Showing posts with label Anthiinae. Show all posts
Showing posts with label Anthiinae. Show all posts

Monday, May 7, 2018

Sacura speciosa

Serranidae
Gramistes
Goldenstriped soapfish 
Sacura speciosa
Panjang maksimum : 50cm
Persebaran : Diketahui dari Selat Bali ke Laut Timor. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Pulau Sangalakki dan Togean dan Kepulauan Banggai ; dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil : Perikanan (komersil), Akuarium (komersil)
Status konservasi : LC (Least Concern)

Oranye-merah pada kepala dan tubuh, kadang kemerahan-coklat pada posterior tubuh, banyak bintik-bintik biru berpinggiran hitam pada kepala, tubuh dan siripnya, kadang dengan garis-garis pucat pada sisinya.

Menghuni perairan jernih pada terumbu karang, lebih sering ditemukan di daerah terbuka dibandingkan terlindung. Memangsa terutama pada ikan (80% pada Pseudanthias squamipinnis) dan krustasea. Umum ditemukan.

Membentuk kelompok harem yang terdiri dari ikan jantan dominan dan 2 hingga 12 ekor betina. Kelompok tersebut dapat menempati wilayah sebesar 475 meter persegi yang terbagi menjadi wilayah-wilayah kecil dan dijaga oleh seekor betina.

Photo courtesy LemonTEAYK
Photo courtesy LemonTEAYK

Friday, May 5, 2017

Pseudanthias ignitus

Anthiinae
Flame anthias / Flame basslet
Pseudanthias ignitus
Panjang maksimum : 8cm
Persebaran : Dikenal dari Flores dan Maluku. Berlimpah di terumbu karang pesisir. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki dan Kepulauan Togean dan Banggai; Dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Kalimantan.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Menghuni lereng terumbu luar. Hidup dalam agregasi, seringkali pada perairan jernih di lereng terumbu luar dan jalur terumbu pada kedalaman 3 hingga 15m. Memangsa terutama pada zooplankton dan berenang beberapa meter di atas dasar terumbu selagi memangsa zooplankton. Saat merasa terancam oleh penyelam melewat, ikan ini akan dengan cepat melarikan diri ke arah keamanan celah atau goa berbatu.

Biasa oranye dengan garis oranye berpinggiran lembayung muda dair moncong (melewati mata bagian bawah) hingga bagian tepi bawah tutup insang, sirip dorsal merah (dengan dasar kuning secara posterior, sirip ekor kekuningan dengan garis kemerahan muda pada pinggiran atas dan bawah.

Ikan ini membentuk kelompok yang memiliki struktur sosial harem, dengan setiap ikan jantannya mengendalikan sekelompok ikan betina. Saat berkawin, warna ikan jantan menjadi jauh lebih kuat dan sirip dorsal merah terang berdiri.

Foto 1 : Photo courtesy Cameron_tim
Foto 2 : Photo courtesy Mark Rosenstein

Pseudanthias hypselosoma

Anthiinae
Stocky anthias / Pink basslet
Pseudanthias hypselosoma
Panjang maksimum : 19cm
Persebaran : Dikenal dari Flores. Juga tercatat dari Bali, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Seribu, Kepulauan Togean dan Banggai dan Pulau Weh; Dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Ditemukan dekat pantai, ditemukan dalam kelompok pada terumbu terlindung pada laguna atau teluk dari kedalaman 6 hingga 50m.

Ikan jantan merah muda keseluruhan dengan daerah oranye-merah pada bagian atas kepala dan sisa tubuh bagian atas. Bintik merah besar pada sirip dorsal diantara tulang sirip punggung ke -7 dan ke -10, sirip ekor kemerahan. Ikan betina berwarna seperti buah persik, tanpa bintik merah pada sirip dorsal, namun dengan sirip ekor berujung merah.

Ikan jantan memmbentuk kelompok harem



Photo courtesy Benoit LALLEMENT
Photo courtesy Benjamin Naden

Pseudanthias lori

Anthiinae
Lori's anthias / Lori's basslet
Pseudanthias lori
Panjang maksimum : 12cm
Persebaran : Dikenal dari Bali, Flores, dan Maluku; Sulawesi dan Kepulauan Sunda Kecil.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Biasa dalam agregasi kecil pada lereng terjal pada kedalaman 30 hingga 60m atau pada dekat goa atau tepian lereng terumbu luar yang terjal. Memangsa pada larva krustasea dan telur ikan.

