berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan, konsumsi (minor)
Status konservasi : Tidak ternilai

Hidup pada dasar berpasir dekat terumbu karang. Seringkali pada habitat berlumpur dari kedalaman 2 hingga 50m. Hidup soliter atau dalam kelompok kecil. Memangsa pada ikan kecil, krustasea, moluska dan cacing laut.

Tubuh abu-abu pucat hingga keputihan, garis kuning dan biru diantara matanya, garis memanjang coklat atau abu-abu gelap pada tengah tubuhnya (seringkali dipinggiri oleh daerah kuning) dan sirip ekor kuning. Bisa berganti warna dari pola berbercak menjadi putih polos.

Foto 1 : Photo courtesy Benjamin Naden
Foto 2 : Photo courtesy Benjamin Naden

Pentapodus emeryii

Nemipteridae
Double whiptail / Blue whiptail 
Pentapodus emeryii
Panjang maksimum : 35cm
Persebaran : Teluk Maumere, Komodo dan Manado dan sekitarnya; dengan distribusi Indonesia dari Flores dan Kalimantan, dari Selat Bali ke Laut Timor
Bahaya terhadap manusia : Tidak Berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (minor)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Hidup di terumbu karang berlumpur, juga ditemukan pada lereng terumbu pesisiran. dari kedalaman 2 hingga 35m Merupakan spesies yang hidup soliter namun juga dapat ditemukan dalam kelompok. Memiliki penglihatan yang sangat baik sehingga dapat melihat mangsanya dengan jelas bahkan dari jarak yang jauh. Mangsanya merupakan ikan kecil, krustasea, beberapa jenis ekinodermata dan cacing.

Biru pada punggung, bergradasi menjadi putih pada bagian bawah tubuh dengan sepasang garis kuning pada bagian atas tubuhnya. Ikan muda biru gelap dengan sepasang garis kuning terang pada tubuhnya.

Foto 1 : Photo courtesy Benjamin Naden
Foto 2 : Photo courtesy Benoit LALLEMENT
Foto 3 : Photo courtesy Russell Gilbert

Scolopsis bilineata

Nemipteridae
Aoloumang 
Two-lined monocle bream 
Scolopsis bilineata
Panjang maksimum : 25cm
Persebaran : Papua, Sulawesi, Bali dan seterusnya
Bahaya terhadap manusia : Tidak Berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (minor), Akuarium
Status konservasi : Tidak ternilai

Umum ditemukan pada kebanyakan habitat terkait dengan terumbu karang hingga kedalaman 25m. Merupakan ikan yang aktif hampir selalu mencari sumber makanan. Biasa ditemukan berpasangan dan ikan muda hidup dekat pesisiran, laguna atau daerah berbatu. Hidup soliter atau dalam agregasi kecil. Memangsa pada ikan kecil dan invertebrata bentik.

Abu-abu gelap pada kepala dan punggung dengan garis diagonal putih berpinggiran hitam memisahkan daerah gelap dari sisa tubuhnya yang terutama berwarna keputihan, bercak putih dibawah posterior sirip dorsalnya dan 3 garis kuning pada bagian atas kepalanya. Ikan muda dengan garis-garis kuning hitam pada bagian atas, putih pada bagian bawah tubuh, meniru ikan Blenniidae Meiacanthus grammistes.

Foto 1 : Photo courtesy JonathanHsieh

Scolopsis lineata

Nemipteridae
Pasir-pasir 
Striped monocle bream 
Scolopsis lineata
Panjang maksimum : 25cm
Persebaran : Diketahui dari Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Teluk Maumere, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Seribu, Pulau Bintan, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera. Fari Selat Bali ke Laut Timor
Bahaya terhadap manusia : Tidak Berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (minor), Akuarium (minor)
Status konservasi : Tidak ternilai

Umum ditemukan pada terumbu karang, biasa pada habitat yang memiliki daerah berpasir luar. Ikan dewasa menghuni laguna luar dan dataran terumbu hingga kedalaman 20m, seringkali ditemukan dalam kelompok. Ikan muda hidup soliter berlindung dekat terumbu pada laguna dangkal yang jernih. Memangsa pada ikan kecil, krustasea dan cacing laut.

