Showing posts with label Nemipteridae. Show all posts
Showing posts with label Nemipteridae. Show all posts

Friday, May 25, 2018

Scolopsis taenioptera

Keluarga : Nemipteridae

Nama Lokal : Krisi

Nama Inggris : Three-Striped Whiptail

Nama Latin :   Scolopsis  taenioptera

Panjang maksimum : 25cm

Ciri - ciri Fisik : Tubuh abu-abu dengan sisik-sisik gelap pada dekat sirip dan bawah tubuhnya dan garis midlateral coklat gelap hingga kehitaman lebih lebar atau selebar ukuran matanya dari sisi atas sirip ekor.

Ekologi : fisOccurs on sand or mud bottoms in offshore waters. Also found in inner bays (Ref. 559). Swims in small groups. Feeds on small crustaceans, mollusks and fishes. Most abundant species of Scolopsis seen in Singapore, Malaysia and Thailand. Highly rated as a food fish. Ditemukan pada dasar lumpur atau pasir lepas pantai. Juga ditemukan pada teluk dalam. Berenang dalam kelompok. Memangsa pada krustasea kecil, molsuka dan ikan.

Reproduksi : Belum diketahui

Persebaran : Papua, Sulawesi, Bali dan seterusnya

Bahaya terhadap manusia : Tidak Berbahaya

Penggunaan komersil : Perikanan, konsumsi (minor)

Status konservasi : Tidak ternilai

Foto : Photo courtesy Benoit LALLEMENT

Sunday, January 29, 2017

Scolopsis margaritifera

Nemipteridae
Sero Malam
Pearly Monocle Bream
Scolopsis margaritifera
Panjang maksimum : 25cm
Persebaran : Diketahui dari Flores dan Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Seribu, Pulau Bintan, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera. Dari Selat Bali ke Laut Timor. Sumatra
Bahaya terhadap manusia : Tidak Berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan, konsumsi
Status konservasi : Tidak ternilai

Tubuh putih-keperakan dengan pola dibentuk oleh sisik-sisik gelap, dengan sepasang garis putih dibawah sirip dorsalnya, sirip dada kekuningan, seringkali dengan 2 hingga 3 barisan bintik-bintik berbujur pada sisi bawahnya. Ikan muda abu-abu dengan garis putih lebar diantara sepasang garis hitam lebih tipis dan kuning pada bagian bawah, meniru ikan blenniidae Meiacanthus grammistes dan M. vittatus.

Ditemukan pada dasar berpasir dekat terumbu. Ditemukan pada dasar berpasir dekat terumbu dan laguna pada kedalaman 2 hingga 25m. Memangsa pada krustasea, cacing, moluska dan ikan kecil. Hidup soliter atau dalam kelompok.

Foto 1 : Photo courtesy Paul Asman
Foto 2 : Photo courtesy Bernard DUPONT

Referensi : http://www.fishbase.org/summary/5878

Wednesday, January 25, 2017

Scolopsis vosmeri

Nemipteridae
Pasir pasir
Whitecheek monocle bream
Scolopsis vosmeri
Panjang maksimum : 28cm
Persebaran : Tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali dan Pulau Bintan; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera, dari Sumatera barat daya ke Laut Timor. Juga diketahui dari Bali
Bahaya terhadap manusia : Tidak Berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan, konsumsi (minor) dijual di pasar segar, digarami, diasap atau 
Status konservasi : Tidak ternilai

Menghuni  terumbu berumput, seringkali pada air keruh, biasanya pada dasar pasir atau lumpur dari kedalaman 2 hingga 20m. Hidup soliter namun juga dapat bergerombol pada kedalaman dalam. Memangsa pada organisme bentik.

Tubuh keunguan-coklat dengan tanda hitam pada setiap sisik membentuk baris miring, terutama berwarna pucat (abu-abu muda hingga keputihan) batang ekor dan siirp ekornya, garis putih dari tengkuk hingga ujung bawah insang, moncong dan bibir abu-abu pucat. Ikan muda abu-abu-keperakan dengan garis putih lebar dari bagian atas matanya hingga ujung sirip dorsalnya, garis tersebut diantara 2 garis hitam berukuran sama.

Foto 1 : Photo courtesy Benjamin Naden

Pentapodus caninus

Nemipteridae
Gurisi 
Small-toothed whiptail
Pentapodus caninus
Panjang maksimum : 25cm
Persebaran : Tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Manado dan sekitarnya dan Teluk Maumere; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera, dari Selat Bali ke Laut Timor. Juga diketahui dari Flores dan Kepulauan Mentawai
Bahaya terhadap manusia : Tidak Berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan, konsumsi (minor)
Status konservasi : Tidak ternilai

Biasa ditemukan dekat dasar pada daerah berkarang seperti laguna dan terumbu pesisiran dari kedalaman 2 hingga 35m. Memangsa pada ikan kecil dan zooplankton besar dan organisme yang hidup di dekat dasar laut. Hidup soliter atau dalam kelompok kecil.