Tubuh berwarna lembayung muda-merah muda dengan bintik-bintik oranye dan kombinasi pola khas garis-garis merah terang berjumlah 5 hingga 7 dan sebuah garis merah pada atas dasar sirip ekornya yang memanjang hingga ujung sirip ekornya.

Ikan jantan memmbentuk kelompok harem

Foto 1 : Photo courtesy KimLomman
Foto 2 : Photo courtesy Tony Wu

Pseudanthias parvirostris

Anthiinae
Sunset anthias / Short-snout basslet
Pseudanthias parvirostris
Panjang maksimum : 8.5cm
Persebaran : Direkam dari Bali dan Pulau Weh; Dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Jarang dilihat karena ukuran kecilnya dan kecenderungannya untuk ditemukan pada air dalam. Biasa pada kedalaman lebih dari 40m dan lebih umum ditemukan pada kedalaman 50 hingga 60m dimana ikan ini membentuk kelompok kecil pada pasir atau lereng terumbu berpuing.

Ikan jantan kekuningan pada sepertiga bagian atas sisi tubuhnya, merah muda pada bagian bawah tubuhnya, garis magenta dari bagian atas matanya hingga dasar sirip punggung, garis tersebut menjadi tambah lebar dalam ukuran dan menjadi garis lebih lebar (dalam foto terlihat biru, namun berwarna magenta saat dilihat secara langsung) melintasi punggung dan meliputi sirip dorsal, dengan pinggiran atas dan bawah sirip ekor magenta (biru di foto). Ikan betina terutama kuning atau oranye kuning.

Photo courtesy LemonTEAYK
Photo courtesy LemonTEAYK

Pseudanthias luzonensis

Anthiinae
Yellowlined anthias / Luzon basslet
Pseudanthias luzonensis
Panjang maksimum : 14.5cm
Persebaran : Dikenal dari Bali dan Flores. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Komodo dan Manado dan sekitarnya; Dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Komoda; Sulawesi.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Hidup di terumbu pesisiran, sepanjang lereng terumbu pada kedalaman 20 hingga 60m, biasa dalam agregasi kecil.

Ikan jantan dengan bagian atas kepala merah dan dua pertiga bagian atas tubuhnya. bergradasi menjadi merah-muda pada posterior dan putih pada daerah ventral, garis patah-patah bergelombang kuning hingga kemerahan oranye pada sisinya, bintik merah menyolok terletak diantara tulang sirip punggung ke-7 dan ke-10 dan posterior sirip ekor merah.


Pseudanthias mica

Anthiinae
Mica's anthias
Pseudanthias mica
Panjang maksimum : 7.8cm
Persebaran : Suangi dan Pulau Lembata baratdaya.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Menghuni celah dan goa di terumbu pada kedalaman 52m.

Ikan jantan terutama oranye-merah hingga kekuningan dengan pinggiran sisik coklat pada dorsal posterior, garis kuning lebar di belakang matanya, dipinggiri pada tepi bawah oleh garis pink dan tepi atas oleh garis merah lebar melanjut di atas mata dan melewati daerah diantara kedua matanya dan semua siirp kemerahan dengan pinggiran kebiruan. Ikan jantan kekuningan-merah dengan garis sempit kuning berpinggiran pink memanjang dari tepi pojok bawah matanya hingga dasar sirip dada.

Foto 1 : Photo courtesy LemonTEAYK
Foto 2 : Photo courtesy LemonTEAYK

Pseudanthias pascalus

Anthiinae
Amethyst anthias / Sailfin basslet
Pseudanthias pascalus
Panjang maksimum : 17cm
Persebaran : Ditemukan di Bali. Juga tercatat dari Manado dan sekitarnya; Dengan distribusi Indonesia dari Sulawesi Utara.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Lebih sering ditemukan sekitar kepulauan samudera daripada terumbu kontinental. Ditemukan pada kelompok besar sekitar puncak karang dan goa pada lereng terubmu luar. dari kedalaman 5 hingga 60m. Memangsa pada copapoda dan krustasea planktonik atau larva krustasea dan telur ikan.