Tubuh abu-abu gelap hingga kehitaman, keperakan pada bagian bawah dengan 2 hingga 3 garis putih hingga kekuningan pucat dan seringkali dengan garis-garis keputihan tidak rata pada sisi atas tubuhnya.

Foto 1 : Photo courtesy Patrick Randall
Foto 2 : Photo courtesy Benoit LALLAMENT

Scolopsis affinis

Nemipteridae
Peters' monocle bream  / Yellow-tail spinecheek 
Scolopsis affinis
Panjang maksimum : 24cm
Persebaran : Diketahui dari Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Teluk Maumere, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Seribu, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera, dari Selat Bali ke Laut Timor
Bahaya terhadap manusia : Tidak Berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan, konsumsi (minor)
Status konservasi : Tidak terevaluasi

Menghuni laguna terlindung pada dasar lumpur atau berpasir dekat terumbu. Hidup soliter atau dalam agregasi kecil. Ikan dewasa terutama pada kedalaman lebih dari 15m, ikan muda soliter, hidup di daerah pesisiran terlindung.

Ciri - ciri Fisik : Tubuh putih-keperakan, atas kepala dan moncong abu-abu gelap. terdapat garis biru diantara mata dan sebuah garis putih kacil dari bibir bagian atas hingga bawah matanya. Ikan muda dengan garis coklat gelap pada sisi tubuhnya, kuning pada sekitar garisnya.

Monday, January 23, 2017

Chaetodon aureofasciatus

Chaetodontidae
Golden Butterflyfish
Chaetodon aureofasciatus
Panjang maksimum : 12.5cm
Persebaran : Papua Nugini Selatan
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium
Status konservasi : Tidak ternilai

Menghuni terumbu pesisiran dan terumbu dalam, ikan muda bersembunyi diantara karang bercabang. Hidup soliter atau berpasangan. Sering ditemukan pada terumbu berlumpur, seringkali dekat mulut muara pada kedalaman 5 hingga 15m.

Tubuh keabu-abuan dikelilingi oleh warna kuning terang, garis oranye melintasi matanya.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Hibridasi dengan Chaetodon rainfordi.

Photo courtesy Johannes Pfleiderer

Referensi : http://www.fishbase.org/Country/CountrySpeciesSummary.php?c_code=360&id=6513

Chaetodon andamanensis

Chaetodontidae
Andaman butterflyfish / Yellow butterflyfish 
Chaetodon andamanensis
Panjang maksimum : 15cm
Persebaran : Sumatera Utara
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Data Deficient (DD)

Hidup di terumbu berbatu atau karang dekat pesisiran atau lereng luar pada kedalaman 10 hingga 40m. Hidup sendiri atau lebih sering ditemukan berpasangan atau berkelompok. Memangsa terutama pada polip karang.

Tubuh kuning terang dengan banyak garis-garis pudar pada sisinya, bintik hitam pada dasar sirip ekornya, garis mata hitam. Mirip dengan C. plebeius, namun tidak memiliki pola biru pada sisi atasnya.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Mereka bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy _takau99
Foto 2 : Photo courtesy Benjamin Naden

Referensi : http://www.fishbase.org/Country/CountrySpeciesSummary.php?c_code=360&id=58164

Chaetodon auriga

Chaetodontidae
Kepe Auriga
Threadfin Butterflyfish
Chaetodon auriga
Panjang maksimum : 23cm
Persebaran : Diketahui dari Bali, juga di Lombok dan Sulawesi. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Teluk Maumere, Komodo, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai dan Pulau Weh
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium, Perikanan (minor)
Status konservasi : Tidak ternilai

Ditemukan pada berbagai macam habitat, dari terumbu pesisiran, terumbu luar, daerah berbatu, berumput atau terumbu murni dari kedalaman 1 hingga 40m. Dapat ditemukan soliter, berpasangan atau dalam gerombolan besar yang akan berkeliaran melintasi jarak yang jauh mencari makanan. Memangsa terutama pada cacing laut, anemon, polip karang dan ganggang dengan menyobeknya kecil-kecil. 