Tubuh abu-abu kebiruan pada punggung, bergradasi menjadi biru pucat atau keputihan pada bagian bawah tubuh dengan garis kuning lebar melintasi tengah tubuhnya dan satu garis kuning lebih tipis pada punggungnya. Ikan muda biru gelap dengan sepasang garis kuning.

Foto : Photo courtesy Benoit LALLEMENT

Scolopsis monogramma

Nemipteridae
Pasir-pasir 
Monogrammed monocle bream
Scolopsis monogramma
Panjang maksimum : 38cm
Persebaran : Java. Dari Sumatera daya ke Laut Timor. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Pulau Sangalakki dan Togean dan Kepulauan Banggai 
Bahaya terhadap manusia : Tidak Berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan, konsumsi (minor)
Status konservasi : Tidak ternilai

Hidup pada dasar berpasir dekat terumbu karang. Seringkali pada habitat berlumpur dari kedalaman 2 hingga 50m. Hidup soliter atau dalam kelompok kecil. Memangsa pada ikan kecil, krustasea, moluska dan cacing laut.

Tubuh abu-abu pucat hingga keputihan, garis kuning dan biru diantara matanya, garis memanjang coklat atau abu-abu gelap pada tengah tubuhnya (seringkali dipinggiri oleh daerah kuning) dan sirip ekor kuning. Bisa berganti warna dari pola berbercak menjadi putih polos.

Foto 1 : Photo courtesy Benjamin Naden
Foto 2 : Photo courtesy Benjamin Naden

Pentapodus emeryii

Nemipteridae
Double whiptail / Blue whiptail 
Pentapodus emeryii
Panjang maksimum : 35cm
Persebaran : Teluk Maumere, Komodo dan Manado dan sekitarnya; dengan distribusi Indonesia dari Flores dan Kalimantan, dari Selat Bali ke Laut Timor
Bahaya terhadap manusia : Tidak Berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (minor)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Hidup di terumbu karang berlumpur, juga ditemukan pada lereng terumbu pesisiran. dari kedalaman 2 hingga 35m Merupakan spesies yang hidup soliter namun juga dapat ditemukan dalam kelompok. Memiliki penglihatan yang sangat baik sehingga dapat melihat mangsanya dengan jelas bahkan dari jarak yang jauh. Mangsanya merupakan ikan kecil, krustasea, beberapa jenis ekinodermata dan cacing.

Biru pada punggung, bergradasi menjadi putih pada bagian bawah tubuh dengan sepasang garis kuning pada bagian atas tubuhnya. Ikan muda biru gelap dengan sepasang garis kuning terang pada tubuhnya.

Foto 1 : Photo courtesy Benjamin Naden
Foto 2 : Photo courtesy Benoit LALLEMENT
Foto 3 : Photo courtesy Russell Gilbert

Scolopsis bilineata

Nemipteridae
Aoloumang 
Two-lined monocle bream 
Scolopsis bilineata
Panjang maksimum : 25cm
Persebaran : Papua, Sulawesi, Bali dan seterusnya
Bahaya terhadap manusia : Tidak Berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (minor), Akuarium
Status konservasi : Tidak ternilai

Umum ditemukan pada kebanyakan habitat terkait dengan terumbu karang hingga kedalaman 25m. Merupakan ikan yang aktif hampir selalu mencari sumber makanan. Biasa ditemukan berpasangan dan ikan muda hidup dekat pesisiran, laguna atau daerah berbatu. Hidup soliter atau dalam agregasi kecil. Memangsa pada ikan kecil dan invertebrata bentik.

Abu-abu gelap pada kepala dan punggung dengan garis diagonal putih berpinggiran hitam memisahkan daerah gelap dari sisa tubuhnya yang terutama berwarna keputihan, bercak putih dibawah posterior sirip dorsalnya dan 3 garis kuning pada bagian atas kepalanya. Ikan muda dengan garis-garis kuning hitam pada bagian atas, putih pada bagian bawah tubuh, meniru ikan Blenniidae Meiacanthus grammistes.