Ungu hingga lembayung dengan banyak bintik-bintik biru gelap hingga oranye dan garis merah-oranye dari moncong hingga dasar sirip dada. Ikan betina mirip, namun tidak memiliki bintik-bintik dan memiliki sirip dorsal, anal dan ekor lebih pendek (berujung lebih pendek).

Foto 1 : Photo courtesy zsispeo
Foto 2 : Photo courtesy zsispeo

Pseudanthias pleurotaenia

Anthiinae
Square-spot fairy basslet / Mirror basslet
Pseudanthias pleurotaenia
Panjang maksmum : 12cm
Persebaran : Diketahui dari Flores dan Sulawesi (Celebes). Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Manado dan sekitarnya dan Kepulauan Togean dan Banggai; Dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Bali.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil : Kadang dijumpai dalam perdagangan ikan akuarium
Status konservasi : LC (Least Concern)

Ikan jantan berwarna magenta dan oranye dengan bercak berbentuk peresgi besar sekali pada sisi tubuhnya, garis ungu merah melewati mata, garis kemerahan berbentuk pelana dari tengkuk hingga daerah sirip dada, bintik merah pada ujung sirip dorsal paling pojok, dan ujung ungu-biru pada sirip ekor. Ikan betina terutama kuning-oranye dengan sepasang garis ungu dari mata hingg dasar sirip ekornya.

Membentuk agregasi berukuran sedang terdiri dari beberapa ikan jantan dan betina. Menghuni lereng terumbu terjal dari kedalaman 10 hingga 180m, seringkali dibawah 25m. Kelompok jenis ikan ini sering ditemukan beberapa meter di atas pinggiran lereng terumbu terkena arus. Ikan muda hidup soliter dan hidup dekat pada tempat bersembunyi (karang, goa)

Ikan jantan membentuk kelompok harem

Foto 1 : Photo courtesy David
Foto 2 : Photo courtesy Arne Kuilman

Pseudanthias randalli

Anthiinae
Randall's fairy basslet / Resplendent basslet
Pseudanthias randalli
Panjang maksimum : 9.5cm
Persebaran : Dikenal dari Bali dan Maluku
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Ditemukan dalam kelompok kecil pada goa dan daerah berkarang puing sepanjang lereng terumbu terjal atau dinding kanal dari kedalaman 15 hingga 120m.

Ikan jantan kekuningan-oranye pada punggung yang bergradasi hingga magenta pucat atau magenta gelap di bagian bawah, garis merah menyolok pada anterior sirip anal dan pada posterior siirp perut. Ikan jantan berkondisi siap kawin memiliki garis merah dari dasar sirip dada hingga dasar sirip ekor bagian bawah dan kemerahan pada punggung. Ikan betina kekuningan pada moncong dan punggung bagian atas bergradasi hingga merah muda di bawah dengan bintik agak hitam pada setiap sisik tubuh,

Ikan jantan memmbentuk kelompok harem

Foto 1 : Photo courtesy maruyama goh
Foto 2 : Photo courtesy Ron Decloux

Pseudanthias rubrizonatus

Anthiinae
Belum ada
Red-belted anthias / Red-band basslet
Pseudanthias rubrizonatus
Panjang maksimum : 10cm
Persebaran : Dari Selat Bali sampai Laut Timor
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil : Tidak dipergunakan
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Membentuk agregasi besar sekitar puncak karang terisolasi dan daerah berpuing daru kedalaman 10 hingga 58m. Ikan muda hidup dekat pelabuhan dan seringkali dekat terumbu batu berdasar lumpur.

Ikan jantan berwarna persik pada kepala yang bergradasi hingga merah-muda pucat, garis pucat di bawah mata, garis merah melebar berarah vertikal padasisinya; variasi kuning berwujud mirip, namun terutama kuning pada setengah posterior tubuh dan ekornya. Kadang ikan berwarna kuning secara keseluruhan kecuali bercak merah dan garis pucat di bawah matanya. Ikan betina terutama merah-muda kecuali putih pada bagian bawah kepala dan tubuhnya.