Pola chevron terdiri dari garis-garis diagonal pada sisi tubuhnya, daerah kuning pada posterior tubuhnya dan bintik hitam pada pojokkan sirip dorsal. 

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Mereka bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy zsispeo
Foto 2 : Photo courtesy Jean-Marie GRADOT

Coradion melanopus

Chaetodontidae
Kepe strip empat
Twospot coralfish
Coradion melanopus
Panjang maksimum : 15cm
Persebaran : Maluku, Flores. Juga tercatat dari Teluk Maumere dan Komodo; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Komodo dan Sulawesi
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium 
Status konservasi : Least Concern (LC)

Hidup soliter atau berpasangan. Sering ditemukan bersembunyi di sepon berukuran besar, yang juga merupakan sumber makanan mereka. Terumbu pesisiran dan terumbu luar pada kedalaman 10 hingga 30m. Lebih sering ditemukan di sepanjang lereng dimana lebih dalam secara drastis. Merupakan jenis ikan yang sangat waspada dan bersifat pemalu.

Sepasang bintik hitam berpinggiran putih, satu pada sirip dorsal dan satu pada sirip analnya, garis mata hitam, sepasang garis coklat berjarak dekat tepat di belakang kepalanya, garis abu-abu berpinggiran oranye pada posterior tubuhnya. 

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy Klaus Stiefel
Foto 2 : Photo courtesy Benoit LALLEMENT

Coradion chrysozonus

Chaetodontidae
Kiper laut 
Goldengirdled coralfish / Orange Banded-Coralfish
Coradion chrysozonus
Panjang maksimum : 15cm
Persebaran :  Jawa. Dari Sumatera daya ke Laut Timor. Juga tercatat dari Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (minor), Perikanan (minor)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ditemukan dari terumbu pesisiran hingga terumbu luar yang berlereng curam dengan banyak pertumbuhan hewan invertebrata seperti sepon, kipas laut dan lainnya dari kedalaman 3 hingga 60m, ia lebih memilih daerah yang tidak memiliki banyak pertumbuhan karang. Memakan sepon. Merupakan ikan dari marganya yang paling umum ditemukan.

Tubuh putih dengan garis mata hitam, sepasang garis coklat berspasi dekat di belakang kepalanya dan garis coklat pada posterior tubuhnya. Mirip dengan C.altivelis, namun memiliki bintik pada sirip dorsalnya.

Forcipiger longirostris

Chaetodontidae
Kepe Moncong
Longnose butterflyfish 
Forcipiger longirostris
Panjang maksimum : 18cm
Persebaran : Diketahui dari Flores, dan Sulawesi. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai dan Pulau Weh
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium, Perikanan (minor)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Biasanya spesies yang agak jarang ditemukan, ikan ini khususnya terumbu menuju laut hingga kedalaman lebih dalam dari 60m. Memangsa terutama pada organisme kecil seperti krustasea kecil. Biasa ditemukan berpasangan. 

Tubuh dan sirip dada kuning, kepala hitam dengan bagian bawahnya keperakan-putih, bintik hitam pada sirip anal tepat dibawah sebelum mulai ekornya. Kadang individu akan berwarna hitam coklat gelap keseluruhan, hampir hitam. 