Foto 1 : Photo courtesy JonathanHsieh

Scolopsis lineata

Nemipteridae
Pasir-pasir 
Striped monocle bream 
Scolopsis lineata
Panjang maksimum : 25cm
Persebaran : Diketahui dari Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Teluk Maumere, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Seribu, Pulau Bintan, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera. Fari Selat Bali ke Laut Timor
Bahaya terhadap manusia : Tidak Berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (minor), Akuarium (minor)
Status konservasi : Tidak ternilai

Umum ditemukan pada terumbu karang, biasa pada habitat yang memiliki daerah berpasir luar. Ikan dewasa menghuni laguna luar dan dataran terumbu hingga kedalaman 20m, seringkali ditemukan dalam kelompok. Ikan muda hidup soliter berlindung dekat terumbu pada laguna dangkal yang jernih. Memangsa pada ikan kecil, krustasea dan cacing laut.

Tubuh abu-abu gelap hingga kehitaman, keperakan pada bagian bawah dengan 2 hingga 3 garis putih hingga kekuningan pucat dan seringkali dengan garis-garis keputihan tidak rata pada sisi atas tubuhnya.

Foto 1 : Photo courtesy Patrick Randall
Foto 2 : Photo courtesy Benoit LALLAMENT

Scolopsis affinis

Nemipteridae
Peters' monocle bream  / Yellow-tail spinecheek 
Scolopsis affinis
Panjang maksimum : 24cm
Persebaran : Diketahui dari Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Teluk Maumere, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Seribu, Pulau Sangalakki, Togean dan Kepulauan Banggai dan Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera, dari Selat Bali ke Laut Timor
Bahaya terhadap manusia : Tidak Berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan, konsumsi (minor)
Status konservasi : Tidak terevaluasi

Menghuni laguna terlindung pada dasar lumpur atau berpasir dekat terumbu. Hidup soliter atau dalam agregasi kecil. Ikan dewasa terutama pada kedalaman lebih dari 15m, ikan muda soliter, hidup di daerah pesisiran terlindung.

Ciri - ciri Fisik : Tubuh putih-keperakan, atas kepala dan moncong abu-abu gelap. terdapat garis biru diantara mata dan sebuah garis putih kacil dari bibir bagian atas hingga bawah matanya. Ikan muda dengan garis coklat gelap pada sisi tubuhnya, kuning pada sekitar garisnya.

Monday, November 21, 2016

Pentapodus bifasciatus

Labridae
Ikan Pasir
White-Shouldered Whiptail
Pentapodus bifasciatus
Panjang maksimum : 20cm
Persebaran : Indonesia
Bahaya terhadap manusia : Tidak Berbahaya
Penggunaan komersil : Ikan konsumsi
Status konservasi : Tidak ternilai

Coklat hingga abu-abu gelap pada bagian atas dengan garis putih dari moncong hingga tengah sirip ekornya, sepasang garis lebih sempit pada bagian atas kepala dan punggung dengan garis biru di margin posterior atas operkulum. Ikan muda berwarna menonjol dengan pewarnaan khas garis-garis hitam putih dan tidak memiliki pola apapun di operkulum.

Menghuni terumbu berlumpur dekat pesisiran dari kedalaman 2 hingga 20m. Biasa ditemukan sendirian atau dalam kelompok kecil. Memangsa pada ikan kecil, krustasea (ampipoda dan udang) dan cacing laut.

Foto 1 : Photo courtesy budak
Foto 2 : Photo courest The hantu blog

Friday, September 23, 2016

Pentapodus trivittatus

Nemipteridae
Krisi
Three-Striped Whiptail
Pentapodus trivittatus
Panjang maksimum : 28cm
Persebaran : Papua, Sulawesi, Bali dan seterusnya
Bahaya terhadap manusia : Tidak Berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan, konsumsi (minor)
Status konservasi : Tidak ternilai

2 / 3 bagian atas tubuhnya abu-abu dengan pola pelana pucat sempit pada punggungnya, terdapat garis pucat yang mengikuti garis lateral, garis mid lateral putih sering lebar dan membentuk corak putih, garis abu-abu lebar pada moncongnya, seoasang garis biru di belakang matanya dan garis abu-abu dari sudut belakang rendah matanya hingga bagian lebih rendah dari operkulum. Bentuk warna dari daerah Sulawesi Utara Timur terutama abu-abu pucat dengan corak kuning pada sisi bawah posterior sirip dorsal.

Sering ditemukan di terumbu dekat pesisiran dan laguna dari kedalaman 2 hingga 30m. Ditemukan sendirian, berpasangan atau dalam agregasi. Memangsa pada krustasea, ikan kecil dan cacing laut.

Foto 1 : Photo courtesy Benoit LALLEMENT
Foto 2 : Photo courtesy Benjamin Naden