Photo courtesy LemonTEAYK
Photo courtesy LemonTEAYK

Pseudanthias smithvanizi

Anthiinae
Princess anthias / Scribbled basslet
Pseudanthias smithvanizi
Panjang maksimum : 9.5cm
Persebaran : Direkam dari Bali, Teluk Maumere dan Komodo; Dengan distribusi Indonesia dari Flores ke Bali. Maluku, Ambon, Latuhalat (pantai selatan pulau)
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Ikan jantan ungu dengan garis oranye pada bagian atas kepala, bintik-bintik oranye menutupi kebanyakan bagian tubuhnya, garis oranye sepanjang dasar sirip dorsalnya, garis magenta pada moncong, magenta pada bagian atas sirip ekor dan pinggiran merah pada bagian bawah. Ikan betina mirip namun kedua pinggiran sirip ekor kemerahan.

Membentuk agregasi besar pada lereng terumbu curam pada kedalaman 6 hingga 70m.

Ikan jantan membentuk kelompok harem

Pseudanthias squamipinnis

Anthiinae
Sea goldie / Lyretail coralfish
Pseudanthias squamipinnis
Panjang maksimum : 15cm
Persebaran : Diketahui dari Selat Bali sampai Laut Timor dan juga Kepulauan Mentawai. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki, Kepulauan Togean dan Banggai dan Pulau Weh; Dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Sumatera.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil), Perikanan (komersil)
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Ikan jantan ungu muda dengan bintik oranye pada kebanyakan sisiknya, garis oranye dari mata hingga dasar sirip dadanya dan bintik merah pada setengah luar sirip dada. Ikan betina oranye, dengan garis oranye berpinggiran ungu di belakang matanya.

Ikan dewasa ditemukan di atas puncak karang atau daerah berkarang pada laguna, kanal atau lereng terumbu luar yang jernih. Membentuk agregasi besar. Memangsa pada zooplankton. Ikan jantan bersifat teritorial dan membentuk harem.

Ikan ini bersifat hermafrodit, dapat berganti jenis kelamin. Pola warna dan ukuran transisi jenis kelamin sedikit berbeda dari lokalitas satu dan lainnya.

Foto 1 : Photo coutresy Rob
Foto 2 : Photo courtesy Benjamin Naden

Pseudanthias tuka

Anthiinae
Bibir merah
Yellowstriped fairy basslet / Purple Anthias
Pseudanthias tuka
Panjang maksimum : 12cm
Persebaran : Diketahui dari Flores, Ambon, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Juga tercatat dari Kepulauan Ampat Ampat, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki dan Kepulauan Togean dan Banggai; Dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Kalimantan.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Ikan jantan berwarna ungu rata (tidak memiliki bintik-bintik oranye atau hitam pada tubuhnya) dengan bercak gelap besar pada posterior sirip dorsal. Ikan jantan siap kawin memiliki rahang warna kuning. Ikan betina dengan garis kuning melintasi punggungnya yang bergabung dengan ujung sirip ekornya (pinggiran bawah sirip ekor juga warna kuning).

Menghuni terutama pada lereng terumbu luar, namun juga terumbu pesisiran pada kedalaman 2 hingga 40m pada terumbu karang kontinental. Membentuk agregasi besar di atas permukaan terumbu. Memangsa pada krustasea planktonik dan telur ikan.

Photo courtesy Mark Rosenstein
Photo courtesy Klaus Stiefel

Pseudanthias huchtii

Anthiinae
Red-cheeked fairy basslet / Pacific basslet / Threadfin anthias
Pseudanthias huchtii
Panjang maksimum : 12cm
Persebaran : Dikenal dari Flores dan Maluku. Berlimpah di terumbu karang pesisir. Juga tercatat dari Kepulauan Raja Ampat, Bali, Komodo, Manado dan sekitarnya, Pulau Sangalakki dan Kepulauan Togean dan Banggai; Dengan distribusi Indonesia dari Papua ke Kalimantan.
Bahaya terhadap manusia : Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia.
Penggunaan komersil : Akuarium (komersil)
Status konservasi : Tidak dievaluasi

Ikan jantan biru-abu-abu, seringkali dengan corak kekuningan berintensitas kuat, sirip ekor, anal dan dorsal kuing, garis merah terang dari ujung bawah matanya hingga dasar sirip dadanya, dan merah pada setengah anterior sirip perutnya.

Membentuk agregasi besar di atas bukitan karang di lereng terumbu luar jernih, juga dapat hidup soliter. Ikan jantan bersifat teritorial dan membentuk harem. Di pesisiran, laguna dan terumbu luar pada kedalaman 1 hingga 20m.

kan jantan memmbentuk kelompok harem