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy Benoit LALLEMENT
Foto 2 : Photo courtesy Barryfackler

Referensi :
http://www.fishbase.org/Country/CountrySpeciesSummary.php?c_code=360&id=5585

Chelmon rostratus

Chaetodontidae
Bale tandjoing 
Copperband butterflyfish
Chelmon rostratus
Panjang maksimum : 20cm
Persebaran : Tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Teluk Maumere, Komodo, Pulau Seribu, Pulau Bintan, Togean dan Kepulauan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatra
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium, merupakan jenis ikan hias yang sering diperjualbelikan. Perikanan
Status konservasi : Least Concern (LC)

Tubuh keperakan-putih dengan tiga garis oranye berpinggiran hitam pada tubuhnya, bintik hitam pada ujung sirip dorsal, garis mata oranye berpinggiran hitam dan garis hitam pada dasar sirip ekor.

Termasuk ikan yang umum ditemukan, ia menghuni terumbu pesisiran dan dalam, seringkali pada perairan keruh, kadang ditemukan di muara hingga kedalaman 25m. Hidup soliter atau berpasangan sepanjang pesisiran berbatu. Termasuk jenis ikan kepe yang bersifat teritorial. 

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy Jaegerfeld Kommunikation
Foto 2 : Photo courtesy Bernard DUPONT

Parachaetodon ocellatus

Chaetodontidae
Kaha-kaha putih 
Sixspine butterflyfish / Ocellated Coralfish
Parachaetodon ocellatus
Panjang maksimum : 18cm
Persebaran : Dari Selat Bali ke Laut Timor. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (minor)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Menghuni dataran berdasar pasir atau lumpur pada terumbu pesisiran. Ikan dewasa bergerombolan dalam jumlah besar di atas daerah lumpur terbuka di perairan dalam dari 5 hingga 40m. Ikan muda kadang hidup di laguna besar dengan rumput laut pada kedalaman 5 meter atau lebih. 

Tubuh warna keperakan dengan 5 garis coklat hingga oranye melintasi kepala dan tubuhnya, termasuk garis pender pada dasar sirip ekornya dan bintik hitam pada tengah sirip dorsalnya.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy Oliver Cardona
Foto 2 : Photo courtesy The Hantu Blog

Heniochus varius

Chaetodontidae
Kambingan 
Horned bannerfish
Heniochus varius
Panjang maksimum : 19cm
Persebaran : Diketahui dari Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Teluk Maumere, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Seribu, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (minor)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Hidup di laguna dalam dan lereng terumbu curam campuran ganggang dan terumbu dari kedalaman 2 hingga 30m. Ikan ini hidup soliter atau dalam kelompok kecil, ikan dewasa cenderungan ditemukan berpasangan. Memangsa pada karang dan invertebrata kecil lain.

Memiliki sepasang tanduk pada kepalanya, tepat di atas matanya dan semacam benjol khas pada jidatnya. Coklat padat hingga daerah segitiga kehitaman diantara garis putih yang mengisi kebanyakan tubuhnya.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy Benoit LALLEMENT 
Foto 2 : Photo courtesy Bernard DUPONT 

Referensi : http://www.fishbase.org/summary/Heniochus-varius.html

Heniochus singularius

Chaetodontidae
Singular Bannerfish
Heniochus singulariu
Panjang maksimum : 23cm
Persebaran : Dari Selat Bali ke Laut Timor, Kepulauan Mentawai, Lombok dan Sulawesi. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Pulau Sangalakki, Togean dan Banggai Kepulauan
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (minor)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Sebuah spesies yang agak jarang ditemukan, ia merupakan penghuni khusus laguna dalam dan terumbu menuju laut dari kedalaman 2 hingga 250m. Ikan dewasa soliter atau dalam kelompok kecil dan menyukai habitat dengan banyak karang dan daerah curam, seringkali dekat bangkai kapal atau barang yang tenggelam pada dasar laut. Ikan muda hidup soliter, bersifat pemalu pada terumbu pesisiran. merupakan jenis ikan kambingan terbesar. Memangsa pada polip karang.

Fisik mirip dengan H.monoceros, tetapi tidak memiliki kuning pada sirip anal, garis hitam tengah melintasi filamen sirip dorsal depan.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy ilan Lubitz 
Foto 2 : Photo courtesy Daniel Sasse

Referensi : http://www.fishbase.org/summary/Heniochus-singularius.html

Heniochus chrysostomus

Chaetodontidae
Kambingan Asli
Threeband pennantfish
Heniochus chrysostomus
Panjang maksimum : 18cm
Persebaran : Dari Selat Bali ke Laut Timor. Termasuk Sulawesi. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Teluk Maumere, Komodo, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Kalimantan
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (minor). Perikinan
Status konservasi : Least Concern (LC)

Umum ditemukan di daerah kaya dengan karang pada dataran terumbu terkena arus dan terumbu menuju laut pada kedalaman 3 hingga 45m. Ikan muda soliter dan biasa ditemukan pada muara dan laguna, ikan dewasa biasa berpasangan. Ikan ini memakan terutama pada polip karang.

Tubuh putih dengan garis coklat hingga hitam lebar, garis diagonal coklat atau hitam melintasi bagian tengah sisinya dan satu lagi garis pada bagian  belakang tubuhnya.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy Benoit LALLEMENT
Foto 2 : Photo courtesy eunice khoo

Sunday, January 22, 2017

Heniochus diphreutes

Chaetodontidae
False moorish idol / Schooling bannerfish
Heniochus diphreutes
Panjang maksimum : 18cm
Persebaran : 
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (minor)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Ditemukan terutama pada lereng terumbu luar, pada kanal berarus. Ikan muda membentuk agregasi sekitar bagian terumbu kecil yang terisolasi, ikan dewasa dalam gerombolan besar, mereka berenang beberapa meter di atas dasar laut. Di Indonesia, ikan dewasa paling sering ditemukan dari kedalaman 40 hingga 50m, dilaporkan hingga 200m. Memangsa pada plankton. Ikan muda dapat berfungsi sebagai pembersih (pemakan parasit) bagi ikan berukuran lebih besar. 

Putih dengan sepasang garis hitam diagonal. Mirip dengan H. acuminatus, namun moncong lebih pendek, dada lebih bundar dan garis hitam diagonal kedua berakhir pada pojokkan sirip anal.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy Benjamin Naden
Foto 2 : Photo courtesy Benjamin Naden

Heniochus acuminatus

Chaetodontidae
Bale tjongri 
Pennant coralfish
Cheniochus acuminatus
Panjang maksimum : 25cm
Persebaran : Dari Sumatera daya ke Laut Timor; termasuk Kepulauan Mentawai dan Bali. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Teluk Maumere, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Bintan, Togean dan Banggai Kepulauan dan Pulau Weh
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (minor), perikanan (minor)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Menghuni perairan dalam, laguna terlindung dan kanal, serta lereng terumbu luar dari kedalaman 2 hingga 75m. Ikan muda seringkali hidup soliter sementara ikan dewasa hidup berpasangan atau bergerombol. Memangsa pada berbagai jenis plankton yang hidup di jangkauan beberapa meter dekat terumbu. Ikan muda kadang akan memakan parasit kecil pada kulit ikan besar lainnya.

Tubuh putih dengan sepasang garis hitam diagonal. Mirip dengan H. diphreutes, tetapi memiliki moncong lebih lancip dan garis hitam kedua berakhir dibelakang pojok sirip anal.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy Liquid Lense @ Scubafish
Foto 2 : Photo courtesy Waterdragon92

Hemitaurichthys polylepis

Chaetodontidae
Pyramid Butterflyfish
Chaetodon speculum
Panjang maksimum : 18cm
Persebaran : Ambon Diketahui dari Kepulauan Mentawai, Bali dan Sulawesi. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Teluk Maumere, Komodo, Pulau Sangalakki, Togean dan Banggai Kepulauan.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium (minor)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Menghuni bagian atas lereng terumbu luar yang terkena arus dari kedalaman 3 hingga 60m. Umum ditemukan, biasa dalam gerombolan besar dimana mereka memangsa zooplankton. 

Tubuh putih membentuk semacam pola piramid diantara dua daerah kuning dengan kepala coklat, sirip dorsal dan anal kuning terang. 

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy Barryfackler
Foto 2 : Photo courtesy Barryfackler

Forcipiger wanai

Chaetodontidae
Kepe Bulan
Cenderawasih longnose butterflyfish 
Forcipiger wanai
Panjang maksimum : 17cm
Persebaran : Selat Numamuran, Teluk Cenderawasih, Papua Barat
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Least Concern (LC)

Hidup di terumbu lereng menuju laut, selat dan kanal dalam dari kedalaman 5 hingga 40m. Ditemukan soliter atau berpasangan.

Kecoklatan dengan kepala bagian atas hitam, garis kuning tepat di belakang kepalanya, sirip dorsal dan anal oranye-kuning dengan margin posterior biru, bintik hitam tepat dibawah bagian mulai ekornya. Mirip dengan F. longirostris, namun lebih gelap dalam warna.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan

Foto 1 : Photo courtesy Vincent Chalias
Foto 2 : Photo courtesy Vincent Chalias 

Forcipiger flavissimus

Chaetodontidae
Kepe Monyong Asli
Longnose Butterflyfish / Forcepsfish
Forcipiger flavissimus
Panjang maksimum : 22cm\
Persebaran : Diketahui dari Flores, Kepulauan Mentawai, dan Sulawesi. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Pulau Bintan, Pulau Sangalakki, Togean dan Banggai Kepulauan dan Pulau Weh
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium, merupakan ikan ekspor kedua terkenal di Hawai
Status konservasi : Least Concern (LC)

Umum ditemukan di terumbu menuju laut terbuka, namun juga dapat ditemukan di terumbu laguna. Hidup soliter atau dalam kelompok kecil hingga 5 individu. Ikan dewasa biasa ditemukan dalam pasangan. Memangsa pada bervariasi hewan kecil seperti hidroid, telur ikan, krustasea kecil tapi lebih menyukai cacing laut, bulu babi dan cacing pipa.

Tubuh dan sirip dada kuning, kepala hitam dengan bagian bawah abu-abu putih dengan bintik hitam pada sirip anal tepat dibawah mulainya sirip ekor.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Monogamis dan Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy Benjamin Naden
Foto 2 : Photo courtesy BarryFackler

Heniochus pleurotaenia

Chaetodontidae
Phantom Butterflyfish
Heniochus pleurotaenia
Panjang maksimum : 17cm
Persebaran : Sumatera. Diketahui dari pantai barat Sumatera dan Kepulauan Mentawai. Juga mencatat dari Pulau Seribu dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Laut Jawa ke Sumatera Barat.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Akuarium
Status konservasi : Least Concern (LC)

Menghuni daerah kaya dengan karang dan terumbu menuju laut. Ditemukan berpasangan atau bergerombolan. Di Indonesia sering terlihat berpasangan di perairan peissiran. Pada lepas pantai mungkin membentuk gerombolan besar. Ditemukan pada kedalaman bervariasi, seringkai pada puncak karang dangkal sedikit berarus. Biasa menghuni daerah campuran terdiri oleh ganggang dan karang hingga kedalaman 25m.

Sepasang garis hitam lebar pada sisinya yang menjadi coklat dan bergabung pada punggungnya. Menggantikan kerabatnya H. Varius di Samudera Hindia.

Saat mencapai umur dewasa mereka akan berpasangan. Bertelur.

Foto 1 : Photo courtesy jome jome
Foto 2 : Photo courtesy jome jome